fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tips Sukses Jualan Aneka Kreasi Puding ala My Dezerts

Tips Sukses Jualan

Rini Herawati memulai bisnis dessertnya, My Dezerts sekitar 10 tahun yang lalu. Bisnis dessert pudingnya diawali dari hobi yang diturunkan dari ibunya yang juga gemar membuat kue dan cemilan. Sebelum akhirnya cocok dan memutuskan bisnis aneka kreasi puding, Rini sempat berganti-ganti bisnis sebelumnya, seperti bisnis makanan beku atau frozen food.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Hampir sama dengan kebanyakan pengusaha lainnya, Rini memulai bisnisnya sebagai pekerjaan sampingan, di luar pekerjaan utamanya di sektor perbankan yang telah dia jalani selama 15 tahun. 

“Dulu dibawa ke kantor, ada yang suka. Mereka order, lalu jalan,” cerita Rini. Menjalankan bisnis sampingan pun mempunyai tantangannya sendir di awal-awal. “Jujur capek banget, karena dulu saya di marketing. Saya tidur di jalan karena malamnya begadang. Cuma karena memang suka, jadi seneng aja.”

Jika sebelumnya bisnis My Dezerts milik Rini merupakan pekerjaan sampingan, usaha tersebut menjadi fokusnya saat ini di luar pekerjaannya sekarang sebagai seorang perencana keuangan. Saat ini, My Dezerts telah memiliki 53 produk yang bisa dipesan secara made by order. Lalu apa sih rahasianya Rini bisa mempertahankan bisnisnya hingga lebih dari 5 tahun? Ada beberapa tips yang dibagikan Rini untuk sukses berjualan aneka kreasi puding, berikut rangkumannya.

Inovasi Produk dan Riset Pasar

Semua yang dikerjakan Rini dilakukan secara otodidak. Rini menyebutkan, awalnya puding bikinannya cukup standar, misalnya puding ala sup buah dan puding coklat. Tetapi, karena memiliki kemampuan visualisasi yang cukup baik, Rini berinisiatif membuat puding yang berbentuk seperti kue. 

Selain berinovasi, Rini juga mempertimbangkan kompetisi pasar yang ada. Bisnis My Dezerts yang berbasis di Surabaya diakui Rini memiliki banyak pesaing yang memiliki keunggulannya masing-masing. Rini cukup sering “icip-icip” produk dari para pesaingnya dan melakukan pengembangan produk dari hasil review-nya terhadap produk kompetitornya.

Salah satu hasil dari risetnya tersebut adalah membuat produk khas My Dezerts yang sulit ditemui di pasaran, yaitu signature slices pudding, yang memiliki sepuluh potong dengan rasa berbeda pada masing-masing slice. Alasannya membuat produk signature tersebut adalah karena dengan bentuk slice, puding akan lebih higienis dan lebih personal. 

Produk hasil riset pasarnya yang lain adalah puding dalam box yang terinspirasi dari produk kue Bittersweet by Najla. Rini membuatnya versi pudingnya, dan saat ini produk ini menjadi salah satu best seller dari My Dezerts. Rini juga memanfaatkan suaminya untuk melakukan quality control terhadap produk hasil risetnya sebelum merilis produk-produk ke pasaran. 

Konsisten Terhadap Segmentasi Pasar dan Standardisasi Produk

Tips Sukses JualanMeskipun pada awal memulai bisnisnya tidak menentukan target pasar, Rini mengakui bahwa produk My Dezerts memiliki segmentasi pasar yang premium. Pelanggan dari My Dezerts saat ini rata-rata berusia 30 tahun ke atas, baik yang sudah bekerja maupun menjadi ibu rumah tangga. 

Rini menyebutkan, puding-puding dari My Dezerts memiliki harga yang cukup mahal. Tetapi, di sisi lain bahan yang Rini gunakan untuk membuat pudingnya menggunakan bahan-bahan yang premium. My Dezerts juga menawarkan produk-produk yang cukup jarang ada di pasaran. Selain itu, My Dezerts juga menawarkan alternatif custom made by order yang juga menjadi spesialisasinya.

Dalam hal standardisasi produk, Rini cukup tegas untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang murahan. Alasannya, karena bahan-bahan tersebut memiliki rasa yang berbeda dan konsumennya bisa membedakannya. Rini mengakui bahwa ia sangat pemilih untuk urusan ini dan tidak mau sembarangan memakai bahan. Kendati memiliki segmentasi premium, Rini menyebutkan bahwa para konsumen saat ini telah mengakui kualitas puding dari My Dezerts.

Karena alasan segmentasi tersebut pula yang membuat Rini membatasi pesanan yang masuk setiap harinya maksimal tiga order per hari. Alasannya, hingga saat ini semua proses produksi dilakukan oleh Rini, mulai dari pembelian bahan, pembuatan dessert, hingga packing. Masuknya order lebih dari jumlah maksimal yang ditentukan dikhawatirkan akan membuat Rini keteteran dan berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan.

Tidak Takut Tantangan

Pada awal memulai bisnisnya, Rini harus mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Mulai dari kerja kantoran, mengurus anak-anak, dan menjalankan bisnisnya di sela-sela waktunya. Hal ini membuat Rini mengorbankan waktu istirahatnya untuk membuat ketiganya tetap berjalan secara maksimal. 

Meskipun jadi sangat sibuk, Rini jarang menolak order yang masuk. Menurutnya, menerima order bisa mengasah keterampilan sehingga bisa membuat dia dan bisnisnya semakin berkembang. Bahkan untuk order yang belum pernah dibuatnya sekalipun, seperti order dari Pemerintah Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

Waktu itu, Pak Walikota Surabaya minta Rini bikinin seperti ini, bisa nggak? Prinsip saya bisa dulu, kalau ada tantangan. Saya suka di-challenge. Kalau ada sesuatu yang beda saya ambil saja,” katanya.

Giat Melakukan Promosi

Rini sering melakukan promosi melalui akun WhatsApp dan Instagram. Misalnya dengan menyebarkan info promo melalui WhatsApp kepada para pelanggan setianya. Rini juga memanfaatkan Instagram untuk keperluan branding dan marketing.

Biasanya Rini juga me-repost testimoni dari para pelanggannya di Instagram Story. Hal ini cukup mudah Rini lakukan karena tanpa Rini minta biasanya para pelanggan dari My Dezerts mengupload testimoni di Instagram mereka pribadi tanpa Rini minta. Rini menyebutkan hingga saat ini, ia belum pernah mendapatkan review negatif dari para pelanggannya. Informasi positif dari mulut ke mulut pun sering  para konsumennya lakukan, sehingga bisa menarik konsumen baru bagi My Dezerts.

Sementara itu, Rini juga menggunakan LummoSHOP sebagai sarana penjualan dari My Dezerts, selain penjualan secara langsung melalui WhatsApp. Rini bergabung dengan LummoSHOP sekitar satu tahun terakhir dan memanfaatkan beberapa keuntungan, seperti kupon diskon untuk membantu meningkatkan penjualan.

Di sisi lain, dia juga mengakui bahwa penggunaan LummoSHOP pada bisnisnya mempermudah dirinya ketika harus memberikan katalog produk dan pricelist kepada konsumen. Selain itu, penjualan melalui LummoSHOP juga membantunya untuk mencatat apa yang telah terjual dan menghasilkan. Rini menyebutkan bahwa sebelumnya dia cukup kerepotan dalam hal ini. 

“Sebelumnya cuma pakai pricelist tanpa visual kan susah. Sementara kalau kirim gambar satu-satu juga repot. Selain itu, saya bisa tahu omset dan penghasilan yang bisa saya peroleh dari bisnis. Ternyata lumayan juga,” ungkapnya.

Mendapatkan Dukungan dari Keluarga

Tips Sukses JualanSalah satu faktor lainnya yang cukup berperan dalam kesuksesan sebuah bisnis adalah dukungan dari orang-orang terdekat, yaitu keluarga. Hal ini juga terjadi di dalam bisnis yang Rini jalani. Meskipun menjalani bisnisnya sendiri, dia sering melibatkan keluarganya dalam mengambil keputusan bisnis. Bahkan nama My Dezerts yang dipilih sebagai brand pun merupakan ide dari suaminya.

Memasang Target

Saat ini Rini memiliki target untuk bisa membuka offline store dari bisnis miliknya dan memiliki karyawan yang dapat membantunya mengembangkan bisnis. Keberadaaan karyawan menurutnya cukup penting, terutama untuk menghadapi masa-masa high season seperti momen Lebaran dan Natal di mana permintaan bisa naik dua hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Sementara dalam jangka waktu panjang, RIni juga berharap bisa mewariskan bisnisnya kepada anak-anaknya sebagai legacy darinya. Harapannya, anak-anaknya bisa melanjutkan bisnis My Dezerts dan membuat usaha tersebut berkembang lebih baik.

Terus Belajar

Menurut Rini belajar adalah keharusan dalam sebuah bisnis. Meskipun memiliki hobi yang sejalan dengan bisnisnya, sampai saat ini Rini masih rajin membeli buku resep-resep, belajar melalui YouTube dan Instagram, juga mengikuti berbagai macam kursus, termasuk kursus-kursus bisnis. Menurutnya belajar dan berinovasi adalah hal yang sangat penting dalam bisnis kuliner.

Rini Herawati bisa menjadi contoh bagi para pelaku usaha yang berencana memulai bisnisnya, terutama di industri kuliner. Dengan terus belajar dan berinovasi, Rini membuktikan ia mampu menjalani bisnisnya dengan baik.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP