fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tips Menjual Produk Kebutuhan Sehari-Hari Secara Online

Produk Kebutuhan Sehari Hari

Apakah kamu masih bingung menjual produk kebutuhan sehari hari secara online dengan efektif? Sebetulnya teknik menjual online untuk setiap sektor usaha itu hampir sama. Yang membedakan adalah usaha dan produk yang dijual. Apalagi model bisnis yang digunakan adalah D2C (Direct-to-Consumer). Model bisnis ini merupakan pengganti dari B2C (Business-to-Customers)

Perubahan teknologi dan situasi telah mengubah hubungan rantai pasokan. Konsumen saat ini bahkan berbelanja produk kebutuhan sehari hari (makanan dan non-makanan) secara online

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Amazon awalnya tampil sebagai pengecer buku online pada tahun 1994. Namun kini, mereka juga menginovasi cara jual sembako online. Bisa dikatakan sekarang, Amazon merupakan toko kelontong di luar negeri dan menawarkan produk kebutuhan sehari hari secara online.

Teknologi telah Mengubah Perilaku Belanja

Banyak laporan telah menyoroti bagaimana teknologi telah mengubah perilaku belanja. Mereka yang tadinya rutin pergi ke supermarket, kini lebih suka belanja online

Berdasarkan statistik dari Snapchart Global, selama pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia, sekitar 41 persen responden menyatakan bahwa mereka membeli bahan makanan secara online dua kali atau lebih dalam seminggu hingga Mei 2020. Survei yang sama mengungkapkan bahwa hampir 60 persen respondennya pernah membeli bahan makanan dan produk kebutuhan sehari  hari secara online.

Produk Kebutuhan Sehari HariProduk Kebutuhan Sehari Hari

Bagaimana Cara Menjual dengan D2C?

Dengan menghilangkan perantara dan dan mitra distribusi pihak ketiga, kamu memiliki akses langsung ke kebutuhan konsumen. Sehingga kamu bisa menyesuaikan yang diinginkan konsumen, seperti metode pengiriman hingga ukuran pesanan yang dapat disesuaikan. D2C adalah model yang dirancang untuk memenuhi secara personal belanja konsumen.

D2C adalah model yang bergantung dengan interaksi konsumen. Oleh sebab itu, dalam menjual kamu juga harus mampu beradaptasi baik dengan calon maupun pengunjung yang mengunjungi sejak lama di berbagai saluran penjualan yang kamu telah buat.

Kalau kamu hanya bermodalkan website, tentu penjualan kamu tidak akan efisien. Oleh karena itu, ada strategi yang harus kamu lakukan di antara lain:

  1. Model D2C Harga Berlangganan

Kamu bisa membuat kartu member atau pendaftaran berlangganan melalui toko jualan online kamu. Mereka yang berlangganan akan mendapatkan diskon tertentu. Apalagi kalau melakukan penjualan berulang, misalnya mendapatkan cashback apabila nilai transaksi minimal mencapai nominal tertentu.

Model bisnis dengan harga langganan juga diterapkan berbagai perusahaan besar. Seperti Microsoft dan Adobe biasa menjual perangkat lunak mereka dengan biaya sekali potong. Saat ini Microsoft atau Adobe lebih cenderung menawarkan layanan berlangganan online dengan biaya bulanan atau tahunan. 

Amazon, toko online pertama di dunia juga menerapkan biaya langganan bulanan untuk anggota mereka. Selain menerima pengiriman gratis, anggotanya juga mendapatkan layanan Streaming TV dan film ditambah penawaran promosi produk Amazon. Pelanggan akan menerima diskon (hingga 20%) untuk item langganan mereka. 

Model D2C dengan harga berlangganan dapat menjadi peluang lain bagi kamu yang menjual groseri.

  1. Fokus pada Kecepatan dan Kemudahan Penggunaan

Apabila kamu sudah mempunyai website, pastikan toko online kamu memudahkan yang konsumen untuk mendaftar, menemukan produk, menambahkan ke keranjang, hingga mengedit dan melakukan pembayaran. 

Pastikan website kamu menyertakan semua informasi produk yang relevan. Mulai dari menampilkan gambar berkualitas tinggi, dengan jelas memberi label nama merek, harga, bahan dengan nilai gizi, ukuran kemasan dan sertakan tanggal kadaluarsa jika memungkinkan. Agar mereka bisa memesan ulang, berikan fasilitas bagi pelanggan untuk membuat ulang pesanan sebelumnya dengan cepat dan mengaktifkan daftar belanja di mana orang dapat menambahkan makanan pokok dan favorit keluarga. Buat mereka juga bisa berbagi keranjang dengan anggota keluarga lainnya.

Saat ini, banyak konsumen mengakses situs web dari ponsel daripada lewat komputer. Itu artinya preferensi untuk belanja online melalui seluler akan semakin umum. Oleh sebab itu, pastikan website kamu berkinerja baik di perangkat seluler.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri:

    1. Apakah situs jualan online saya responsif? Apakah tombolnya besar dan mudah diketuk? Apakah bidang teks besar dan mudah diketik?
    2. Apakah gambar jelas? Bisakah orang dengan mudah memperbesar untuk melihat detail tambahan? Apakah mudah untuk melihat carousel gambar?
    3. Apakah semua informasi terlihat di layar kecil, atau apakah beberapa garis hilang atau keluar dari layar?
    4. Bisakah pelanggan dengan mudah berpindah antar item dan kategori?
    5. Apakah proses pembayarannya sederhana dan mudah diikuti?
    6. Banyak konsumen memulai transaksi di perangkat dan melanjutkannya di perangkat lain. Jika ketika mereka melanjutkan transaksi dan ternyata kehilangan semua item yang telah mereka tambahkan ke keranjang, mereka mungkin tidak akan mau mengulang lagi– itu artinya transaksinya batal. Peluang hilang. Maka dari itu, aktifkan penyimpanan keranjang untuk pelanggan yang masuk, sehingga mereka dapat dengan mudah mengambil transaksi di perangkat yang berbeda, dengan kecepatan dan kenyamanan mereka.

Selain itu, pastikan juga kecepatan loading website kamu. Kecepatan loading halaman adalah waktu yang diperlukan untuk menampilkan semua konten pada halaman website. Idealnya, lama loading website adalah dua detik. Faktanya, berdasarkan survei Forrester Consulting atas nama Akamai pada tahun 2009, 40% konsumen akan menunggu tidak lebih dari tiga detik sebelum meninggalkan situs. Sekarang sudah tahun 2022, pasti toleransi menunggu pun jadi lebih singkat dari tiga detik.

  1. Menawarkan Pengiriman yang Fleksibel

Tawarkan kepada konsumen beberapa opsi pengiriman dan slot waktu. Biarkan mereka memilih jasa pengiriman yang telah bekerja sama dengan kamu. Jangan sampai kamu hanya memberikan satu opsi pengiriman, karena tidak semua konsumen terbiasa dengan jasa pengiriman yang kamu pilih.

Cara ini telah diterapkan oleh para pengusaha groseri di seluruh dunia dengan metode pengiriman yang berbeda. Apakah pelanggan kamu lebih suka produk mereka dikirim ke rumah? Apakah mereka lebih suka menggunakan drop-point seperti gudang atau sewa loker di tempat-tempat umum seperti di stasiun, sehingga mereka mengambil sendiri barangnya. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Semakin banyak pilihan pengiriman yang dapat kamu tawarkan, semakin besar kemungkinan kamu memenuhi semua permintaan. Apabila kamu tidak memiliki infrastruktur itu semua, kamu harus mempertimbangkan bermitra dengan jasa pengiriman.

  1. Buat Iklan di Facebook dan Google Ads

Cara tercepat menjual adalah mengenalkan produk dengan iklan Facebook dan Google Ads. Audiens akan membeli produk kamu melalui iklan yang dibuat. Ada beberapa iklan yang bisa kamu buat, karena iklan itu sejatinya tidak hanya melulu berisi jualan produk kamu. Berikut aneka iklan yang bisa kamu buat, yaitu:

    1. Iklan kegiatan

Iklan terkait kegiatan jualan online kamu. Misal terkait beras kamu merupakan beras terbaik dari Jawa Barat dan kamu mengundang pengunjung kamu untuk mengikuti kegiatan memanen padi di tempat kamu mendapatkan beras.

    1. Iklan konten kamu

Kamu bisa mengiklankan konten kamu yang berada di website bisnis online kamu. Pastikan itu merupakan tulisan yang terbaik dan dirasa dapat meningkatkan konversi. Jangan lupa di akhir tulisan konten kamu ada link produk terkait yang berhubungan dengan konten kamu. Apabila pengunjung tertarik, mereka bisa langsung membeli setelah membaca artikel yang telah dibuat.

    1. Iklan produk kamu

Kamu bisa mengiklan produk kamu melalui Facebook. Karena media sosial ini sangat efektif untuk mempromosikan jualan online kamu.

Selain Facebook, kamu juga bisa menggunakan Google Ads untuk mengenalkan dan menjual produk kamu. Di Indonesia, penggunaan paid search untuk groseri memang belum banyak dilakukan. Namun, itu justru jadi alasan tepat untuk menjajal Google Ads.

  1. Gunakan Media Sosial

Masih jarang jualan online produk kebutuhan sehari-hari yang memanfaatkan media sosial. Padahal bisa banget kamu menggunakannya untuk mempromosikan dan mengenalkan produk-produk yang kamu jual. Meski menjual produk kebutuhan sehari-hari, tampilan foto tetap harus menarik di media sosial ya, karena netizennya merupakan penikmat visual.

  1. Tawarkan Promo dan Diskon

Kamu bisa mendatangkan pelanggan dengan promo dan diskon dengan memberitahu melalui website dan berbagai saluran sosial media. Adapun contoh-contoh diskon seperti gratis produk tiap pembelian menu tertentu, gratis ongkir untuk pesan antar, paket makanan dan minuman dengan harga lebih murah.

Sedangkan contoh promosi seperti menyambut tanggal cantik, tahun baru, momen hari libur dan perayaan, promo tanggal gajian atau payday, dan masih banyak lagi. Ada banyak alasan untuk menggelar promosi, pancing kreativitas kamu dalam menggelar promo. 

 

Produk Kebutuhan Sehari Hari Itulah cara jual sembako online atau groseri. Cara ini juga bisa dipakai untuk yang baru memulai usaha. Jika cara-cara ini telah dipraktikkan dan pelanggan mulai berdatangan jangan lupa untuk mengolah data pelanggannya. Dari sana, kamu bisa melakukan pemasaran ulang.

Upaya promosi semacam ini bisa dibilang lebih efektif dan efisien. Sebab, peluang pembelian ulang dari pelanggan yang pernah membeli lebih besar dilakukan dibandingkan menargetkan pelanggan baru. Apalagi untuk kebutuhan sehari-hari yang jelas akan terus berulang. Kalau cocok.  

Tunggu apa lagi? Selamat mencoba!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP