fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Tips Food Photography Buat Nambah Daya Tarik Jualan Makananmu

Food Photography

Jujur saja, foto makanan sering kali terlihat menggiurkan, ya. Baik melihat foto makanan yang berseliweran di media sosial, buku resep, atau media lain. Kadang kala, kita refleks memesan atau membeli makanan tersebut, karena tampilan fotonya yang bikin ngiler. Ayo, siapa yang seperti ini? Inilah kekuatan food photography. 

Apa itu Food Photography?

Fotografi di masa lalu adalah ilmu dan skill yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, dunia fotografi pun dapat dilakukan oleh kalangan yang lebih luas. Beragam genre atau jenis seni fotografi juga muncul, seperti landscape photography, wildlife photography, portrait photography, fashion photography, street photography, dan banyak lagi, termasuk yang akan kita bahas, yakni food photography.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan food photography? Sederhananya, food photography adalah foto tentang makanan. Tetapi, sekadar itu sajakah? Tentu saja tidak. Food photography adalah genre fotografi yang menjadikan makanan sebagai subjek dan bertujuan mengabadikan segala macam bentuk makanan yang diatur sedemikian rupa, sehingga makanan tersebut terlihat menggoda.

Foto pertama yang memperlihatkan makanan sebagai sebuah subjek ternyata sudah cukup lama, lho, yakni tahun 1845. Foto yang menunjukkan buah peach dan nanas itu William Henry Fox Talbot buat. Pada masa itu, fotografer cenderung memotret makanan dengan angle datar. Yaitu, cara seseorang menyantap suatu makanan dengan setting di meja makan. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Selanjutnya, food photography berkembang dengan menambahkan pencahayaan yang romantis, sudut pengambilan gambar yang lebih baik, serta properti atau kelengkapan memotret yang lebih banyak.  

Pada satu fase, food photography pernah memiliki reputasi yang buruk. Dilansir dari brentherrig.com, hal itu dikarenakan beberapa stylist diketahui menggunakan properti non-edible yang terlihat seperti makanan, tapi sebenarnya bukan. Beberapa fotografer juga kedapatan memanipulasi porsi makanan di dalam foto, sehingga mengecewakan konsumen. Belajar dari kasus-kasus tersebut, fotografer profesional khusus fotografi makanan lebih berfokus untuk menghasilkan foto makanan yang terlihat natural, akurat, dan menarik.

Mengapa Food Photography Penting?

Food Photography

Makanan dapat menjadi pengikat yang kuat terhadap memori dan emosi. Aroma yang tercium dari sebuah makanan mungkin dapat membawa kita ke masa kecil, kampung halaman, atau pengalaman berkesan lainnya. Sebuah gambar atau foto makanan yang terlihat lezat dapat membuat kita meneguk ludah. Hmm, pasti kamu pernah mengalami hal seperti ini, kan?

Secara budaya dan kehidupan sosial, makanan juga hal yang penting. Sebuah makanan tertentu dapat menjadi sebuah perayaan atau hari khusus. Ketupat dan opor ayam misalnya, lekat dengan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Ginger cookies biasanya ada saat Hari Natal. Di Amerika, warga terbiasa menyantap kalkun panggang saat merayakan Thanksgiving. Dan, masih banyak lagi.

Makanan akan selalu membangkitkan indra, menyentuh kehidupan pribadi, hingga ruang publik. Makanan bisa bersifat politis, religius, komersial, kreatif, simbolis, nasional, dan regional. Kompleksitas bentuk, makna makanan, dan fakta bahwa makanan adalah sebuah subjek yang paling banyak difoto di sepanjang sejarah fotografi, membuat food photography adalah jenis fotografi yang diperlukan banyak jenis bisnis dan publikasi. 

Sajian makanan yang sama, bisa terlihat berbeda, mengesankan, dan sangat menarik, tergantung pada cara makanan tersebut dipotret. Di sinilah pentingnya food photography. 

Beragam Bidang Membutuhkan Food Photography

Dalam industri kuliner, seperti produsen makanan, rumah produksi, periklanan, hotel, kafe, dan lainnya, mutlak membutuhkan fotografi. Berkembangnya e-commerce juga membuat kebutuhan foto makanan yang dijual di berbagai marketplace, makin tinggi. Oleh karena itu, pelaku fotografi makanan makin dicari, karena foto makanan juga berguna untuk membuat kemasan suatu produk. 

Secara umum, fotografi makanan terbagi menjadi dua, yaitu commercial food photography dan editorial food photography. Berikut ini kami jelaskan lebih detail jenis-jenis keduanya, seperti dilansir dari format.com.

  1. Commercial Food Photography

    • Fotografi Produk (Product Photography)

Secara sederhana, product photography adalah foto-foto kemasan suatu makanan. Kamu pasti pernah memperhatikan foto yang ada dalam kemasan suatu makanan, misalnya foto kacang, sereal, atau secangkir kopi. Dapat juga berupa gambar produk yang kamu lihat saat membeli suatu makanan secara online.

    • Periklanan (Advertisements)

Iklan ada di mana-mana. Tak perlu heran bila banyak perusahaan yang sangat membutuhkan fotografer untuk memotret produk makanan mereka dengan cara yang menarik, agar dapat mereka iklankan dan menggapai konsumen lebih luas. 

  1. Editorial Food Photography

    • Buku Resep (Cook Books)

Foto-foto di dalam buku resep, tak melulu merupakan foto-foto makanan yang sudah jadi. Kadang kala, berupa foto-foto penulis/pemilik resep sedang memeragakan pembuatan makanan atau bahkan, foto sebuah keluarga sedang menikmati makanan yang ada di dalam buku resep tersebut. 

    • Lifestyle

Kamu mungkin sering melihat di media sosial, foto seorang selebriti atau influencer dengan produk makanan tertentu. Tujuan dari jenis fotografi makanan ini memang memperlihatkan produk makanan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, seorang influencer sedang makan camilan favoritnya bersama teman-temannya. Dalam hal ini, makanan mungkin tidak menjadi fokus dalam foto, tetapi secara jelas terlihat.

    • Dokumenter

Jenis fotografi makanan ini menyajikan sebuah cerita yang dapat membantu pembaca memahami sesuatu, seperti cara produksi makanan, asal makanan, dan kenapa makanan itu dibuat. 

Food Photography adalah Seni

Food Photography

Seperti genre fotografi lainnya, fotografi makanan adalah sebuah seni. Mengutip dari pixpa.com, food photography adalah seni menyajikan sebuah makanan yang kita makan dalam dimensi yang baru atau berbeda. Mengonsumsi makanan adalah pengalaman sensorik. Saat kita makan, otak kita tak hanya berfokus pada rupa makanan tersebut, tetapi juga aroma dan kesan yang muncul dari keseluruhan penyajian makanan. Bisa jadi kita mendengar sendok beradu dengan piring dan itu adalah seni tersendiri yang mestinya juga muncul dari sebuah foto makanan.

Dalam journal.moselo.com, disebutkan bahwa mengambil foto yang bagus dari makanan adalah keterampilan yang belum tentu bisa dilakukan semua orang. Kamera bagus dan lensa profesional memang dapat menghasilkan foto yang bagus, tetapi tak sekadar itu. Seorang fotografer perlu memiliki kemampuan dan mengerti cara untuk mendapatkan komposisi yang indah saat memotret makanan.

Makanan adalah subjek foto yang kadang cukup sulit. Sebab, makanan dapat mencair, mendingin, atau kehilangan daya tarik. Karena itu, food photography adalah pekerjaan kolaborasi antara pengarah properti foto (prop stylist), penata gaya (food stylist), ahli pencahayaan, dan tentunya fotografer, agar dapat memotret makanan pada waktu yang tepat. 

Fotografi makanan yang bagus harus menonjolkan ciri-ciri terbaik makanan tersebut dan membuat seseorang tergiur hanya dengan melihat foto. Seorang fotografer harus memperhatikan warna dan tekstur dari piring ataupun elemen pendukung lainnya, tidak diredam atau disembunyikan. Fotografer membuat makanan terlihat lebih hidup dengan warna yang menakjubkan dan komposisi yang indah.

Peran Food Stylist dalam Fotografi Makanan

Seorang fotografer yang baik tentu saja dibutuhkan untuk menangkap esensi dari makanan yang dijadikan sebagai objek foto. Namun, yang tak kalah penting dalam fotografi makanan adalah food stylist atau penata gaya.

Tugas food stylist adalah mengatur makanan agar tampak bagus dari atas, dengan barang-barang yang disusun rata di atas piring dan dipisahkan satu sama lain dengan jelas. Selain itu, food stylist juga berusaha membuat makanan terlihat menarik dalam foto yang sudah jadi. Dalam hal ini butuh pengetahuan visual. Yakni menerjemahkan rasa, aroma, dan daya tarik suatu makanan ke dalam bentuk foto dua dimensi.

Akan sangat baik bila seorang food stylist mengikuti pelatihan kuliner. Selain akan mendapatkan pengetahuan tentang nutrisi dan teknik memasak, dengan mengikuti pelatihan kuliner, food stylist juga dapat membayangkan foto yang sudah jadi dan menyesuaikan dengan makanannya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

5 Tips Food Photography

  1. Menggunakan properti yang tepat

Melakukan perencanaan merupakan salah satu tips food photography, sebelum memulai ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dan disiapkan seperti peralatan makanan yang sesuai dan juga sederhana, hal tersebut nantinya akan menghasilkan foto yang sesuai dan terlihat profesional untuk dilihat. Tidak hanya memilih properti memperhatkan warna properti yang pas dan kontras dengan makanan yang akan difoto, warna properti yang sesuai nantinya akan memberikan efek natural pada foto serta foto terlihat lebih menarik dan lebih segar.

  1. Plating semenarik mungkin

Tips dan juga teknik ke 2 yaitu yang tidak boleh terlewatkan, yaitu platting semenarik mungkin atau menghias makanan semenarik mungkin, dengan menghias makanan yang akan di foto, maka hasil foto juga akan lebih menarik dan memiliki kesan dan daya tarik terendiri.

Bayangkan jika hendak memfoto makanan dan makanan terssebut tidak dihias dan kesan yang akan diterima bahwa foto makanan tersebut tidak menarik dan pelanggan enggah membeli jika foto tersebut ada di daftar menu makanan sebuah restoran.

  1. Tentukan angle yang tepat

Tips yang ketiga yaitu menentukan angle yang tepat, biasanya seorang fotografer akan menemukan angle yang sesuai untuk semua makanan yang akan difoto. Karena dengan menemukan angle yang pas saat akan melakukan foto makanan, akan memberikan nilai lebih pada sebuah foto makanan tersebut agar lebih terlihat profesional. Tidak hanya menentukan 1 angle yang sesuai kamu juga perlu mencoba beberapa angle yang berbeda disetiap pemotretan, hal tersebut akan menambah variasi foto yang dihasilkan.

  1. Perhatikan kontras dan pencahayaan

Beberapa hal penting yang tidak dapat dilupakan saat melakukan segala pemotretan yaitu memperhatikan cahaya dan kontras, tanpa adanya cahaya yang cukup, hasil tangkapan dari lensa kamerapun tidak akan maksimal. Tidak lupa kamu harus bisa mengontrol cahaya yang ada diruangan atau diluar ruangan untuk memotret makanan.

Agar hasil makanan tidak terlihat pucat, kamu harus memperhatikan kontra, dengan menambahkan beberapa taburan atau hiasan warna warni agar terlihat lebih segar.

  1. Siapkan kamera dan tripod

Tips yang terakhir yaitu mempersiapkan peralatan untuk foto, seperti kamera, handphone, dan juga tripod, kamu dapat menyesuaikan kebutuhan menggunakan kamera atau kamera handphone, jika kamu ingin mendapatkan hasil yang lebih jelas dan tajam kamu dapat menggunakan kamera mirrorrless atau kamera DSRL untuk memfoto, jika kamu merasa kamera handphone sudah cukup untuk memfoto makanan, kamu dapat menggunakan kamera handphone saja.

Tidak lupa kamu juga harus mempersiapkan sebuah tripod agar hasil foto lebih presisi dan lebih tegak, serta hasil foto lebih fokus dan akan mengurangi getaran tangan saat memfoto makanan.

Ternyata fotografi makanan sangat menarik, ya. Apakah kamu memiliki bisnis makanan? Kalau ya, kamu dapat mempertimbangkan untuk menseriusi tampilan produk makananmu melalui food photography.