fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Teknik dan Tips Manajemen Waktu untuk Bisnis D2C

Pernahkah kamu mendengar “waktu adalah uang” atau “waktu adalah pedang”? Kedua ungkapan tersebut memang benar adanya dalam bisnis. Jika bisnis bisa mengatur waktu atau memanajemen waktu dengan baik, maka orderan akan membanjir dan tentunya uang bisnis alias pendapatan mengalami peningkatan. Di sisi sebaliknya, saat bisnis tidak bisa memanajemen waktu dengan baik, bisa jadi itu adalah akhir kehidupan sebuah bisnis. Kalau sudah demikian, bukankah waktu menjadi pedang alias mematikan?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pentingnya Manajemen Waktu dalam D2C

Sangatlah penting untuk mengatur waktu, apalagi untuk bisnis online. Jenis bisnis ini demikian cepat berkembang, dengan peminat yang tinggi. Penjualnya banyak, pembelinya juga banyak. Waktu menjadi sangat penting. Sekali orderan diabaikan bisa mempengaruhi penilaian pelanggan. Padahal bisa jadi pengabaian tersebut hanya dalam hitungan menit bahkan detik.

D2C atau direct to consumer sebagai model bisnis yang paling tepat untuk bisnis online yang ingin mem-branding dirinya dengan baik, juga penting untuk memanajemen waktu. Alasannya adalah sebagai berikut:

  • Dalam Direct to Consumer Pebisnis atau Bisnis Harus Mandiri

Segala hal yang berhubungan dengan konsumen harus diurus sendiri. Tentu saja tidak harus sendiri dalam artian sebenarnya. Namun tim yang mengurusnya haruslah dari satu bisnis. Oleh sebab tidak menggunakan jasa bisnis lain, maka manajemen waktu harus benar-benar menjadi perhatian.

  • Perlu Ketepatan dan Kecepatan dalam Melayani Pelanggan

Konsumen tentu menginginkan secepatnya barang atau jasa yang dipesannya datang. Maka perlu untuk mengatur alur waktu untuk pemrosesan barang atau jasa, sehingga bisa datang tepat waktu di hadapan pelanggan.

  • Kompetitor yang Semakin Banyak

Jika hari ini bisa jadi hanya bisnismu yang menerapkan D2C. Tidak ada jaminan untuk esok atau lusa. Bisa jadi yang menerapkannya sudah lebih dari 100 pebisnis. Ingat di masa keterbukaan seperti sekarang, segala metode lebih mudah untuk dipelajari dan diterapkan. Maka manajemen waktu terutama untuk fokus pada konsumen sangat penting dilakukan.

Demikian penting manajemen waktu dalam model bisnis direct to consumer, ada beberapa teknik manajemen waktu yang dapat kamu tirukan.

Teknik Manajemen Waktu

Manajemen waktuManajemen waktu secara sederhana bisa dilakukan dengan membuat penjadwalan untuk bisnis. Baik untuk produksi, pemasaran, dan mengenai pelayanan pelanggan. Mungkin kamu juga telah menerapkan teknik manajemen waktu tertentu. Bisa kreasimu sendiri atau menerapkan salah satu dari teknik berikut, yang disarikan dari Dare2Compete.

Teknik Timeboxing 

Teknik ini cukup sederhana, yakni dengan mengalokasikan waktu tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. Ibaratnya seperti membuat jadwal bertemu dengan calon pelanggan atau investor. Dalam teknik ini, terdapat empat langkah untuk melakukannya, yaitu:

  1. Rencanakan

    Tentu saja yang pertama dilakukan adalah membuat perencanaan hal apa saja yang akan dilakukan untuk periode waktu tertentu. Catat semua jangan sampai ada yang tertinggal.

  2. Bagi Waktu

    Baru kemudian buatlah tabel untuk membagi kegiatan yang kamu rencanakan, berdasarkan tanggal.

  3. Ambil Tindakan

    Setelah semuanya terbagi, untuk tindakan harus didahulukan yang paling prioritas. Baru kemudian yang lebih santai dan seterusnya.

  4. Revisi

    Langkah keempat ini adalah tindakan perbaikan atas jadwal yang sudah dibuat, berdasarkan tindakan yang sudah dilakukan. Revisi penting karena akan memberikan perbaikan jadwal dari waktu ke waktu.

Matrik Eisenhower 

Teknik manajemen waktu ini membagi kegiatan menjadi mendesak dan penting. Untuk prioritas yang dilaksanakan adalah yang penting dan mendesak. Sehingga pelaksanaan tekniknya adalah dalam bentuk kuadran atau tingkatan, yang terbagi menjadi 4:

  1. Lakukan

    Tugas pada kuadran ini adalah penting dan mendesak. Sehingga segala penundaan tidak diizinkan pada kuadran ini. Contohnya adalah pertemuan dengan investor yang memang sudah deal. Intinya harus dilakukan sekarang juga atau terjadwal secara ketat.

  2. Putuskan

    Tugas pada bagian ini penting tapi tidak mendesak. Contohnya: pengiriman email, WA ke pelanggan untuk promo, dan pemberian diskon terjadwal. Intinya bahwa kuadran kegiatan ini adalah penting untuk jangka panjang perusahaan. Namun, tidak mendesak untuk dilakukan. Sehingga harus tetap dijadwalkan, sementara pelaksanaannya bisa menunggu waktu yang lebih santai.

  3. Delegasikan

    Tugas di sini adalah masuk kategori tidak penting tapi mendesak. Contohnya, menghadiri peresmian pusat bisnis milik pemerintah. Menghadiri acara seperti itu adalah mendesak tetapi bisa didelegasikan kepada karyawan.

  4. Eliminasi

    Tugas pada kuadran ini tidak penting dan tidak mendesak, sehingga tidak perlu dilakukan. Tentu kamu sudah tahu kegiatan yang masuk pada kategori ini, seperti: bergosip, pamer nonbisnis di media sosial, dan masih banyak lainnya.

Teknik Pomodoro

Teknik ini dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an, dan paling sesuai diterapkan pada pekerjaan yang sifatnya proyek yang berulang atau berupa pengkodean. Singkatnya adalah suatu pekerjaan yang terbatas waktu, dengan beban pekerjaan yang cukup banyak dan berulang. Berikut adalah teknik untuk melakukannya:

  1. Kamu perlu mempersiapkan pengatur waktu.
  2. Tetapkan tugas untuk setiap sesi.
  3. Pertahankan setiap sesi selama 25 menit.
  4. Kerjakan tugas sampai bel berbunyi.
  5. Beristirahatlah selama 5 menit setiap sesi.
  6. Ulangi prosesnya. (Pomodoro)
  7. Beristirahatlah yang cukup lama setelah kamu merasa lelah.
  8. Lacak kemajuanmu.

Teknik SMART

Teknik ini diperkenalkan pertama kali oleh George T. Doran dalam Management Review edisi November 1981. SMART merupakan singkatan dari:

  • Specific

    Maknanya adalah kegiatan yang akan dilakukan memiliki tujuan spesifik, termasuk sumber daya manusia dan modal yang akan melakukannya.

  • Measurable

    Kemudian kegiatan tersebut harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.

  • Achievable

    Kegiatan dengan fokusnya memang dapat dicapai atau dilaksanakan.

  • Relevan

    Kegiatan yang dilakukan harus relevan dengan kondisi yang ada, termasuk sumber daya manusia, modal dan pendukung lainnya.

  • Time

    Maksudnya kegiatan tersebut harus terikat waktu. Sehingga memang benar-benar bisa terwujud.

Metode SMART ini bisa jadi tuntunan kamu untuk menentukan bisnis online seperti apa yang akan kamu jalani. 

Metode Alpen

Teknik ALPEN ini dapat dipergunakan oleh kamu yang menerapkan jadwal harian, dengan penerapan prioritas yang konsisten. Bahkan untuk menyusunnya hanya butuh waktu sekitar 5 menit. ALPEN adalah singkatan dari:

  • Aufgaben

    Maknanya adalah menuliskan janji, tugas, dan rencana kegiatan yang akan dilakukan.

  • Lnge schätzen

Memperkirakan lamanya waktu untuk setiap kegiatan.

  • Pufferzeiten einplanen

Merencanakan waktu.

  • Entscheidungen treffen

Membuat keputusan mana yang akan dilaksanakan terlebih dahulu.

  • Nachkontrolle

Mengambil tindak lanjut atas jadwal yang telah dibuat.

Prinsip Pareto 

Sesuai namanya teknik manajemen waktu ini berasal dari ekonom Italia Vilfredo Federico Damaso Pareto. Dia terkenal karena prinsip 80/20 nya, yang salah satunya menyatakan bahwa 20% usaha bisa memberikan hasil hingga 80%.

Berikut adalah cara kerja manajemen waktu ala Pareto:

  1. Evaluasi Tugas

    Pilah tugas menjadi paling prioritas dan kurang menjadi prioritas.

  2. Pendelegasian Tugas

    Delegasikan tugas yang memang seharusnya bisa dilaksanakan oleh anak buahmu. Jika kamu masih single fighter dalam bisnis online-mu, kamu dapat menggunakan jasa pihak lain. Tindakan tersebut juga termasuk pendelegasian.

  3. Eliminasi Gangguan

    Hilangkan kegiatan yang nyatanya 80% menghabiskan tenagamu tapi hanya menghasilkan 20%. Dengan begitu kegiatan yang kamu lakukan menjadi lebih efisien dan efektif.

 

Tips Manajemen Waktu untuk Bisnis D2C

Banyak pilihan teknik manajemen waktu. Dalam model bisnis D2C kamu bisa menerapkan salah satunya atau mengkombinasikannya. Namun, secara keseluruhan tips manajemen waktu untuk bisnis online-mu dengan direct to consumer adalah sebagai berikut:

  • Pilih Kegiatan Paling Prioritas

    Karena kamu berbisnis, maka bisnis menjadi prioritasmu dan konsumen adalah fokusmu. Dahulukan kegiatan-kegiatan sehubungan dengan bisnis dan konsumen.

  • Atur Pendelegasian

    Bisnis sama dengan organisasi. Bisa dilakukan sendiri saat masih kecil. Namun, kamu sudah harus mulai mengatur pendelegasian, dengan semakin membesarnya bisnismu.

  • Buat Jadwal Secara Tertulis

    Selalu tulis rencana, jadwal atau prioritas yang sudah kamu tentukan. Karena rencana atau apa pun yang tidak tertulis, akan lebih sulit untuk direalisasikan.

  • Disiplin

    Manajemen waktu adalah tentang kedisiplinan. Bisa jadi jadwal yang kamu susun untuk bisnis online-mu sudah demikian bagus. Namun tanpa kedisiplinan untuk melaksanakannya, itu hanya tulisan yang tak bermakna.

  • Evaluasi

    Segala kegiatan terkait bisnis harus dilakukan evaluasi. Dengan demikian akan ada perbaikan terus-menerus.

Nah, sudah ada gambaran bukan bagaimana pentingnya manajemen waktu dan cara melakukannya. Kamu dapat sangat terbantu dengan adanya web untuk bisnis online-mu. Sebab didalamnya dilengkapi dengan catatan perilaku pelanggan, yang membantumu memutuskan prioritas kegiatan. Kamu dapat menggunakan jasa LummoSHOP untuk membuat web jualan online sesuai harapanmu.

Kini saatnya kamu mulai manajemen waktu, untuk mulai buka semua kemungkinan bisnis online-mu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP