fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tanya Ahli: Tips Memikat Pelanggan Ala CEO Snazzy Boom

memikat pelanggan

Memikat pelanggan bukan sekadar layanan atau produk saja, tetapi juga hasil dari membangun emosi kedekatan dan kepercayaan dengan mereka. Hal ini, terutama di era digital, memiliki hubungan baik dengan pelanggan atau konsumen tentu menjadi kewajiban dari para pelaku bisnis. Dan inilah beberapa alasan pasti mengapa sangat penting untuk menjaga loyalitas pelanggan terutama untuk kemajuan bisnis. 

Mari simak tips menarik hati pelanggan ala Ryan Adham berikut ini, yuk!

Bangun Bisnis dari Nol

Tentu saja kita semua tahu bahwa memulai bisnis tidak terjadi dalam semalam. Membangun bisnis yang sukses ada pasang surutnya, dan salah satunya adalah masalah pelanggan, terutama untuk bisnis baru. Nah, di artikel Tanya Ahli kali ini kita akan menyimak penjelasan dari Ryan Adham Saputra Angkawijaya yang juga Founder & CEO Snazzy Boom tentang bagaimana cara memikat pelanggan. 

Ryan jatuh bangun dalam berbisnis sebelum dirinya sukses sebagai pengusaha muda dengan usaha kuliner Snazzy Boom. Bisnis snack arum manis yang ia miliki bermula dari “kepedihan” karena hanya bisa menghasilkan penjualan sebanyak 5 buah saja per hari. Namun kini, bisnis Ryan dan Snazzy Boom-nya sudah meraup untung hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

Ryan mengaku sejak kecil sudah sangat berminat untuk berbisnis. Tidak heran kalau akhirnya dia memilih untuk mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual di BINUS karena minatnya terhadap industri kreatif. Selain BINUS, ia juga sempat bersekolah bisnis di Sekolah Bisnis Umar Usman yang pemiliknya adalah pebisnis Ippho Santoso. 

Sumber Inspirasi Bisnis yang Tak Disangka-Sangka

Setelah sempat menekuni bermacam pekerjaan dan terbilang gagal, ia pun menemukan inspirasi saat datang ke pernikahan teman SMA-nya. Ia bertemu dengan penjual snack arum manis yang terkenal juga dengan sebutan “rambut nenek”. Ryan mengaku saat itu sedang kepo-keponya tentang arum manis karena sulit untuk menemukan jajanan ini di masa sekarang. Ia pun terbersit ide untuk berjualan snack lawas ini.

“Saat itu uang saya tinggal 3 jutaan setelah ditipu oleh rekan bisnis konveksi sebelumnya. Saya pun akhirnya kepoin tentang arum manis yang konon sudah ada dari zaman Dinasti Han, lalu dibawa ke Indonesia. Di Tiongkok sendiri namanya dragon beards alias janggut naga”, buka Ryan.

memikat pelangganTepat di tanggal 11 Januari 2017 Ryan pun akhirnya meluncurkan jenama snack-nya setelah kepo sana sini sekaligus menuntaskan keinginannya dalam melestarikan jajanan lokal sekaligus ketahanan pangan nusantara agar tidak punah.

“Jujur awalnya emang susah banget buat mengembangkan bisnis arum manis ini. Setelah kepoin latar belakang, analisa sana sini, maka saya pun akhirnya berfikir keras tentang mengubah mindset dari audiens jadi klien. Dalam hal ini klien itu seperti pelanggan atau konsumen kan perlu trik khusus untuk dipikat”, tukas Ryan dari webinar yang diselenggarakan oleh LummoSHOP beberapa waktu lalu. 

Menurut Ryan, branding adalah sebuah obat mujarab mengenali dunia bisnis lebih mendalam. “Branding pada akhirnya menjadikan produk sekaligus bisnis kita ikut mempengaruhi psikologi audiens. Segala keunikan dari produk yang kita buat akan memiliki daya tarik atau nilai tersendiri di mata audiens. Selain jadi lebih mudah terkenal, branding juga meningkatkan loyalitas klien dan saya pun akhirnya jadi tahu langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mempelajari target market”, kata Ryan yang di awal bisnisnya tidak memiliki karyawan dan secara door to door memasarkan produknya ke mall dan pasar.

Dalam webinar tersebut, Ryan memaparkan bahwa ada 5 strategi branding yang tepat dan termasuk cara sederhana dalam memikat pelanggan. Apa saja? Berikut adalah beberapa rahasianya.

  1. Terus Cari Tahu 

Proses kepo serta bagaimana cara kita kepoin calon klien atau calon konsumen atau audiens yang ingin kita sasar itu harus tepat sasaran. Bisa mulai dari konsisten menggunakan desain produk yang sama dan menarik mata, warna pada logo, slogan hingga cara berbahasa yang benar saat ingin memasarkan produk yang kita jual. Ryan mengungkapkan jangan pernah takut atau malu mencari tren di pasar dengan cara kepo termasuk di antaranya dengan kepoin kompetitor dan tentu saja audiens yang ingin kita tuju. Salah satu proses kepo yang pernah Ryan lakukan adalah memberikan survei kepada konsumen yang ia tuju dengan cara menyebarkan surveinya via media sosial seperti google form, whats app grup hingga mengirim pesan pribadi di Instagram.

  1. Memasarkan

Memikat pelanggan juga bisa kamu lakukan dengan melakukan testing produk secara terus menerus. Ryan mengatakan tidak ada salahnya menduplikasi produk kompetitor untuk kemudian menciptakan produk yang lebih baik. Cara ini akan membuat pemasaran produk menjadi lebih mudah. “Korelasinya sama seperti orang mencari kekasih atau bagaimana memikat klien agar menjadi pacar kita, semakin kita baik dalam berkomunikasi (memasarkan) maka tujuan penjualan pun tercapai”, kata Ryan. Lewat pemasaran yang tepat, kita juga bisa empati menjadi teman dengan ikut dalam aktivitas konsumen atau pelanggan dalam mengonsumsi produk kita. 

  1. Kemasan yang Eye-Catching

Ryan mengungkapkan kalau salah satu hal terpenting dalam sebuah produk adalah bagaimana membuat kemasan yang menarik dan tepat guna, serta tentu saja bisa membuat produk menjadi tahan lama. “Saya menemukan kemasan Snazzy Boom saat sedang ke modern market dan mendapatkan inspirasi dari kemasan keripik kentang”, kata Ryan. Sering-sering survei dan observasi menurut Ryan adalah cara menemukan kemasan yang tepat untuk produk kita.

  1. Slogan

Sebuah slogan menjadi kalimat penting dan jitu dalam membangkitkan brand positioning. Ryan mencontohkan misalnya kalimat untuk produknya Snazzy Boom adalah arum manis tradisional dengan konsep modern. Sebuah slogan hendaknya membuat sebuah “janji” kepada pelanggan, misalnya “jajanan bersertifikasi halal” atau “busana muslim yang sesuai akidah”  atau “warteg sehat harga murah”. Sebuah slogan dari brand adalah sebuah karakter yang memang ingin ditampilkan oleh para konsumen atau pelanggan. 

memikat hati pelanggan

  1. Duplikasi Pemasaran

Ryan mengungkapkan kalau produk arum manisnya tidak segan untuk melakukan titip jual di warung, lalu membuka stand di sekolahan maupun melebarkan sistem keagenan. Semua itu menurut Ryan harus kamu lakukan untuk mendekatkan diri pada konsumen. Menurut Ryan, mempelajari pemasaran lebih mendalam dan dekat dengan konsumen adalah cara jitu berjualan. “Kalau misalnya sepi jualan di coffee shop, ya saya membuka stand di rumah makan keluarga”, tukasnya.

Sebelum menutup sesi webinar pada hari itu, Ryan tidak lupa menuturkan pesan kepada semua pebisnis muda atau pun pemula bahwa hendaknya bisnis itu jangan dipandang sebelah mata atau minder atau pesimis, karena dunia bisnis adalah sebuah harapan untuk kemajuan ekonomi dan tidak ada yang tahu masa depan akan berjalan baik atau buruk kalau tidak ditekuni secara baik dan konsisten. “Saatnya mengukur diri dan lalu menciptakan cita-cita ingin bisnis kita seperti apa, mindset itu harus dikembangkan”, tutup Ryan.

Itu dia tips memikat pelanggan ala Ryan Adham. Selamat mencoba!