fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: Jenis Packaging Produk untuk Raup Omzet ala ‘Munim Indonesia’

Packaging produk

Ada istilah don’t judge the book by its cover. Yang artinya jangan melihat bungkus luarnya saja tanpa melihat isinya. Namun, dalam berbisnis, bungkus atau packaging produk justru menjadi salah satu hal utama.

Packaging produk adalah benda yang digunakan untuk membungkus atau melindungi suatu barang agar tetap bersih dan rapi. Walau kualitas barang tetap nomor satu tetapi kemasan juga tidak boleh kamu lupakan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Packaging produk sering memengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.  Kemasan yang baik tidak hanya mudah dibawa, tetapi secara tampilan pun menarik. Konsumen bisa dengan mudah membaca ingredient (bahan) dan keterangan lain yang tercantum di situ. Tidak hanya itu, kemasan juga sangat penting untuk brand awareness sebuah produk.

Lalu bagaimanakah packaging produk yang baik? Dalam rubik Tanya Ahli, Affan Arisga menjelaskan seluk-beluk dalam hal packaging produk dalam bisnis minuman kekinian.

Affan Arisga dan Munim Indonesia

Affan Arisga adalah pemilik bisnis franchise Maomao Thai Tea dan Munim Indonesia. Cabang-cabangnya sudah tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat.

Pria asal Cipondoh ini sudah memulai bisnis minuman kekinian sejak tahun 2017. Affan memilih bisnis ini karena dia melihat potensi bisnis yang besar di market minuman terutama di kalangan milenial. Saat memulai usaha, dia menggunakan tabungan hasil jualan baju dan menjual motornya. Modal awal yang Affan dapatkan ialah sekitar Rp10 juta.

Menurut Affan, kalau kamu hanya punya modal sedikit, jangan khawatir. Modal bukanlah kendala utama.

Yang penting dalam berbisnis adalah niat dan kemauan yang kuat. – Affan Arisga.

Niat dan kemauan yang kuat itulah yang juga menjadi motivasinya dalam berbisnis.

Affan memilih menggunakan sistem franchise untuk bisnis minumannya karena menurutnya, selain mudah, franchise juga membantu menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini Affan sudah memiliki tim sebanyak sekitar 50 orang dan puluhan pelaku usaha baru.

Simak bagaimana Affan memberikan bocoran soal packaging produk yang menarik di bawah ini.

Apa Itu Packaging Produk?

packaging produk

Menurut Affan, secara harfiah, packaging adalah bungkus. Atau dengan kata lain, sesuatu untuk membungkus barang yang akan dikirimkan pada customer. Namun, dalam konteks yang luas, packaging mencakup beberapa hal penting lainnya. Berikut ini penjelasan di antara hal penting tersebut.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Hal Packaging Produk

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh kamu saat menyiapkan packaging produk, yaitu; nilai efektivitas, keamanan pangan (food safety), target market, easy delivery, desain kemasan, faktor promosi  informasi, dan budget.

  1. Nilai Efektivitas

Dari semua faktor penting dalam packaging produk yang paling utama adalah nilai efektivitas. Affan memberi contoh bisnis minuman kekinian yang ia geluti. Sebagai produser minuman, maka ketika berbicara packaging, kamu memerlukan cup yang sesuai dengan minuman yang kamu jual. Tentukan mau cup plastik atau cup kertas. Ada pula yang menggunakan sablon dan tidak. Berwarna atau satu warna saja. 

“Dulu sempat pula ada tren minuman dalam bentuk plastic pouch yang menggunakan ziplock dan sedotan. Pertimbangkan apakah kemasan ini memang efektif untuk brand kita atau tidak,” jelas Affan. 

Bentuk kemasan boleh saja dari bahan yang murah atau terlihat keren tetapi jangan lupa, efektivitas tetap penting. Jangan sampai terlihat lucu tetapi malah menyusahkan konsumen.

  1. Keamanan Pangan 

Ketika kamu berbisnis minuman yang tidak boleh terlupakan adalah masalah keamanan pangan. Saat ini sudah banyak packaging produk yang food grade atau aman untuk membungkus makanan dan minuman. Cari vendor yang mampu menyediakan kemasan dengan kategori food grade.

“Apalagi kalau kamu bergabung dengan LummoSHOP, akan banyak menemukan channel untuk supplier yang bisa menopang produktivitas usaha kita,” ucap Affan.

  1. Target Market

Kemasan berhubungan erat dengan target market. Affan memberikan contoh produk Munim Indonesia yang ia produksi. Target market-nya adalah kalangan milenial yaitu generasi Y, serta generasi X dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga, harganya harus murah dan terjangkau. 

“Saya pilih packaging cup plastik dengan sablon satu warna. Karena konsepnya grab and go saya pilih cup plastik dengan seal yang dibuat dari mesin sealing. Menurut saya ini yang paling efektif,” jelas Affan. 

Saat berbicara soal target market, yang tidak boleh kamu lupakan adalah kompetitor. Jangan menjadikan mereka sebagai ancaman, tetapi gunakan sebagai ajang riset. Perhatikan bentuk packaging apa yang kompetitor gunakan. Kamu bisa melakukan perbandingan dan riset juga lalu aplikasikan pada bisnis kamu.

  1. Easy Delivery 

Di masa sekarang di mana sistem order online semakin merajai, easy delivery sangat penting kamu pikirkan dalam hal menentukan packaging produk. Gunakan kemasan yang delivery friendly. Jangan hanya memiliki kemasan yang memudahkan pembeli saat makan di tempat. Dalam hal produk minuman, Affan menekankan agar kemasannya tidak rusak ketika sampai ke tangan customer saat membeli secara online dan tidak ada ada yang tumpah sedikit pun.

  1. Desain Kemasan 

Setelah empat point di atas terpenuhi, kamu boleh memikirkan soal desain kemasan. Namun, desain kemasan bukanlah prioritas penting. Karena kemasan yang cantik dan lucu kalau tidak efektif, tidak food grade, dan tidak sesuai target market pun tidak akan ada manfaatnya. 

Dalam desain kemasan kita bisa memikirkan tampilan atau bentuk visual yang menarik konsumen. Kadang kemasan yang visual cantik butuh biaya mahal. Pertimbangan baik-baik apakah sesuai dengan target market bisnis kamu. Kalau target market kamu menengah ke bawah, packaging produk tidak perlu yang terlalu bagus karena ini akan menambah HPP (Harga Pokok Penjualan). Pada akhirnya customer malas beli karena terlalu mahal.

  1. Promosi Informasi

Dalam sebuah packing, perlu kamu tambahkan informasi yang ingin kamu sampaikan pada konsumen. Misalnya akun Instagram, Tiktok, website, nomor aduan soal produk, dan garansi. Boleh juga kamu tambahkan sejumlah kata yang mengandung brand awareness.

  1. Budget

Budget sering jadi kendala dalam berbisnis. Begitu pula dalam urusan kemasan. Bagi Affan, poin penting setelah efektivitas adalah budget. Sebab, sering kali kemasan yang model custom tidak bisa dipesan dalam jumlah sedikit misalnya hanya 50 atau 100 pieces. Kembali lagi pada budget yang kamu miliki. Bila baru memulai usaha, pilih saja kemasan yang sesuai dengan budget. Kamu bisa menggunakan packaging yang polos dan cukup ditempel stiker.  

“Jangan sampai kamu menghamburkan budget hanya untuk kemasan. Misalnya pesan packaging sampai 10 ribu, tahu-tahu bisnis gagal. Ini lebih berisiko,” jelas Affan.

Pentingnya Brand Identity dalam Kemasan

packaging produk

Bicara soal packaging produk, tujuan utama dari kemasan adalah membungkus produk. Namun, brand identity pun perlu kamu pikirkan dalam packaging produk. Pada awal berbisnis, lumrah saja kalau kamu lebih fokus pada produk, tetapi setelah produk mulai kamu jual dan bisnis mulai berjalan, jangan lupakan brand identity ini.

Ada beberapa skala prioritas yang dapat kamu lakukan dalam pengembangan usaha ini, yaitu:

  1. Marketing Fokus pada Produk 

Jangan gunakan tolok ukur diri sendiri dalam menentukan produk. Sebelum menciptakan produk, kamu bisa menggunakan teknik ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Misal saat membuat produk minuman, kamu bisa mengamati strategi yang Munim gunakan. Seperti apa produknya, konsep outlet-nya seperti apa. Kamu bisa tiru dan kemudian modifikasi. Kadang tolok ukur dari makanan dan minuman soal enak dan tidaknya sangat relatif. Kamu tidak bisa membuat produk yang bisa disukai oleh semua orang dari anak kecil sampai kakek-kakek. Fokuskan produk pada target market tertentu.

  1. Marketing Fokus pada Konsumen 

Kepuasan konsumen adalah segalanya. Affa memberi contoh soal pengalaman menjalankan Munim. Pertama berdiri pada 16 Februari 2019, outlet pertama hanya dalam bentuk kios kecil dengan plang. Saat itu yang menjadi fokus adalah produk yang enak. Kebetulan tren minuman memang sedang naik daun.

Namun, lama-lama tren ini jadi turun dan semakin menurun saat pandemi. Kompetitor pun mulai bermunculan. Kompetitor pun rupanya sudah pandai dalam membuat produk minuman yang lebih murah dan menyebabkan perilaku konsumen berubah.

“Dulu tahun 2017 saat awal bisnis minuman, saya jualan dengan grobakan mulai dari Rp10 ribu. sekarang minuman kekinian ada yang dijual dengan harga Rp5000 dengan outlet pakai AC,” jelas Affan.

Sebagai pelaku bisnis, kamu perlu menyesuaikan dengan perilaku konsumen.

“Produk saya sudah terbukti dengan penjualan yang bagus dan konsumen suka. Sekarang ditambah dengan membuat outlet yang ramah customer.”

Kamu perlu memberikan pengalaman pada konsumen. Misalnya harga minuman tetap Rp5000 (sama dengan kompetitor), tetapi kamu memberikan hal lain yang berbeda. Misalnya outlet ada AC, minumannya lebih oke, dan hal-hal lainnya. Dengan cara ini kamu tetap bisa bersaing dengan kompetitor.

  1. Marketing Fokus pada Brand Identity

Sama dengan manusia, kita punya identitas nama, umur tanggal lahir, tempat tinggal, tinggi, dan berat. Seperti itu pulalah identitas bagi sebuah brand.

Brand identity ini mencakup soal warna brand yang memudahkan customer tahu produk kita. Misalnya warna Munim adalah orange dan biru. Gunakan warna brand di mana-mana termasuk dalam kemasan produk kamu. Semakin sering customer melihat, semakin menempel brand kamu dalam otak mereka.

  1. Marketing yang Fokus pada Engagement 

Kamu perlu membangun komunikasi dua arah dengan customer. Cara melakukannya pun sangat mudah. Komunikasi ini bisa kamu bangun lewat Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp. Sebagai pelaku usaha, semua yang bisa kamu lakukan untuk memperbesar target market wajib kamu jalankan. Misalnya sedang ada promo atau pembukaan outlet baru, jangan lupa live di Instagram.

Menciptakan engagement dengan konten yang menarik memang agak sulit. Kamu membutuhkan kreativitas dan komitmen. Tidak cukup hanya membuat dua kali dalam sebulan, karena orang bisa cepat lupa. Menurut Affan, soal konten ini butuh budget karena itu juga masuk dalam skala prioritas terakhir.

“Fokuskan marketing pada produk. Setelah kepuasan konsumen dan brand identity terpenuhi baru fokus pada engagement. Karena bila fokus awal ada pada engagement seperti buat konten Instagram, endorsement, budget bisa hasil di situ sementara produk belum tentu disukai. Ini bisa membuat bisnis jadi gagal,” jelas Affan.

 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Demikianlah sejumlah poin penting tentang jenis packaging produk yang bisa meraup omzet yang bisa kamu pelajari dari Affan Arisga pemilik Munim Indonesia. Semoga bermanfaat. Informasi dalam bentuk video bisa kamu akses di bawah ini, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP