fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tips Memulai Usaha Frozen Food, Wajib Disimak!

usaha frozen food

Usaha frozen food atau makanan beku menjadi usaha rumahan yang kian digemari saat pandemi. Bisnis ini menawarkan banyak peluang untuk kamu. Kamu bisa menjadi produsen yang mengolah makanan dan menjualnya dalam bentuk beku, menjadi reseller dengan menjualkan produk frozen food produsen lain, hingga menjadi dropshipper. Semua peluang tersebut terbuka untuk kamu coba.

Walau usaha frozen food bisa menjadi bisnis rumahan, namun jika kamu mengelolanya dengan sungguh-sungguh, bisnis ini akan menghasilkan omzet yang lumayan besar. Apalagi peluang bisnis ini kian besar seiring dengan pandemi yang membuat masyarakat lebih banyak meluangkan waktu kerja dan sekolah dari rumah. 

Mengapa frozen food banyak peminatnya? Frozen food adalah makanan olahan yang diawetkan dengan cara dibekukan. Dengan begitu, frozen food awet untuk disimpan di kulkas selama beberapa hari hingga minggu dan mudah dimasak kapan saja. Nah, untuk kamu yang ingin memulai bisnis ini, ada baiknya kamu menyimak keunggulan dan tips bisnis frozen food berikut ini.

Keunggulan Bisnis Makanan Beku

Sebelum membahas tips usaha frozen food, ada baiknya kamu mengetahui keunggulan bisnis ini. Seperti penjelasan di atas, bisnis frozen food semakin disukai karena praktis dan cocok dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Kondisinya yang beku total membuat frozen food bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Jika ingin dikonsumsi, kamu bisa menghangatkan makanan ini dengan cara merebus atau menggorengnya. Karena itulah jenis makanan ini lebih praktis ketimbang memasak dari bahan mentah.

Peluang bisnis ini juga semakin besar seiring dengan kenaikan tingkat perekonomian masyarakat. Dengan perekonomian yang bagus, saat ini hampir semua rumah tangga memiliki lemari es yang lengkap dengan freezer. Dengan begitu target konsumen frozen food bertambah. Belum lagi jenisnya yang semakin beragam, membuat makanan beku ini kian digemari.

Tips Memulai Usaha Frozen Food

Setidaknya ada 3 jenis usaha frozen food yang bisa kamu jalani. Pertama, menjadi produsen rumahan. Kedua, menjadi reseller frozen food yang menjualkan produk dari produsen, baik itu produsen rumahan maupun industri. Ketiga, menjadi dropshipper yang menjadi perantara pembelian frozen food di toko online.

Selain berbeda skema bisnis, menjadi produsen, reseller, atau dropshiper juga membedakan besarnya modal dan waktu yang kamu perlukan. Menjadi produsen membutuhkan modal dan waktu yang lebih banyak. Untuk menjadi reseller, butuh modal tempat penyimpanan berupa freezer untuk stok. Sedangkan dengan menjadi dropshipper, modalnya paling ringan. 

Untuk lebih jelasnya, ini tips memulai usaha frozen food.

  1. Lakukan survei lebih dulu

Sebelum memulai usaha frozen food, baik menjadi produsen, reseller atau dropshipper, ada baiknya kamu melakukan survei terlebih dahulu. Survei dilakukan agar kamu bisa menentukan jenis produk yang paling tepat, laris, dan memiliki selling point yang tinggi.

Survei atau riset juga penting untuk mengenali kompetitor, mendapatkan bahan baku murah, dan cara pengolahan juga pengemasan makanan yang baik. Dengan begitu maka produk kamu tidak akan kalah dari kompetitor. Langkah ini juga penting untuk menentukan target pasar untuk produk yang sedang kamu jual.

  1. Tentukan produk yang mau dibuat atau dijual

Setelah melakukan survei, maka kamu perlu menentukan produknya. Ada banyak sekali jenis makanan beku yang dapat kamu pilih dan banyak peminatnya, antara lain, bakso, daging sapi iris, sosis, daging ayam dan ikan, siomay, nugget, tempura, fish stick, dan dimsum.

Sesuaikan produk dengan kebutuhan lingkungan tempat tinggal dan target pasar. Contohnya, jika lingkungan banyak anak kecil maka kamu bisa menambah stok produk sosis dan nugget. Pilihlah produk frozen food yang unik dan berbeda sehingga produk kamu memiliki positioning yang baik ketimbang produk lain.

usaha frozen foodJenis frozen food yang bisa jadi pilihan;

  • Makanan siap masak

Jenis ini adalah makanan beku yang penyajiannya cukup sederhana dan bisa langsung disantap. Kamu hanya perlu menggoreng, merebus, mengukus, atau membakarnya. Makanan yang masuk dalam kategori ini adalah nugget, sosis, dimsum, bakso, dan lainnya.

  • Makanan siap santap

Berbeda dengan makanan siap masak, frozen food siap santap lebih praktis karena hanya perlu dihangatkan saja. Makanan jenis ini biasanya sudah berbumbu dan sudah matang 100%.

  • Makanan siap olah

Hidangan jenis ini biasanya adalah daging sapi segar, daging ayam segar, dan ikan segar.

  • Sayur dan buah beku

Ada juga jenis frozen food dalam bentuk sayur dan buah. Selain untuk kebutuhan pembuatan juice, sayur dan buah beku bisa untuk garnish atau tambahan makanan yang lain, seperti kentang goreng ataupun jagung beku.

  1. Pastikan makanan kamu aman dan berlisensi 

Lisensi makanan menjadi salah satu hal penting dalam bisnis kuliner. Untuk kamu yang memproduksi frozen food sendiri, ada baiknya kamu perlu mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Lebih bagus jika kamu mengurus registrasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sertifikat halal.

Untuk kamu yang ingin menjadi reseller atau dropshipper, kamu juga perlu memastikan produk yang kamu jual sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. Ini penting, karena akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat dan menghindarkan dari kejadian yang tidak diinginkan di masa datang.

  1. Perhatikan kemasan dan tanggal kadaluarsa

    Frozen food memiliki tanggal kadarluwarsa. Untuk itu, pastikan setiap produk memiliki tanggal kadarluwarsa yang panjang. Jangan lupa juga untuk mengecek batas kadaluarsa produk secara berkala agar pelanggan tidak kecewa. Cek juga setiap kemasan dalam kondisi baik, tidak bolong, sobek, atau cacat.

  2. Siapkan modal dan peralatan

    Untuk modal dan peralatan, ada perbedaan yang cukup besar antara kamu yang ingin menjadi produsen, reseller, atau dropshipper frozen food. Kalau berniat untuk mengolah sendiri bahan mentah menjadi frozen food, kamu tentunya butuh peralatan yang lebih banyak.

Selain freezer, kamu juga perlu menyediakan peralatan lain seperti penggiling daging atau food processor, kemasan kedap udara, alat vakum, dan juga alat press. Jangan lupakan juga, untuk memproduksi sendiri, perlu kemampuan dan keahlian dalam mengolah makanan. 

Sedangkan jika ingin jadi reseller, peralatan yang wajib kamu punya adalah lemari pembeku atau freezer dengan kapasitas besar. Selain ini kamu juga perlu mengumpulkan modal untuk membeli stok produk frozen food.

Ingat, kunci bisnis makanan beku adalah media penyimpanan dan kemasan yang baik. Dengan suhu yang terjaga, maka produk akan aman dan siap dijual dalam kondisi segar. Sebaliknya, jika penyimpanan kurang baik, makanan cepat busuk sehingga tidak bisa dijual. Pastikan kamu menggunakan plastik khusus untuk kemasan makanan beku. 

Cara menyimpan frozen food yang benar

Umumnya plastik pembungkus frozen food tidak memiliki pori sehingga makanan jadi lebih tahan lama. Makanan beku sebelum dimasukkan ke dalam plastik juga harus di vakum dulu untuk mengeluarkan udara dari dalam kemasan.

Merujuk situs Qoala, berikut ini lama penyimpanan yang dianjurkan untuk makanan beku.

    • Hot dog: Mampu bertahan dalam kondisi tertutup selama 1 minggu pada suhu di bawah 4°C, dan bertahan 1-2 bulan pada suhu -17°C. Sedangkan pada kemasan yang belum pernah dibuka akan bertahan selama 2 minggu pada suhu di bawah 4°C, dan bertahan 1-2 bulan pada suhu -17°C.
    • Sosis, ayam, dan daging: Mampu bertahan pada kondisi mentah selama 1-2 hari pada suhu di bawah 4°C, dan bertahan 1-2 bulan pada suhu -17°C. Sedangkan pada kondisi matang akan bertahan selama 1 minggu pada suhu di bawah 4°C dan 1-2 bulan pada suhu -17°C.
    • Hamburger dan daging giling: Mampu bertahan selama 1-2 hari pada suhu di bawah 4°C, dan 3-4 bulan pada suhu -17°C.
    • Nugget: Mampu bertahan selama 3-4 hari pada suhu di bawah 4°C, dan 1-3 bulan pada suhu -17°C.
    • Pizza: Mampu bertahan selama 3-4 hari pada suhu di bawah 4°C, dan 1-2 bulan pada suhu -17°C.

Inilah modal dan peralatan yang perlu kamu perhitungkan untuk memulai usaha frozen food:

    • Bahan baku untuk kamu yang ingin membuat sendiri makanan bekunya
    • Stok frozen food untuk yang ingin menjadi reseller.
    • Lemari pembeku atau freezer
    • Kemasan kedap udara
    • Alat press kemasan
    • Biaya operasional (tagihan listrik, ongkos transportasi, dan sebagainya)
    • Biaya promosi
    • Alat vakum kemasan
    • Biaya tenaga kerja

Untuk peralatan dan bahan yang dibeli di awal tak perlu langsung banyak. Sesuaikan dengan jumlah modal yang kamu miliki. Kamu bisa memulai bisnis ini dengan modal minimal Rp10 juta sampai dengan Rp20 juta tergantung berapa banyak stok produk.

  1. Bisa dijual beku atau sudah dimasak

Selain menjualnya dalam keadaan beku, sebenarnya kamu bisa menjualnya juga dalam bentuk siap makan dengan memasaknya terlebih dahulu. Kamu bisa menggoreng, merebus, atau membakar makanan untuk menyajikannya. Sebagai pelengkapnya, tambahkan berbagai macam saus. Langkah ini bisa menjadi menambah omzet harian kamu.

  1. Jangan lupa promosi

Setelah semua persiapan selesai, kamu bisa mulai melakukan promosi. Kamu bisa menggunakan cara promosi lama, dari mulut ke mulut atau dengan cara lebih modern. Contohnya berpromosi lewat internet, media sosial (Instagram, FB, Twitter), Whatsapp, dan jenis saluran yang lain. Dengan menggunakan media sosial maka promosi tidak hanya di sekitar rumah saja.

usaha frozen foodUntuk kamu yang memproduksi sendiri, kamu juga bisa mempromosikan produk kamu dengan menitipkan ke toko lain. Di awal-awal usaha, kamu bisa menggunakan kekuatan pertemanan dan keluarga terlebih dahulu. Jadikan mereka konsumen loyal kamu yang pertama. Untuk menarik pembeli yang lain, berikan potongan harga atau bonus tertentu di hari-hari besar seperti hari Lebaran atau hari Kemerdekaan.

  1. Daftarkan usahamu ke bisnis pengantaran makanan 

Untuk menambah omzet dan menjangkau pelanggan yang jauh, kamu bisa memakai jasa ojek online. Supaya lebih efektif, mendaftarkan usaha kamu ke GrabFood, GoFood, ShopeeFood, hingga Traveloka Eats.

  1. Tambah jaringan bisnis

Perluas jaringan bisnis dengan menawarkan kerja sama ke reseller. Kamu juga bisa menawarkan produk ke minimarket atau supermarket terdekat. Jangan lupa juga raih bekerjasama dengan penyedia katering untuk menambah penjualan dan memperluas networking. Agar pasar terus berkembang, gunakan fitur reseller atau dropshipper yang tersedia pada marketplace.

Untuk kamu yang ingin menjadi reseller frozen food, maka kamu perlu menjalin kerjasama dengan produsen frozen food. Untuk itu carilah supplier frozen food terdekat dan terpercaya. Hubungi produsen dan supplier untuk mendapatkan penjelasan skema kerjasama dan katalog produk frozen food, keunggulan, dan juga sistem kerjasama yang mereka ajukan. 

Ingat, setiap perusahaan atau produsen memiliki aturan yang berbeda-beda terkait kemitraan. Jadi, pastikan kamu benar-benar memahami sistem kerja kemitraan tersebut. Ingat, bisnis kemitraan sifatnya jangka panjang. Jangan sampai ada hal-hal dalam aturan yang terlewat. 

Beberapa perusahaan yang menawarkan kemitraan bisnis frozen food antara lain, 

    1. Belfoods Indonesia dengan produknya bakso, nugget, dan mantau.
    2. Kirana Food dengan produk seperti french fries, nugget, sosis, chicken wings, seafood, snack, dan frozen pastry.
    3. Estika Tata Tiara dengan merek Kibif yang tidak menyediakan makanan beku dengan bahan dasar daging dan non-daging, seperti sosis, bakso, beef burger, ayam, minipao, beef steak, burger bun dan lain-lain
    4. Macro Prima Pangan Utama dengan produk olahan daging, olahan ikan, burger, roti, makanan ringan, bento, dan juga saus. 
    5. Primafood International dengan merek Golden Fiesta, Fiesta, Champ, Akumo, Asimo, dan Okey.
    6. Frozen Food Pahala dengan produk Yummy Chicken Karege, Yummy Chicken Nugget, chicken stick dan spicy chicken.
    7. Indofrozen Food dengan produk tortila, roti prata, maryam, syawarma, roti hotdog, pita bread, roti burger, daging kebab, chicken burger, mayonaise kebab, sosis, dan dimsum frozen.
  1. Berikan layanan istimewa dan pengiriman instan

Usaha frozen food adalah jenis usaha dengan banyak pesaing. Tidak hanya frozen food rumahan yang sejenis, banyak produk frozen food pabrikan yang dijual di minimarket dan supermarket. Oleh karena itu berikan nilai tambah ke konsumen dengan layanan istimewa. Selain rasa dan pengemasan, kamu bisa memberikan gimmick gratis ongkir untuk pembelian sejumlah tertentu.

Oh ya, ada baiknya juga kamu menyediakan layanan pengiriman instan. Mengapa? Karena makanan beku cukup sensitif jika di luar pendingin. Jika pengiriman tersendat dan lama, bisa jadi makanan sudah mencair, rusak, atau busuk. Karena itu gunakan jasa ekspedisi yang instan atau cepat.

  1. Kelola uang dengan baik dan kuatkan komitmen

Tips terakhir memulai usaha frozen food atau usaha lain adalah komitmen. Kamu perlu menanamkan komitmen yang kuat sehingga siap dengan segala risikonya. Umpama, jika bisnis tidak berjalan seperti yang kamu harapkan dan mengalami kerugian. Kamu juga perlu berkomitmen untuk mengelola keuangan bisnis dengan baik, terpisah dari keuangan keluarga.

Selamat mencoba!