fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tips Menulis Deskripsi Produk Yang Menghasilkan Penjualan

deskripsi produk

Ternyata tidak hanya foto produk yang dapat menjadi senjata pamungkas dalam menghasilkan penjualan, deskripsi produk juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Coba bayangkan kamu adalah seorang calon pembeli. Kira-kira informasi apa saja sih yang kamu ingin dapatkan ketika membeli sebuah produk? Kalimat seperti apa yang pada akhirnya bisa bikin kamu tertarik untuk membeli? Nah, kurang lebih seperti itu cara mengetahui bagaimana deskripsi produk yang baik hingga bisa berperan dalam meningkatkan penjualan.

 

Pentingnya Deskripsi Produk

Tujuan utama dari adanya deskripsi produk tentu untuk mengenalkan produk bisnismu ke calon pembeli, sehingga mereka memiliki gambaran secara nyata akan wujud produkmu. Lantas apa jadinya jika kamu tidak dapat mendeskripsikan produkmu? Tentu calon pembeli merasa kesulitan untuk mengenal produkmu. Dan hal itu dapat mengganggu tingkat keyakinan calon pembeli akan produkmu.

Kamu beruntung jika calon pembeli berinsiatif untuk bertanya terlebih dahulu. Namun tidak menutup kemungkinan mereka akan lebih memilih kabur dan mencari produk serupa di kompetitor yang mampu menyajikan deskripsi produk secara baik. Tentu kamu tidak ingin mendapati hal yang serupa dan harus merelakan calon pembelimu begitu saja, kan? Itulah kenapa deskripsi produk harus ditulis agar calon pembeli tidak merasa kebingungan sejak awal.

Product Knowledge

Menulis deskripsi produk memang seperti memberi pengetahuan tentang produk itu sendiri kepada orang lain. Meskipun begitu, kamu tidak bisa asal menulis. Bisa saja detail yang kamu tuliskan hanya informasi umum yang tidak menjual atau bahkan tidak merepresentasikan produk bisnismu sesungguhnya. Ini sering terjadi karena tidak adanya product knowledge secara mendalam sebelum menulis. 

Dalam mendeskripsikan suatu produk, kamu harus mampu memberikan info sedetail mungkin untuk menarik minat calon pembeli. Semua data terkait produk hingga citra dari perusahaan juga bisa diulas di deskripsi produk. Alih-alih kamu hanya menggambarkan deskripsi produk apa adanya. Kamu justru menambah nilai tersendiri untuk produk tersebut.

Katalog produk tanpa didukung adanya deskripsi produk hanya memunculkan tanda tanya. Kamu perlu menciptakan customer experience yang menarik dengan cara memaksimalkan product knowledge ke dalam deskripsi produk. Agar dapat membuatnya menjadi nyata, kamu harus benar-benar paham seluk-beluk produk bisnismu.

 

Deskripsi Produk yang Menarik

Dalam bisnis yang menggunakan model bisnis d2c atau direct to consumer seperti jualan online di website toko online memang sangat bergantung dengan peran deskripsi produk. Sebab deskripsi produk adalah pengganti dari sales untuk menjelaskan masing-masing produk ke calon pembeli. Meskipun jualan online tanpa bertemu secara fisik, kamu juga harus bisa merayu konsumen dengan baik.

Inilah perbedaan mendasar antara sales dengan deskripsi produk. Ketika seorang sales mendekat, tentu akan memiliki tujuan untuk membuat calon pembeli yakin terhadap produk yang menarik perhatiannya. Muncul sorot keraguan sedikit pun, akan mampu ditanggapi dengan baik melalui komunikasi trik pemasaran dan umpan balik yang tepat.

Namun dalam jualan online, hal tersebut tidak bisa dilakukan semudah saat berinteraksi langsung dengan calon pembeli seperti yang dilakukan seorang sales. Untuk itu perlu adanya deskripsi produk yang menarik agar dalam sekali baca, calon pembeli kamu dapat menyingkirkan segala keraguan yang terhadap produkmu.

Lantas, apa saja tips dan trik menulis deskripsi produk yang menarik? Mari simak penjelasan dari LummoSHOP berikut ini.

  • Dimulai dari Judul Produk

Sebelum masuk ke deskripsi produk, buatlah judul produk yang menarik dan sesuai terlebih dulu. Jangan sampai kamu menjual bedcover, tapi judul produk yang kamu tulis adalah sprei. Tentu hal ini akan membuat calon pembeli kamu merasa kebingungan, kan?

  • Foto Produk Sesuai

Sama halnya dengan judul tadi. Foto produk yang ada di katalog kamu haruslah sesuai. Jangan sampai kamu menulis judul produk Teh Herbal Rosella, tapi foto produk kamu hanya sebuah cangkir kosong? Tidak relevan, bukan? 

Pastikan kamu benar-benar mempersiapkan kedua hal ini terlebih dulu, ya. Barulah kemudian kamu memikirkan bagaimana caranya membuat judul produk dan foto produk itu terlihat menarik. Tentunya kamu juga bisa menemukan tips dan trik untuk itu di artikel blog LummoSHOP lainnya. 

  • Lengkap

Langkah selanjutnya dalam membuat deskripsi produk adalah kamu harus mencantumkan informasi selengkap mungkin, antara lain:

  • Berat

Kamu juga perlu menuliskan berat dari produk bisnismu karena nantinya akan berpengaruh dengan berat pengiriman dan ongkos kirim yang harus calon pembeli bayarkan.

  • Bahan

Karena calon pembeli tidak bisa memegang secara langsung bahan dari produkmu, tentu informasi tentang bahan apa yang digunakan akan sangat berguna bagi calon pembeli. Bagi yang berjualan produk pakaian bahkan bisa dijelaskan handfeel dari kain yang menjadi bahan utamanya. Semakin detail semakin bagus.

  • Warna

Jika produkmu memiliki banyak varian warna, kamu harus menjelaskannya satu persatu. Gunakan alat bantu pantone untuk memberi gambaran warna yang mendekati aslinya.

  • Dimensi/ukuran

Supaya calon pembeli bisa memiliki gambaran secara nyata akan produkmu, cobalah beri ukuran secara akurat.

  • Kegunaaan/manfaat

Tidak perlu berlebihan dalam memberikan informasi terkait kegunaan atau manfaat produkmu, ceritakan sesuai fakta. Namun kamu tetap bisa mengemasnya berdasarkan data yang sudah terbukti. Nah, data ini nantinya bisa membuat kegunaan dari produkmu memiliki nilai.

  • Kelebihan/keunggulan produk

Jika sudah bercerita tentang manfaat dari produk, sekarang saatnya kamu pitching ke calon pembeli. Ceritakan kelebihan produkmu dibanding kompetitor yang ada tanpa menyebut brand mereka tentunya. Tidak hanya keunggulan produk yang harus kamu ceritakan, tetapi citra brand bisnismu juga bisa menjadi keunggulan yang tidak luput untuk diceritakan.

Selain itu, jika produk kamu menggunakan sistem pre-order, jangan lupa cantumkan kapan barang akan selesai dan siap dikirim ke alamat calon pembeli. Berilah estimasi waktu terlama dari proses pengerjaan pada umumnya sebagai bentuk pencegahan dari adanya risiko keterlambatan.

  • Mudah Dipahami

Semakin mudah dipahami maka akan semakin besar juga jumlah orang yang dapat tertarik dengan produk kamu. Susun kalimat semenarik mungkin, tapi jangan berlebihan. Bayangkan seperti kamu sedang memasarkan produk tersebut secara offline, kira-kira apa yang akan kamu katakan?

  • Jangan Terlalu Panjang

Paham kan orang Indonesia itu paling malas untuk baca yang panjang-panjang. Buat kalimat seefektif mungkin, tapi tetap bisa menjelaskan produkmu dengan baik. 

  • Jangan Copy-Paste

This is a big no! Cara jualan yang seperti ini memang harus dihindari. Sebab menduplikasi deskripsi produk dari toko lainnya sama dengan menghilangkan kepercayaan calon pembeli pada toko kamu.

  • Bercerita

Bayangkan kamu sedang bercerita tentang produk tersebut sehingga rangkaian kalimat yang kamu buat tidak terasa seperti sedang menjual atau memaksa. Buat itu menjadi relevan untuk calon pembeli. Misalnya kamu bisa menyisipkan skenario dimana produk yang kamu tawarkan dapat digunakan. Contohnya, “Kemeja ini cocok digunakan untuk jalan-jalan jadi foto-foto kamu lebih Instagramable!” atau “Cemilan ini pas untuk menemani sesi Netflix & chill kamu sekeluarga biar kaya lagi nonton di bioskop beneran!” 

 

Penjualan Meningkat karena Deskripsi Produk

Kamu berharap penjualan meningkat dari deskripsi produk? Bisa banget! Setelah melakukan tips di atas, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan SEO atau Search Engine Optimization.

Seperti yang sudah diketahui semua orang, setiap halaman website bisa masuk ke dalam database mesin pencari dan memiliki peluang untuk masuk ke dalam daftar teratas pencarian. Peran SEO friendly diperlukan untuk membuat tampilan website toko online milik kamu nyaman dibaca calon pembeli.

Semakin sering orang mengunjungi website toko online milikmu, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan penjualan, bukan? 

Nah, tugas selanjutnya adalah mengoptimasi judul produk dan deskripsi dengan keyword atau kata kunci tertentu yang memerlukan sebuah riset. Salah satu caranya adalah kamu bisa mengecek kepopuleran keyword tersebut melalui Google Trends. Keyword ini nantinya akan menjadi kata kunci pencarian mengikuti tren. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan hashtag dalam membantu meningkatkan nilai SEO. 

Bagaimana, sudah siap meningkatkan penjualan dengan memaksimalkan deskripsi produk bisnismu bersama LummoSHOP?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website