fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tingkatkan Engagement di Media Sosial, Begini Caranya!

engagement 01

Menjaga engagement dengan audiens di media sosial adalah suatu keharusan supaya proses marketing berjalan relevan. Melansir dari Katie Sehl dan Shannon Tien pada artikel di hootsuite, engagement merupakan interaksi sosial yang terjadi antara pemilik akun dengan audiensnya. Interaksi sosial di sini tentunya berjalan secara virtual.

Kaitan dengan Media Sosial

Istilah tersebut menjadi salah satu tolok ukur berhasil atau tidaknya konten yang kamu buat di media sosial. Masih menurut hootsuite, tingginya angka followers sebuah akun sosial media bisnis untuk memasarkan produk dan jasa, bukanlah patokan relevan jika kamu ingin memiliki konsumen loyal dari followers dan audiens tersebut.

Orang-orang yang bersedia meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan akun pebisnis, mereka ini merupakan konsumen loyal atau calon konsumen potensial di kemudian hari. Interaksi itu terjadi dengan cara yang lebih aktif. Bukan sekadar like, view dan give reactions tetapi juga memberikan komen, save, share, re-tweet dan mention.

Ada beberapa referensi kalkulator untuk menghitung metriknya. Hal itu akan membantumu menganalisis kinerja dari social media marketing yang sudah kamu lakukan. Kamu bisa mempelajari metode ERR, ER post dan lainnya di hootsuite atau bisa juga mencoba kalkulator yang tersedia di Grin

Baca Juga: Pentingnya Jumlah Follower Instagram Untuk Bisnis Online Kamu dan Cara Meningkatkannya

Indikator Engagement dengan Rate Tinggi

engagement 02Jika kamu sudah menerapkan marketing di media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook dan TikTok, Kamu juga memperhatikan arti penting dari engagement dengan followers, subscribers dan audiens. Maka, berhasil atau tidaknya kamu membangun engagement akan terlihat dari persentase interaksi yang terjadi. 

Kamu dapat mempelajarinya di findyourinfluencer untuk menciptakan interaksi di Instagram. Jika interaksi akun Instagram pebisnis dengan followers Instagram masih kurang dari 1%, maka pebisnis perlu mempelajari tentang membuat konten yang mencuri perhatian.

Engagement Rate atau ER Instagram di angka 1-3,5% itu sudah cukup baik karena pada umumnya ini adalah angka yang kebanyakan berhasil dicapai pemilik akun Instagram. Sementara itu, angka 3,5-6% termasuk kategori tinggi dalam membangun tingkat interaksi dengan followers. Sedangkan, bila 6% ke atas berarti sangat tinggi interaksinya.

Sementara itu, untuk referensi kalkulasi di TikTok dan Youtube, kamu bisa menulis kata kunci di Google sebagai berikut: engagement rate calculator TikTok and Youtube. Kamu akan segera mengetahuinya.

Baca Juga: 9 Cara Menambah Viewer YouTube Video Brand Milikmu

Mengelola Engagement dengan Konsumen

Keberhasilanmu dalam membuat ER yang tinggi bisa bermanfaat untuk bisnismu. Menurut Gallup pada clevertap, konsumen yang memiliki engagement baik pada apa yang kita post, memiliki potensi 23% lebih tinggi dalam memberikan keuntungan bagi produk atau jasa yang kamu tawarkan. 

Cara melihat engagement dengan konsumen sudah terjalin baik ialah dengan melihat respons aktif dari konsumen dalam keterlibatan di gimmick, gift atau offer yang kamu lakukan. Respons mereka adalah salah satu penanda bahwa konsumen memang loyal, memiliki keingintahuan pada bisnismu dan merespons “pesan” yang kamu sampaikan. 

Engagement yang baik akan menghasilkan respons dari followers, sementara yang biasa saja, mungkin hanya akan memperoleh feedback berupa like. Misalnya, jika platform media sosial yang kamu gunakan adalah Instagram, maka kemunculan akunmu di laman feed updates, reels dan explore followers akan terus ada dan direkomendasikan.

Selain itu, mereka melakukan save and share kepada user Instagram lain meski bukan followers akunmu. Hal-hal itulah yang menjadi tolak ukur ER yang baik. Sementara jika di TikTok, tolak ukurnya bisa dengan pasti direkomendasikan kepada user lain atau muncul di FYP.

Gunakan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) 

engagement 03Setelah kamu memperoleh gambaran tentang ER dan bagaimana cara bekerjanya, mari kita simak contoh produk atau jasa di Indonesia yang berhasil membangun engagement dengan followers di Instagram, Hal itu tentu berdampak pada revenue langsung pada produk yang mereka jual. 

  1. @azarinecosmeticofficial, brand kosmetik lokal Indonesia yang mengedepankan bahan-bahan alami. Azarine mencuri perhatian para beauty lovers karena memiliki kualitas yang sama baiknya dengan kosmetik impor yang hits dari Korea. 
  2. @pst0re, jasa penjualan handphone dengan ratusan cabang di Indonesia dan mengklaim sebagai pusat penjualan handphone dengan harga termurah. Pemilik PStore juga berhasil berkolaborasi dengan banyak influencer papan atas di Indonesia, tidak heran ER-nya pun terlihat sangat tinggi. 
  3. @mie.gacoan, brand restoran lokal dengan menu andalan mi pedas, dengan cabang tersebar di puluhan kota di Indonesia.
  4. @zapcoid, jasa klinik kecantikan untuk waxing yang sudah eksis satu dekade terakhir dan telah tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Pentingnya Loyalty Program untuk Pelanggan

Tips Tingkatkan Engagement Rate di Media Sosial

Berikut ini adalah tips dari digital kreator Niko Julius, untuk meningkatkan engagement di akun Instagrammu yang akan berguna untuk bisnismu juga. 

Rancang caption sekreatif mungkin

Menurut survei Later Fohr di tahun 2020, yang terbaik adalah caption dengan panjang 1000 karakter. Ternyata, caption panjang tidak membuat followers jadi malas membacanya namun justru hasil survei menyatakan sebaliknya. Asalkan, kontennya harus kreatif dan relevan.

Buat konten yang saveable dan shareable

Kamu perlu mengingat bahwa jumlah save dan share merupakan komponen kalkulasi jumlah engagement. Konten yang saveable dan shareable biasanya membuat followers tertarik karena memperoleh value yang relevan dengan kebutuhannya, bukan sekedar iklan produk.

Membuat konten dengan mengikuti tren yang viral

Jangan lupa untuk stay productive dengan konten-konten yang edukatif dan tidak mengulang-ulang post yang sama. Sebab, setiap tren memiliki life span dan akan berganti secara cepat. Pastikan kontenmu selalu relevan dengan apa yang konsumen butuhkan.

Jangan ragu untuk menerapkan variasi konten

Misal, jangan melulu mengunggah foto produk, tapi bisa juga carousel, video, atau gimmick. Semakin kamu kreatif, maka followers akan semakin tertarik terhadap kontenmu dan lebih jauh tertarik kepada produk atau bisnis yang kamu tawarkan.

Ketahui most active time dari followers

Untuk mengetahuinya, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di Instagram. Namun, secara umum, jam posting terbaik untuk engagement tinggi adalah pada pukul 7.00-11.00 dan 16.00-21.00. 

Berkolaborasi dengan influencer, konten kreator atau sesama pebisnis

Kolaborasi itu secara tidak langsung pebisnis akan “menyapa” followers dari kolaborator. Tidak menutup kemungkinan juga mereka akan menjadi konsumen potensial. 

 

Itu dia berbagai tips yang berguna untuk bisnismu. Selain itu, jangan lupa untuk selalu fokus pada prinsip marketing dan penjualan. Karena, setinggi apa pun ER-nya, tidak akan berarti jika tidak berimbang dengan revenue yang baik dari sisi penjualan produk atau jasa bisnismu.

Di sisi lain, ada juga bisnis yang sudah sangat masif untuk revenue-nya dan menjadi big company seperti @kopikenangan.id. Padahal, jumlah followers-nya justru ada di bawah 500 ribu. Artinya, kamu harus terus mencoba dan bersemangat dalam menyelaraskan trik marketing dan fokus penjualan. Tetap semangat!

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: