fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tips Mendapatkan Investor agar Bisnis Mainan Berkembang

bisnis mainan

Sebagai pebisnis produk mainan, mungkin kamu sedang bingung bagaimana mendapatkan partner bisnis atau investor agar toko online mainan kamu berkembang. Memang salah satu cara tercepat agar website jualan kamu tumbuh pesat adalah dengan mendapatkan dana segar dari investor atau partner bisnis. Namun untuk mendapatkan dana segar tersebut kamu harus mengubah cara jualan online kamu yang biasa dengan sesuatu yang penuh ide dan inovasi. 

Ada satu contoh brand asal Amerika Serikat, yang memiliki konsep bisnis unik dalam menjalankan usahanya. Brand tersebut adalah “Tiny Earth Toys”, perusahaan mainan yang menawarkan perlengkapan edukatif berdasarkan usia yang ditukar setiap empat bulan. Pelanggan menerima 3 set pendidikan kayu setahun. Setiap set dipilih oleh ahli pembelajaran dan mencakup 6-9 mainan kayu berkelanjutan (tanpa plastik atau baterai) dan panduan bermain yang komprehensif.

Atau kamu juga bisa mencontoh “Full of Toys”, start-up asal India menjual mainan yang interaktif dan menarik untuk anak-anak dan orang tua. Sebagian besar mainan adalah teka-teki, balok, dan permainan papan.

Lalu perusahaan mainan asal Indonesia, “Good Guys Never Win” yang memproduksi action figure berasal dari budaya, tokoh dan legenda. Misalnya, mereka memproduksi kuntilanak, pocong, Nyi roro kidul sebagai action figure. Sayangnya, perusahaan mainan ini tidak mempunyai website, melainkan hanya bermodalkan media sosial dan marketplace. Good Guys Never Win juga membuat action figure dari tokoh nyata, seperti Dono, Kasino dan Indro. 

Bisa dibilang salah satu syarat agar investor tertarik adalah membuat ide bisnis yang brilian, selain sebagai solusi permasalahan. Setelah kamu mempunyai ide bisnis, website, sudah tahu cara buat website jualan, maka yang kamu butuhkan adalah investor. Berikut kiat-kiat bermanfaat untuk menarik investor.

  1. Berusahalah untuk Memperluas Jaringan
    Salah satu cara sukses jualan online adalah memperluas jaringan kamu. Banyak pebisnis yang takut mendekati investor. Alasannya biasanya karena minder dan belum percaya diri untuk mengenalkan bisnis online kamu. Salah satu caranya adalah kamu bisa mengikuti berbagai komunitas pengusaha mainan. Belajarlah cara mengenalkan diri, selanjutnya adalah terserah kamu. Baik itu sekalian mencari partner atau memperluas bisnis mainan kamu.

    Lain halnya jika kamu sudah memiliki hubungan seperti teman, pasangan atau saudara sebagai calon investor pastinya kamu sudah punya cara mendekati mereka. 

    Namun, yang perlu kamu ingat adalah investor nantinya tidak hanya berinvestasi dalam bisnis kamu, tapi pada diri kamu. Mereka juga ingin melihat personal kamu yang memiliki visi dan reputasi yang tinggi bagi mereka.

  2. Tunjukkan Bukti
    Dalam usaha memperoleh kepercayaan investor, kamu harus menunjukkan bukti kepada mereka mengenai suksesnya bisnis kamu, proyeksi perkembangan, visi misi kamu mengenai perusahaan dan apa yang kamu cita-citakan di lima sampai sepuluh tahun yang akan datang. Memang bukti ini belum bisa kamu peroleh jika kamu masih merintis usaha ini. Namun, kamu bisa meyakinkan mereka dengan data-data seperti prospek bisnis kamu ke depan. Kamu juga bisa mengajak keluarga terdekat dahulu untuk menjadi investor. 
  3. Personalisasi Bisnis Kamu
    Agar bisnis kamu semakin dilirik investor, lakukan personalisasi bisnis. Ini merupakan strategi promosi produk bisnis dan merupakan cara meningkatkan kepuasaan pelanggan, cara memperbanyak pelanggan, membuat pelanggan setia, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan memungkinkan kunjungan berulang dari pelanggan.

    Semakin banyak pelanggan kamu, maka semakin investor akan mendekat. Jika kamu teliti, investor potensial sebelum didekati akan menjadi pelanggan kamu terlebih dahulu. Mencari tahu mengenai bisnis kamu. Mungkin mereka sudah memiliki portofolio investasi. Jika demikian, kamu bisa memilih produk kamu yang laku dan diminati konsumen sehingga menarik mereka untuk berinvestasi.

  4. Pilih Co-Founder Sebagai Pelengkap
    Apakah toko online kamu memiliki lebih dari satu pendiri? Jika tidak, sebaiknya kamu mendapatkan orang yang tepat sebagai Co-Founder yang memiliki ketajaman dan jaringan bisnis yang banyak. Dengan latar belakangnya, dia bisa membuat investor tertarik dengan bisnis mainan online kamu. Bahkan Co-Founder bisa menjadi juru bicara mewakili kamu yang kurang percaya diri.
  5. Sempurnakan Bisnis Kamu Terlebih Dahulu
    Memang ada baiknya sebelum kamu menawarkan bisnis online kamu ke investor atau orang lain. Pastikan jualan online kamu dalam kondisi terbaik. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti komunitas, lomba atau berpartisipasi dalam akselerator start-up. Dengan mengikuti akselerator, kamu akan mendapatkan mentor dan jaringan bisnis serta mengatasi kesulitan yang kamu alami selama menjalankan usaha. 

    Bersamaan dengan itu, bangunlah bisnismu melalui jaringan media sosial. Dijamin, investor akan meneliti bisnis kamu sebelum mereka berinvestasi di dalamnya. Jadi pastikan apa yang mereka temukan adalah positif. Kamu juga bisa membangun komunitas bisnis yang menyukai produksi mainan yang mereka beli. Dan buatlah website online kamu secara profesional agar investor melihat bahwa kamu mengelola bisnis dengan baik. Sehingga yang mereka dapatkan dari kesan pertama melihat jualan online kamu adalah positif.

  6. Rencanakan Sebelum Datang ke Investor
    Sebetulnya ketika kamu bertemu dengan investor, tidak perlu memvisualisasi kamu adalah orang kaya dengan bersetelan jas mahal. Yang kamu perlukan adalah rencana apa yang akan kamu obrolkan, proyek apa yang akan kamu tawarkan, misal membuat action figure tokoh pewayangan Indonesia.

    Saat mencoba meyakinkan calon investor, mungkin kamu tergoda untuk memberikan informasi proyek kamu. Memang memberikan fakta yang detail itu baik, tapi bisa jadi negosiasi gagal, karena mereka jadi tahu semua rencana kamu. Daripada membanjiri mereka banyak informasi, berikan detail dengan format ringkas dan mudah sehingga mereka paham apa yang kamu mau dan butuh.

    Jangan lupa untuk mempersiapkan nada bicara dan melatih presentasi secara menyeluruh. Kamu bisa mempraktekkannya dengan tim kamu sebelum presentasi di hadapan mereka. Tunjukkan bahwa kamu seorang profesional.

  7. Tekankan Orisinalitas Bisnis Kamu
    Calon investor yang mungkin telah banyak penerima tawaran bisnis mainan bisa saja bosan dengan hal yang sama. Saat bertemu dengan mereka jelaskan secara spesifik apa yang membuat bisnis mainan kamu berbeda dari yang lain. Apa rencana kamu menaklukan pesaing. Buatlah calon investor merasa terinspirasi untuk menjadi bagian dari proyek kamu.
  8. Angel Investor
    Di Indonesia ada yang disebut Angel Investor mereka adalah komunitas yang terdiri dari para pengusaha. Jaringan angel investor ini terdiri dari 15 pengusaha pendiri, antara lain Adi Sariaatmadja (SCTV Group), Budi Sadikin (mantan Dirut Bank Mandiri), Emil Abeng, Erick Thohir (pemilik Mahaka Group), Erik Meijer, Harry Nugraha, dan Tony Fernandes (CEO Air Asia).

    Komunitas ini mungkin bisa ditawarkan selain perorangan. Apalagi sekarang, banyak pendanaan alternatif untuk membantu para pebisnis bertumbuh kembang. Seperti platform P2P Lending.

bisnis mainan
Itulah delapan tips untuk mendapatkan investor agar bisnis mainan kamu berkembang. Namun seperti yang dijelaskan di atas bahwa ada baiknya kamu memoles bisnis kamu terlebih dahulu sebelum mendatangi investor. Buatlah pelanggan kamu seperti investor, sehingga mereka selalu membeli produk mainan kamu. 

Apabila website kamu belum terlihat profesional untuk meyakinkan investor, kamu bisa memulai berjualan dengan LummoSHOP. Tidak hanya terlihat elegan, kamu juga bisa mendapatkan data customer untuk prospek dan diberikan penawaran baik diskon maupun produk yang baru diluncurkan. Dengan begitu kamu akan mendapatkan loyal customer.

Selain itu, setiap pembelian, kamu juga mendapatkan laporan customer insight yang bisa juga dimasukkan untuk memberikan informasi kepada calon investor. Misalnya, rata-rata pembeli produk kamu membeli mainan di atas 20 juta rupiah. Artinya bisnis mainan kamu berada di level mainan orang-orang kelas atas.

Jadi sebelum mendatangi investor, pastikan portofoliomu sudah siap, ya! 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP