fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tertarik Endorse Key Opinion Leader? Cek Empat Karakteristik Wajib KOL yang Apik

Content Creator

Berburu kuliner yang sedap tak lagi sulit semenjak banyak food vlogger bermunculan. Mereka biasa dilabeli sebagai Key Opinion Leader atau KOL. Review dari mereka, membuat kita lebih yakin untuk mencoba restoran atau masakan baru. Walau selera orang berbeda-beda, tapi setidaknya review jujur food vlogger bisa jadi bahan pertimbangan. 

Salah satu food vlogger acuan warga net Indonesia ialah Nex Carlos. Jumlah subscriber YouTube miliknya sudah lebih dari 4,2 juta pengikut. Jadi tidak aneh, kalau hampir setiap rumah makan atau restoran yang dia sambangi, setelah videonya diunggah, pasti bakal kebanjiran pembeli. 

Seperti dialami pemilik Nasi Lapau Bang Des alias Nasi Ganja di Medan. Setelah videonya diunggah pada Desember 2019, warung makan yang sudah populer di Medan ini makin kebanjiran konsumen. Menurut pengelola Nasi Lapau Bang Des, omzet warung makannya naik 30 persen setelah video Nex Carlos tayang. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

“Saya heran kok banyak pengunjung wajah-wajah baru yang datang dan makin ramai. Sampai salah satu pengunjung bilang, ini nasi ganja yang ditayangkan Bang Nex. Baru dari situ saya cari tahu,” ujar Rosa Yunita saat dikunjungi Nex Carlos kedua kalinya dan tayang di YouTube Nex Carlos pada Desember 2021. 

Lain lagi cerita sebuah warung bakmi bernama Mie Ahong di Jalan Ende, Tanjung Priok. Pemiliknya, Ahong, justru menghapus alamat warung bakminya dari Google Maps karena khawatir pembeli membludak. Ia merasa sudah terlalu tua, sehingga tidak kuat jika harus melayani pembeli dalam jumlah banyak. 

Cerita ini terungkap saat Nex Carlos mengunjungi Mie Ahong. Tapi apa daya, niat Ahong membatasi pengunjung sirna setelah kedatangan Nex. Menurut testimoni pengikut Nex Carlos dalam unggahan videonya, warung Bakmi Ahong justru kebanjiran pembeli setelah disambangi Nex. 

Dengan pengikut lebih dari 4,2 juta orang, wajar saja kalau rumah makan dan restoran yang dikunjungi Nex Carlos diburu banyak penikmat kuliner. Sampai-sampai, food vlogger dengan jargon ‘Makan Cuy’ ini dijuluki jin penglaris oleh para pengikutnya. Selain karena perawakannya, hampir setiap tempat yang ia kunjungi pasti langsung ramai pembeli. 

Nex secara tak sengaja berhasil meng ‘endorse’ banyak restoran dan rumah makan. Yang tadinya sepi jadi ramai pembeli, bahkan yang lokasinya di pelosok pun, tetap disambangi pemburu kuliner berkat rekomendasi Nex. 

Profesi seperti endorser, influencer, konten kreator, KOL, buzzer, sampai selebgram ini terus bermunculan seiring perkembangan dunia digital dan media sosial. 

Endorse ialah bentuk promosi atau iklan yang umum digunakan oleh banyak bisnis, entah makanan, pakaian, skincare, makeup, dan lainnya. Biasanya iklan dalam bentuk teks, foto, atau video dan tayang di media sosial. Sementara endorser merujuk pada orang yang melakukan kegiatan endorse

Apa bedanya dengan influencer? Influencer biasanya dibayar, sementara endorser hanya dikirimi produk yang akan di-review , lalu diunggah di media sosial milik endorser. Tapi ini bukan harga mati ya, karena memang belum ada ketentuan baku di dunia endorser dan influencer soal ini. Artinya, bisa saja endorser meminta bayaran. 

Nah, kalau KOL perannya hampir mirip dengan influencer, yakni menggiring opini publik agar tertarik dan mau membeli produk tertentu. Tapi KOL lebih spesifik. Biasanya KOL wajib punya minat sama dengan produk. Ambil contoh, produknya kosmetik, maka KOL yang dipakai ialah beauty vlogger. Atau kalau review  restoran, ya KOL-nya food vlogger atau yang ahli di bidang makanan. 

KOL akan mempengaruhi influencer. Para influencer akan menjadikan KOL sebagai rujukan mereka. Karena KOL dinilai memiliki kredibilitas sehingga pendapat mereka didengar bukan semata karena jumlah pengikutnya. 

Apa Keuntungan Menggunakan Jasa KOL untuk Bisnis?

Pertama, membantu kamu menargetkan audiens yang ideal sesuai target pasarmu. Karena KOL itu biasanya menyasar niche market kamu. KOL membantu kamu mengindentifikasi dan terlibat dengan audiens yang spesifik dengan produk jualan kamu. 

Kedua, membantu meningkatkan penjualan. Mayoritas konsumen akan mengikuti rekomendasi dari KOL karena dianggap kredibel dan memahami produk atau jasa yang ditawarkan. 

Ketiga, unggul dalam persaingan. Dalam bisnis apa pun, persaingan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kalau mau selangkah lebih maju, kamu bisa menggandeng KOL untuk promosi dan pemasaran. 

Keempat, menjangkau konsumen baru. Apalagi kalau brand toko online kamu masih baru, dan media sosial resmi milik tokomu belum punya banyak pengikut. Maka menghadirkan KOL akan efektif untuk membangun Brand Awareness, serta membuat konsumen-konsumen baru penasaran dan tertarik mengenal brand  milikmu lebih jauh. 

Yang perlu kamu ingat, KOL dan selebgram berbeda ya. Perbedaannya ada pada keterampilan pada bidang yang diminati. KOL lebih spesifik menguasai suatu bidang, tidak dengan selebgram. Tapi sebagai awalan, kamu bisa lebih dulu endorse selebgram

Kelima, manfaat KOL untuk bisnis lainnya ialah meningkatkan kredibilitas brand toko online kamu. Ya kalau yang mengulas produkmu ialah orang yang ahli di bidangnya tentu lebih dipercaya. Kalau produk yang kamu jualan ialah produk fashion, konsumen tentu lebih percaya ulasan seorang model ketimbang food vlogger

KOL (Key Opinion Leader)Supaya kamu tidak salah pilih, sebelum endorse KOL atau endorse influencer kamu mesti mengenali apakah mereka memiliki karakter berikut ini:

  • Konsitensi Soal Konten Pilar

Konten pilar ialah kumpulan topik utama yang akan dikembangkan menjadi konten. Biasanya si KOL ini mengembangkan sendiri topik tersebut tapi banyak juga yang dibantu tim kreatifnya. Kamu bisa lihat dulu kreativitas pengembangan konten dan kesesuaiannya dengan semangat brand kamu. Konten yang otentik dan unik tentu akan lebih disukai. 

  • Content is king

Konten media sosial yang bagus merupakan kombinasi visual dan penulisan yang dikelola dengan matang. Jadi bukan hanya topiknya yang bagus, tetapi eksekusi visual dan penulisannya juga harus kuat kalau mau membangun kepercayaan khalayak.  Lihat seberapa jauh KOL bisa memproduksi konten yang menarik, jelas, dan informatif. 

  • Engage dengan Pengikutnya

Jumlah follower memang penting untuk menilai layak tidaknya endorse KOL. Tapi ini bukan segalanya kalau si KOL tidak mengakrabkan diri dengan pengikutnya. Cek deh seberapa sering ia mengeluarkan konten giveaway, kuis, atau rajin membalas komentar pengikutnya. Karena kalau kelak kamu mau tingkat engagement konten kamu tinggi, ya kamu harus bekerja sama dengan KOL yang engage juga dengan pengikutnya. 

  • Tidak Kebanyakan Endorse

Endorse lah influencer atau KOL yang tidak kebanyakan konten endorse. Karena biasanya, KOL yang terlalu banyak konten endorse justru tidak engage dengan pengikutnya, bahkan mungkin saja pengikutnya fiktif atau BOT. 

  • Reputasi Offline Baik

Endorse KOL sebaiknya yang punya keterampilan dan pengetahuan terkait produk yang kamu tawarkan. Karenanya penting untuk tahu reputasinya di dunia nyata, tidak hanya di dunia maya. Kalau reputasi secara offline baik, maka apa yang dia sampaikan di dunia maya seharusnya juga bukan tipu-tipu. 

Biaya endorse KOL memang bervariasi. Umumnya, semakin banyak pengikutnya semakin mahal biaya endorse mereka. Walau begitu, jumlah pengikut bukan komponen satu-satunya, rasio klik, engagement, dan indikator lain juga sama pentingnya. Namun jika dibandingkan endorse selebritas atau endorse selebgram, merekrut KOL bisa jadi lebih murah. Apalagi jika di selebgram atau artis sudah punya nama besar dan pengikut jutaan. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Endorse KOL, influencer, atau endorse selebgram apa pun itu, rasanya sudah harus masuk dalam strategi pemasaran toko online kamu tahun ini. Biar bagaimanapun kekuatan media sosial tidak boleh diabaikan dan menjadi keniscayaan di masa depan. Yuk, mulai kepoin siapa saja KOL yang sekiranya cocok untuk membawa pesan dari brand milikmu. 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP