fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: Cara Atur Biaya Produksi untuk Maksimalkan Untung Bisnis dari Pebisnis Jamu

biaya produksi

Hal pertama yang harus kamu sadari ketika akan memulai bisnis adalah bahwa bisnis akan mengeluarkan biaya produksi. Menurt Mulyadi (2016:8), biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. 

Sebelum menghitung total biaya produksi dari bisnismu, kamu perlu tahu bahwa terdapat empat jenis biaya. Apa sajakah itu? Mari cermati paparan di bawah ini.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jenis-Jenis Biaya

Terdapat empat jenis biaya: menurut sifatnya, menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai, perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas, dan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya. Penggolongan biaya ini menyesuaikan dengan bisnis kita, yang penting adalah harus tercatat. Tujuan penggolongan ini semata-mata untuk memudahkan kita mengelolanya. 

Selain itu ada juga yang namanya perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas:

  1. Variable
  2. Semi-variable
  3. Tetap
  4. Semi- tetap

Contohnya kamu punya pabrik roti. Untuk memproduksi roti, kamu masih menyewa mesin dengan biaya sewa sebanyak Rp 20 juta/tahun 20jt. Walaupun kamu produksi 10 buah roti atau 20 buah roti, tetap biayanya adalah 20jt. Jadi tidak berpengaruh dengan naik turunnya volume produksi. Tetapi di situ lah ada biaya semivariabel dan semitetap. 

Di dalam usaha juga ada unsur-unsur biaya yang harus kita ketahui supaya nantinya tidak menyebabkan kerugian karena kita salah memasukkan unsur biaya tersebut atau memasukkan pos-pos yang tidak tepat sehingga biaya membesar dan menyebabkan kerugian. 

Ada juga jenis biaya atas jangka waktu manfaatnya. Pertama adalah pengeluaran modal. Ini adalah biaya yang berhubungan dengan pembelian asset atau peningkatan sumber ekonomis dari asset kita. Misalnya membeli mesin, pembelian ini butuh biaya namun menjadi asset kita modal kita dalam menjalankan bisnis. Jenis biaya atas jangka waktu manfaatnya berikutnya adalah pengeluaran pendapatan. Ini adalah biaya yang sudah keluar dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dari asset kita, misalnya biaya perbaikan mesin. Tetapi biaya ini tidak untuk menambah umur ekonomisnya. 

Setelah kamu mengetahui jenis-jenis biaya di atas, ada lagi biaya umum yang patut kamu pahami yaitu biaya produksi. Menurut Mulyadi (2015:14), biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap jual. 

Jenis-Jenis Biaya Produksi

biaya produksiApa sajakah jenis-jenis biaya produksi? Menurut jangka waktunya, biaya produksi terbagi menjadi dua yakni biaya produksi jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang. Pada jangka pendek, kamu dapat memasukkan unsur-unsur biaya variable di dalamnya, jadi bentuknya lebih fleksibel. Sedangkan pada jangka panjang, secara umum lebih komprehensif karena sudah memasukkan biaya variable dan biaya tidak tetap di dalamnya. 

Sebenarnya kamu tidak perlu memperhatikan betul-betul apakah jangka pendek atau jangka panjang, yg penting adalah memahami biaya produksinya

Lalu, apa saja unsur yang terdapat di dalam biaya produksi? Pertama-tama adalah biaya bahan baku. Ini adalah biaya untuk membeli bahan-bahan yang nantinya diolah menjadi suatu produk yang kamu akan jual. Kedua adalah biaya tenaga kerja. Setelah membeli bahan-bahan baku, siapakah yang akan mengolah bahan baku tersebut? Nah, orang yang mengolah bahan baku ini tentunya harus mendapat upah/gaji sehingga ini menjadi biaya tenaga kerja. Ketiga adalah biaya overhead pabrik. Biaya ini adalah biaya yang tidak ter-cover dalam bahan baku maupun tenaga kerja. Contohnya: bahan penolong dalam membuat capcay dalam hal ini misalnya penyedap rasa. Penyedap rasa ini bisa kamu pakai, bisa juga tidak. Ketika ia dipakai, ia tidak bisa masuk ke dalam biaya bahan baku, tetapi nilainya tetap harus kamu perhitungkan. 

Secara sederhana, menghitung biaya produksi adalah dengan menjumlahkan unsur-unsur biaya produksi di atas. Berarti, biaya bahan baku ditambah biaya tenaga kerja langsung, ditambah biaya overhead pabrik. Total dari kesemua unsur tersebut bernama biaya produksi. 

Menentukan Biaya Produksi

Dalam penentuan biaya produksi, terdapat dua jenis metode. Metode yang pertama bernama metode full costing, yang memasukkan seluruh biaya produksi sehingga lebih komprehensif. Metode yang kedua bernama metode variable costing yang hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan biaya variablenya. Mana yang lebih baik? Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga merupakan kebijakan pelaku bisnis untuk menentukan mau menggunakan metode yang mana. Secara umum, metode full costing lebih banyak digunakan karena memasukkan unsur biaya secara komprehensif. Biasanya metode variable costing untuk menentukan supaya margin bisa terlihat lebih besar, meskipun pada akhirnya biaya overhead pabrik atau unsur biaya tetapnya di akhir periode juga akan diperhitungkan. 

Dalam bisnis makanan, ada istilah yang bernama food cost, yaitu keseluruhan biaya yang keluar untuk memproduksi makanan dan minuman dengan standar resep tertentu hingga siap dijual per satu porsi. Dalam menetapkan food cost, ada yang namanya biaya resep (recipe cost) yaitu biaya bahan baku dalam satu set menu. Kalau satu restoran memiliki sepuluh menu, maka perhitungan food cost ada sebanyak sepuluh menu tersebut. Ada juga harga jual resep (recipe sale price) yakni harga jual atau harga yang dibayar pelanggan untuk satu set menu.

biaya produksiContoh

1 porsi ayam goreng kremes membutuhkan bahan baku berupa:

1 potong ayam Rp 30.000/ekor/10potong

50gram tepung bumbu Rp20.000/1000 gram

10gram saos sambal Rp 10.000/1000g

Biaya resep (recipe cost)= Rp3000 + Rp1000 + Rp100 = Rp4.100

Margin yang mau diambil misalnya 150%, jadi harga jual resep (recipe sale price) = Rp4100 + (150% x 4100) = Rp10.250

Dengan Metode Full Costing (periode 1 bulan)

Bahan baku: (n x Rp4.100)

Biaya tenaga kerja langsung: upah 1 bulan

Total biaya overhead pabrik variable: misalnya biaya telepon resto, biaya pemasaran (buy 1 get 2)

Biaya overhead pabrik tetap: sewa tempat

Setelah dikumpulkan datanya, kemudian dijumlah hingga menjadi biaya produksi.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Bagaimana, sudah lebih tercerahkan mengenai biaya produksi dan cara menghitungnya? Semoga setelah membaca artikel ini kamu menjadi lebih teliti lagi menghitung biaya produksi agar kamu bisa memaksimalkan untung dari bisnismu.