fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

TLD (Top Level Domain): Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Kegunaannya

TLD (Top Level Domain)

TLD atau Top Level Domain menunjukkan eksistensi domain dari suatu website. TLD adalah bagian akhir dari suatu domain. Jadi kalau kamu membuka domain — apapun itu, setelah titik ada rangkaian kata/huruf atau bahkan angka, itulah maksud dari Top Level Domain. Contohnya seperti ini; .com, .net, .co.id dan sebagainya. 

Mengapa ekstensi domain penting bagi identitas sebuah website? Karena TLD sangat berperan dalam proses pencarian Domain Name System (DNS).  

Penjelasannya begini. Saat mengakses sebuah website, kita biasanya menggunakan nama domain atau yang sering disebut URL kan? Nama itu jelas lebih mudah kita ingat, ketimbang bahasa komputer yang menggunakan IP Address untuk mengakses website tersebut.

Tapi sebentar, sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya, apakah kamu sudah paham definisi domain sendiri? Kata ini pasti sangat familiar di telinga, tapi mungkin belum semua paham persis apa artinya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Domain adalah alamat sebuah website. Fungsinya kurang lebih sama dengan nama kontak di HP kamu. Karena ada domain itu, maka kamu enggak perlu mengingat IP Address secara lengkap. Kalau kamu harus ingat IP Address yang lengkap, maka kamu harus mengingat deretan angka rumit ketika akan mengunjungi sebuah website. Cukup ketikkan domain dan kamu akan langsung masuk ke website.

Nah, DNS itulah yang memainkan peran dalam mengubah URL yang kamu ketikkan menjadi angka agar komputer bisa memahami permintaan aksesmu ke website. Analoginya tak beda dengan nama setiap kontak di ponselmu. Karena tidak mungkin mengingat deretan nomor masing-masing kontak tersebut, maka kamu menggantinya dengan nama sang pemilik kontak. 

Nah, sama dengan aplikasi kontak HP, DNS mengubah URL yang kamu ketik menjadi sebuah nomor IP yang dipahami komputer. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot mengingat deretan angka rumit nomor IP setiap situs yang kamu kunjungi.

TLD (Top Level Domain)

Fungsi TLD (Top Level Domain)

Karena kategori ekstensi domain berdasarkan apa yang berhubungan dengan situs tersebut, maka ia dapat digunakan untuk mengidentifikasi tujuan, pemilik, atau lokasi geografis situs web tanpa harus melihat konten situs web.

Ekstensi domain sendiri punya beberapa fungsi yang semuanya merujuk pada segmentasi, seperti: 

  • Menunjukkan tema atau isi dari suatu website

Kamu pasti sudah paham, identitas .gov menunjukkan bahwa website itu adalah milik pemerintah (government), sementara .edu  menunjukkan bahwa website itu milik institusi pendidikan (education).

  • Menunjukkan negara asal website

Website dengan ekstensi .id mengindikasikan bahwa website itu menggunakan bahasa Indonesia. Sama halnya website berekstensi .jp yang berbahasa Jepang.

Jadi, setiap titik itu nantinya akan mewakili segmen yang berbeda-beda, dan membantu komputer dalam menemukan konten yang tepat. 

Kategori TLD Menurut ICANN

Saat ini ada banyak sekali jenis ekstensi domain yang mewakili berbagai segmentasi. The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) pada tahun 2014 merilis lebih dari 2000 TLD.  Namun pada Oktober 2020, menurut ICANNwiki,  basis data root IANA (Internet Assigned Number Authority –salah satu cabang ICANN yang bertugas untuk menghubungkan ekstensi domain dengan IP address hanya mencakup 1.589 TLD. Itu sudah  termasuk 67 yang dicabut (tidak ditetapkan), 8 yang dihentikan, dan 11 domain uji.

Sekadar informasi, ICANN adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertanggungjawab untuk mengelola Top Level Domain melalui IANA.

Meski jumlahnya ada ribuan, ICANN mengelompokan Top Level Domain dalam 4 kategori utama. Masing-masing kelompok terpilah berdasarkan tujuan situs web.  Keempatnya adalah :

  1. Generic Top-level Domains (gTLD)
  2. Sponsored Top-level Domains (sTLD)
  3. Country Code Top-level Domains (ccTLD)
  4. Infrastructure Top-Level Domain (ARPA) 

Kecuali ARPA, yuk kita lihat satu per satu penjelasan mengenai ketiga ekstensi domain tersebut. ARPA kita kecualikan karena ekstensi itu terspesialisasi pada suatu proyek infrastruktur tertentu. 

  1. Generic Top Level Domain (gTLD)

Nah, dari namanya kamu pasti bisa menduga, jenis ekstensi domain ini merupakan opsi yang sangat umum dan bisa dipakai siapa saja. Makanya Top Level Domain tersebut paling populer di antara kategori-kategori lainnya. Contoh-contoh Generic Top Level Domain antara lain : 

    • .com – untuk website komersial, tapi sekang bisa dipakai website apapun.
    • .org – untuk organisasi. 
    • .net – untuk jaringan (network).
    • .biz – untuk bisnis.  
    • .info – untuk situs terkait informasi

Di luar nama-nama itu, kamu masih bisa menemukan opsi lainnya yang cukup popular seperti  .xyz yang harganya terjangkau. Lalu ada .store dan .tech yang sering digunakan oleh website-website bisnis.

Meski gTLD ini seharusnya terikat dengan tujuan situs, tapi siapa saja bisa mendaftarkan sebagian besar nama domainnya secara fleksibel. Hal ini bisa dilihat ketika ICANN memberi kesempatan buat perusahaan atau organisasi untuk mendaftarkan gTLD mereka sendiri pada tahun 2011. Mereka bisa mendaftarkan gTLD dalam bentuk brand atau produk. Contohnya; .oracle, .android, .mitsubishi, .google, .oldnavy, dll. 

Selain mendaftarkan gTLD untuk nama bisnis, organisasi juga mendaftarkan lebih banyak gTLD yang bersifat generik, misalnya .mom, .money, .realestate, .motorcycle, .republican dll. 

Ada juga gTLD yang merujuk wilayah geografis tertentu sehingga disebut GeoTLD. Contohnya adalah .ncy yang hanya tersedia untuk penduduk New York City saja.  

Untuk melihat semua jenis gTLD, kamu bisa mengunjungi situs web IANA

  1. Country Code Top Level Domain (ccTLD)

ccTLD adalah domain yang mewakili negara tertentu. Masing-masing ccTLD hanya terdiri dari dua huruf karena dibuat berdasarkan ISO Code, yaitu kode yang mewakili suatu wilayah.

Sebagian contohnya adalah :

    • .us untuk AS.
    • .ca untuk Kanada.
    • .eu untuk Uni Eropa
    • .uk untuk Inggris Raya.
    • .fr untuk Prancis.
    • .de untuk Jerman.
    • .ru untuk Rusia.
    • .es untuk Spanyol.
    • .ch untuk Swiss.
    • .nl untuk Belanda.
    • .jp untuk Jepang.
    • .cn untuk Cina
    • .di untuk India.
    • .br untuk Brasil.
    • .id untuk Indonesia.
    • .vn untuk Vietnam

sTLD adalah jenis ekstensi domain yang digunakan untuk situs-situs organisasi atau agensi swasta. Jumlahnya tidak begitu banyak dan umumnya berupa bisnis, pemerintahan atau bisa juga grup lain. Beberapa contoh yang umum adalah:

    • .gov (pemerintah)
    • .edu (institusi pendidikan)
    • .jobs (pengelola SDM)
    • .sTLD  (organisasi)
    • .aero (industri penerbangan)
    • .travel (agen travel)
    • .museum  (museum)
    • .post (jasa pengiriman)

Karena sTLD mewakili suatu organisasi atau komunitas, untuk menggunakan ekstensi domain ini ada persyaratan-persyaratan khusus. Contohnya, domain .aero benar-benar hanya untuk website berasal dari industri penerbangan. Organisasi yang bukan berasal dari industri tersebut sudah tentu tidak bisa mempergunakan.

TLD (Top Level Domain)

Tips Memilih TLD Terbaik untuk Bisnis Online

Walaupun terkesan sepele, ekstensi domain penting lho, untuk identitas website-mu. Pemilihan ekstensi domain yang tepat, akan membantu mengomunikasikan informasi tentang situs webmu melalui nama domain. 

Lantas, bagaimana cara memilih ekstensi domain yang tepat? Dari ribuan ekstensi domain yang terdaftar, tentu saja kamu harus memilih yang terbaik untuk mendukung kinerja website bisnis onlinemu. Untuk memilih yang terbaik, kami sajikan 7 tips di bawah ini.

  1. Sesuaikan dengan tujuanmu

Pilih ekstensi domain yang sesuai dengan tujuan dan tema website, serta kebutuhan bisnis online-mu. Sebelumnya, coba cari tahu dulu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing ekstensi domain itu karena bisa mempengaruhi kinerja dan kualitas website-mu.

  1. Gunakan .com

Gunakan nama domain .com karena paling popular, mudah diingat, user-friendly dan SEO friendly.  Lebih dari 40% domain yang terdaftar di internet menggunakan ekstensi domain ini.  Meski mungkin tidak memiliki efek langsung terhadap SEO, Google menyukai TLD .com karena tertua dan terbesar. Terlepas dari itu, Google hanya berusaha menemukan konten terbaik.

  1. Pertimbangkan lokasi

Kalau kamu menargetkan website-mu hanya untuk wilayah tertentu, lebih baik memilih ccTLD. Contohnya, kalau target audience kamu hanya menyasar konsumen Indonesia atau wilayah Asia, maka sebaiknya kamu gunakan domain .id agar mendapatkan prioritas di hasil pencarian untuk kata kunci tertentu yang berasal dari pengunjung negara ini. 

  1. Hindari kesamaan nama

Kamu bisa juga lho menggunakan nama domain yang sudah terpakai asal ekstensinya berbeda. Karena itu nggak perlu heran kalau kamu menemukan ada astra.com dan ada astra.co.id. Kenyataannya, walau namanya sama, isi website-nya berbeda. Namun sekadar saran, akan lebih baik kamu hindari penggunaan nama domain yang sudah eksis karena akan membuat nama domainmu menjadi kurang otentik.

  1. Pertimbangkan domain alternatif

TLD .store  dan .shop bisa jadi alternatif untuk membangun website toko online yang profesional. Seiring meningkatnya tren website e-commerce di dunia, kedua ekstensi domain itu bisa kamu pilih terutama di saat domain .com dan yang lainnya tidak tersedia lagi di pasaran. 

  1. Pikirkan ekstensi domain

Sebaiknya kamu tidak memilih ekstensi domain yang aneh dan tidak terkenal karena pengunjung akan kesulitan mengingat situsmu. Alih-alih menjadi terkenal karena unik, viewers bahkan bisa mempersepsi situsmu sebagai spam, dan ini  akan menurunkan tingkat Click-Through-Rate karena sedikitnya tautan yang masuk.

  1. Lihat kemampuan finansial

Terakhir, pertimbangkan berapa kemampuan finansial karena begitu kamu membeli ekstensi domain, berarti harus selalu memperpanjangnya setiap tahun.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Jadi jelas ya para pebisnis, pastikan untuk memilih TLD yang memang sesuai dengan tema dan tujuan website bisnis online milikmu. Jangan sampai salah pilih, agar tidak menyesal belakangan. 

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP