fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Melirik Peluang Bisnis dan Perhitungan Modal Bisnis Toko Swalayan

Toko swalayan

Toko swalayan dapat menjadi ladang bisnis kamu. Pernahkah kamu memperhatikan ketika sedang berjalan, beberapa langkah saja kamu sudah melihat ada toko swalayan? Dalam satu komplek perumahan pun bisa ada lebih dari satu toko swalayan. 

Barang dagangan yang ada di toko swalayan sedikit berbeda dengan konsep warung tradisional atau toko kelontong. Begitu pula dengan sistem pembeliannya. Di warung tradisional atau toko kelontong, penjual yang mengambil barang yang hendak dibeli. Sementara di swalayan, pembeli bisa mengambil sendiri barang yang mereka cari. Umumnya swalayan juga lengkap dengan AC sehingga terasa lebih nyaman. 

Dalam sepuluh tahun terakhir, toko swalayan semakin menjamur di mana-mana. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga di kota kecil. Ini membuktikan kalau peluang bisnis toko swalayan cukup besar. 

Peluang Bisnis Toko Swalayan

Toko swalayan

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tingkat konsumerismenya tinggi. Mereka senang mampir ke toko swalayan, walau hanya membeli sekadar barang kecil, seperti beli mi instan atau tisu basah. Peluang untuk berbisnis di bidang ini sangat besar. 

Minimarket tidak hanya monopoli masyarakat kota besar. Kamu yang tinggal di kota kecil atau pedesaan pun bisa berbisnis model ini. 

Barang-barang dagangan toko swalayan sangat bervariasi. Tidak hanya kebutuhan pokok, tetapi juga makanan, minuman dan cemilan lainnya. Banyak orang yang lebih suka berbelanja di swalayan daripada warung karena barangnya lebih lengkap. Harganya pun terbilang lebih murah. 

Perubahan Perilaku Konsumen

Toko swalayanBeberapa tahun sebelum pandemi melanda dunia, supermarket tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja kebutuhan harian. Toko swalayan bisa bertahan pada masa karena juga memiliki fungsi rekreasi. Di akhir pekan, toko swalayan berkapasitas besar dipenuhi keluarga yang berbelanja sembari berekreasi. Hal ini terbukti oleh riset yang dilakukan USDA Foreign Agricultural Service, berjudul Indonesia Retail Foods Update 2017. Survei ini, menunjukkan, bahwa toko swalayan di Indonesia memiliki jam-jam tersibuk pada akhir pekan. Jumlah pengunjung yang datang bersama keluarga mencapai 79%.

Namun, tren tersebut berubah belakangan ini karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Para pebisnis di bidang retail harus mengubah strategi bisnis sepanjang tahun 2019. Salah satunya adalah PT Hero Supermarket Tbk (HERO), yang menutup beberapa gerai supermarket, untuk bisa lebih fokus mengembangkan gerai kecantikan dan perabotan. Kondisi serupa juga Hypermart alami yang mengurangi jumlah gerainya dari 103 unit pada awal 2020 menjadi hanya 97 unit per Desember 2020. Melansir dari Tirto.id, ekonom Dr. Lana Soelistianingsih, S.E, M.A, mengatakan, banyak perubahan perilaku masyarakat dalam spending behavior. Contohnya, saat ini masyarakat cenderung membeli saat perlu sesuatu atau membeli dengan jumlah lebih sedikit. 

Permasalahan lain

Permasalahan lain yang kerap ditemui oleh pebisnis toko swalayan adalah kebiasaan berbelanja masa kini yang banyak dilakukan secara online atau daring. Belanja daring masyarakat sukai karena berbagai kelebihannya. Mulai dari kemudahan, keamanan dan keselamatan (di masa pandemi), beragam promo menarik, hingga harga yang lebih murah. “Bagi konsumen dan masyarakat ini tentu lebih enak. Waktu yang kamu sediakan untuk berbelanja di pusat belanja konvensional bisa kamu gunakan untuk kegiatan lain dan cara belanja beralih ke sistem online,” jelas Lana. 

Itu pula yang disampaikan oleh pengamat retail sekaligus Staf Ahli Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Yongky Susilo pada tahun 2021 kepada Bisnis.com. Menurutnya, format hypermarket telah mengalami pertumbuhan negatif dalam tujuh tahun terakhir dan ini terkait dengan preferensi konsumen kelas menengah atas yang tidak lagi ingin membuang banyak waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Tantangan lain yang pebisnis ritel alami adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Hal ini berasal dari pelambatan konsumsi, bukan daya beli, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Ia menilai masyarakat masih memiliki daya beli tinggi, terutama jika kamu lihat dari masih ramainya pusat perbelanjaan, kuliner atau layanan pesan antar makanan. Namun, konsumen memindahkan uang yang tadinya untuk berbelanja, menjadi ke kuliner, gaya hidup, atau hiburan. 

Jenis-Jenis Toko Swalayan

Seperti namanya, yang merupakan perpaduan dari dua kata: swa dan layan, sistem pelayanan mandiri merupakan sistem berjualan dari toko swalayan. Jenisnya pun bermacam-macam, yang dapat berbeda berdasarkan ukuran dan jenis barang yang akan toko jual. Hal ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

  1. Berdasarkan Luas Lantai 

    • Minimarket

Minimarket adalah jenis swalayan yang ukuran tokonya antara 100 sampai 999 meter persegi. Contohnya, Indomaret dan Alfamart. Jumlah item produk dagangan antara 3.000 sampai 5.000 item. Umumnya, radius antara satu minimarket dengan yang lain kurang dari dua kilometer. Ini merupakan patokan para retail minimarket

    • Supermarket 

Secara ukuran fisik supermarket lebih besar dari minimarket. Ukurannya 1.000 sampai 4.999 meter persegi. Jumlah item dagangan antara 5.000 sampai 15.000 macam barang. Untuk radius antara satu supermarket dengan yang lain efektif ter-cover sampai 10 kilometer. 

    • Hypermarket 

Hypermarket ukurannya paling besar daripada dua swalayan lainnya. Secara fisik, ukurannya 5.000 meter persegi. Jumlah item dagangan hypermarket pun lebih dari 15.000 item. Daerah radius yang ter-cover sampai 50 kilometer. 

    • Grosir

Tidak banyak ada grosiran di satu kota. Secara fisik, bangunannya berukuran lebih dari 5.000 meter persegi. Grosiran umumnya tidak menjual barang satuan. Mereka menjual dalam partai besar. 

  1. Berdasarkan Barang yang Dijual

    • Departement Store: menjual secara eceran barang dengan konsumsi utamanya adalah produk sandang dan perlengkapannya. Penataan barang berdasarkan jenis kelamin serta usia konsumen.
    • Minimarket/Supermarket/Hypermarket: adalah pusat belanja yang menjual secara eceran berbagai barang konsumsi terutama produk makanan dan rumah tangga lainnya, termasuk sandang. 
  1. Berdasarkan Kepemilikan

    • Toko Swalayan Cabang 

Jenis toko swalayan ini melaksanakan kegiatan usaha dengan menggunakan sistem pelayanan mandiri. Mereka menjual berbagai jenis barang secara eceran berdasarkan perjanjian waralaba dan merupakan jejaring usaha berskala nasional.

    •  Waralaba Lokal 

Toko ini adalah yang melaksanakan kegiatan usahanya menggunakan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran berdasarkan perjanjian waralaba. Mereka merupakan jejaring usaha berskala lokal.

    • Cabang Lokal 

Jenis toko ini adalah toko yang melaksanakan kegiatan usaha menggunakan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran dan merupakan cabang usaha yang berskala lokal.

    • Non Waralaba dan Non Cabang 

Toko yang satu ini bukan minimarket waralaba, minimarket cabang, minimarket waralaba lokal dan minimarket lokal. Toko swalayan ini berdiri sendiri dan tidak berjejaring, sehingga segala operasional toko dilakukan secara mandiri.

Modal Toko Swalayan

Sumber modal bisa kamu dapatkan lewat berbagai cara, salah satunya seperti lewat kredit bank. Bila kamu memiliki rekor kredit yang baik, akan mudah mendapatkan pinjaman dari bank. Ada beberapa jenis pinjaman yang bisa kamu gunakan, seperti kredit multiguna, kredit tanpa agunan, atau kredit pinjaman usaha mikro. Modal juga bisa kamu dapatkan dengan cara menjual aset, seperti kendaraan, rumah atau perhiasaan. 

Bila modal kamu rasa terlalu besar, kamu bisa mencari partner bisnis yang satu visi untuk membangun bisnis toko swalayan ini. 

Berapa kebutuhan modal untuk bisnis toko swalayan ini? Ada dua model bisnis, yaitu secara mandiri atau waralaba. Keduanya membutuhkan modal yang berbeda-beda. 

  • Waralaba

Model toko swalayan waralaba yang cukup marak di Indonesia adalah Indomaret dan Alfamart. Keuntungan dari model bisnis waralaba adalah secara nama sudah populer sehingga memudahkan dalam proses promosi swalayan. Selain itu, waralaba juga memberikan beberapa kemudahan, mulai dari konsep, pemasaran, brand, dan hal-hal lainnya sudah populer.  Namun, dalam konsep ini ada biaya yang harus dipotong untuk ongkos waralaba. 

Untuk sistem waralaba, kebutuhan biaya tergantung dari pihak pemilik waralaba. Misalnya, Indomaret. Untuk membuka toko baru, butuh modal sekitar Rp300 juta sampai Rp400 juta. Sementara mengambil alih usaha dari mitra lama, butuh modal minimal Rp150 juta sampai Rp200 juta. Semuanya dengan lama kontrak lima tahunan. 

Tidak jauh berbeda dengan Indomaret, biaya waralaba Alfamart sekitar Rp300 juta sampai Rp 500 juta dengan sistem kontrak lima tahun.

Biaya tersebut baru biaya waralaba. Belum termasuk biaya operasional, sewa lahan dan biaya karyawan. 

Walau kebutuhan modal awal terlihat besar, tetapi omzet bulanan pun luar biasa. Misalnya, dalam satu hari, bisa mendapat untung sekitar Rp2,5 juta, maka omzet bulanan akan mencapai angka 75 jutaan. 

Dalam bisnis toko swalayan waralaba, semua jenis barang, interior toko, dan hal-hal kecil lainnya, sudah tersedia. Kamu yang masih awam dengan bisnis model ini akan tidak terlalu pusing dalam mengurusnya. 

    • Waralaba vs Non Waralaba

Toko swalayan dengan jaringan waralaba memiliki sejumlah kelebihan daripada yang non waralaba. Salah satunya adalah manajemen bisnis yang sudah stabil. Oleh sebab itu, para pengusaha yang baru membuka tokonya sendiri bisa menjalankan dengan tenang karena semua ide, manajemen, dan sistem pemasaran sudah tersedia dan siap mereka gunakan.

Kelebihan lainnya adalah nama atau brand dari toko swalayan waralaba biasanya sudah banyak orang yang mengenalnya dengan baik. Hal ini bisa meringankan proses pemasaran. Sementara itu, segi finansial maupun kinerja keuangan juga lebih terukur. Swalayan waralaba yang memiliki banyak investor secara tidak langsung telah lulus uji pada aspek-aspek tadi.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  • Mandiri

Kalau modal kamu tidak terlalu besar, alternatif lain adalah membangun toko swalayan secara mandiri. Dengan cara ini, kamu bebas menentukan sendiri nama toko, brand, logo, dan model pemasarannya. 

Keuntungan lain dari toko swalayan mandiri adalah tidak adanya biaya royalti atau fee waralaba. Bila toko kamu sukses, ada kesempatan untuk membangun brand bisnis dengan nama sendiri. Kamu bisa menjual brand swalayan sebagai bisnis waralaba secara nasional. 

Untuk membangun toko swalayan secara mandiri ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 

    • Lokasi

Faktor penting dalam mendirikan toko swalayan adalah lokasinya. Apakah kamu menggunakan bangunan pribadi atau menyewa. Lokasi yang strategis seperti banyak dilewati orang, tidak ada toko sejenis di sekitarnya akan membuat banyak orang yang berbelanja di tokomu. 

    • Desain Swalayan

Berbeda dengan warung tradisional, desain swalayan harus dipikirkan. Etalase dan bentuk penataan harus menarik mata dan memudahkan pembeli menemukan barang yang dicari. 

Penting menemukan supplier yang bisa memasok barang yang akan kamu juga di swalayan. Cari supplier yang terpercaya dan mampu menyediakan keragaman barang. Lakukan survei mencari supplier dengan track record yang baik. Adanya supplier akan memudahkan kamu menyediakan barang dan stok barang secara berkala. 

    • Izin Usaha

Setiap pemilik swalayan wajib memiliki IUTM (Izin Usaha Toko Modern) dari pemerintah daerah. Persyaratan IUTM sesuai pasal 12 dan 12 Perpres 112/2007jo Pasal 12 Permendag 53/2011 adalah: 

      1. Salinan surat izin prinsip dari Bupati/Walikota atau Gubernur
      2. Hasil analisa kondisi sosial ekonomi masyarakat serta rekomendasi dari instansi yang berwenang
      3. Salinan Surat Izin Lokasi dari Badan Pertanahan Nasional
      4. Salinan Surat Izin Undang-Undang Gangguan (HO)
      5. Copy Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 
      6. Copy akta pendirian perusahaan dan pengesahaannya dan pengesahaan
      7. Rencana Kemitraan dan Usaha Mikro dan Usaha kecil 
      8. Surat Pernyataan kesanggupan melaksanakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku 
      9. Studi kelayakan termasuk analisis dampak lingkungan, terutama sosial budaya serta dampaknya untuk pedagang eceran setempat. 
    • Komputer

Kebutuhan penunjang paling penting di toko swalayan adalah komputer. Alat ini berfungsi untuk memudahkan dalam pengecekan arus barang yang keluar dan masuk, termasuk pula berfungsi sebagai mesin kasir.

Tips Membuka Toko Non Waralaba

Toko swalayanKendati demikian, bukan berarti mendirikan toko swalayan tanpa berjejaring tidak bisa kamu lakukan. Tanpa waralaba, kamu juga bisa mulai membangun toko sendiri dengan mengikuti beberapa tips berikut ini!

  1. Buat Perencanaan Bisnis

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah merancang rencana dan strategi untuk bisnis toko swalayan yang kamu inginkan. Karena sebuah bisnis yang baru berdiri akan sulit berkembang jika beroperasi tanpa konsep serta arah yang jelas.

Rencana bisnis toko swalayan bisa kamu mulai dengan menentukan nama dan struktur bisnis. Setelahnya, buat daftar barang dan layanan apa saja yang akan dan perkiraan modal yang kamu butuhkan. Selanjutnya adalah membuat rencana pemasaran, analisis kompetitor, dan target pasar.

  1. Mengurus Perizinan

Setelah perencanaan selesai, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan perizinan sesuai aturan yang berlaku. Dengan memiliki izin, maka usahamu tercatat secara legal oleh pemerintah dan terlindung secara hukum.

Selain itu, perizinan juga sering kali menjadi syarat dalam kegiatan yang sifatnya menunjang perkembangan usaha. Misalnya, ketika bisnis toko swalayan membutuhkan suntikan modal dari perbankan. Izin usaha menjadi salah satu syarat pengajuan kredit modal usaha ke lembaga pemberi modal.

Di Indonesia sendiri ada beberapa izin untuk bisnis tersebut. Antara lain, Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Register Perusahaan (NRP), Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

  1. Menyiapkan Tempat dan Perlengkapan

Apabila berada dalam kondisi bisnis yang memiliki persaingan ketat, faktor pemilihan lokasi menjadi komponen utama yang penting. Agar usahamu dapat bersaing secara efektif, maka perlu adanya lokasi usaha yang strategis dan mudah terjangkau oleh konsumen. Setelah menemukan lokasi yang tepat, saatnya membeli berbagai keperluan untuk membuka toko mulai dari mesin kasir, rak barang-barang, kulkas display untuk minuman, kamera CCTV hingga alarm keamanan.

  1. Menemukan Supplier

Ada beberapa cara untuk menemukan supplier, mulai dari mendatangi secara langsung produsen, distributor, pedagang grosir. Masing-masing tingkatan tersebut memiliki minimal pembelian tertentu. Tetapi, semakin banyak barang yang kamu beli, harga beli akan cenderung lebih murah. 

Selain mendatangi langsung, cara lainnya adalah melakukan pencarian secara online. Kamu bisa mencari melalui mesin pencarian, media sosial resmi produsen, forum-forum pedagang, atau akun e-commerce dari penjual barang terkait.

  1. Mengelola Tata Letak yang Baik

Pengaturan barang di toko swalayan umumnya dikelompokkan menurut jenis produknya. Misalnya, rak makanan ringan, rak minuman, toiletries, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Salah satu fungsi dari pengaturan tata letak toko adalah memberikan ruang yang tepat untuk tampilan, pencobaan produk, dan pemeriksaan.

  1. Pertimbangan Fasilitas Pendukung

Salah satu pembeda antara toko swalayan dengan toko dan warung kelontong pada umumnya adalah fasilitas pendukung yang disediakan. Misalnya, penggunaan AC, penyediaan tempat parkir, penyediaan fasilitas pembayaran elektronik seperti mesin EDC atau pembayaran menggunakan e-wallet

Kenyamanan menjadi salah satu faktor utama bagi para konsumen untuk kembali berbelanja di sebuah toko swalayan. Oleh sebab itu, pemilik toko harus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk mendapatkan kepuasan dari pelanggannya.

Jadi, kamu sudah siap membuka toko swalayan milikmu sendiri? Setiap bisnis memiliki tantangannya tersendiri, termasuk membangun toko seperti itu. Kuncinya, tetap semangat dan berusaha keras dan cerdas!

Strategi Agar Bisnis Toko Swalayan Bisa Bertahan

Toko swalayanJika kamu memiliki bisnis toko swalayan, baik yang berskala kecil maupun besar, kamu tentu memahami betapa beratnya berjuang untuk terus bertahan di masa yang penuh tantangan ini. Tenang, atur napasmu, dan teruslah membaca 5 kiat agar bisnis toko swalayan bisa bertahan di bawah ini. 

  1. Berikan Pengalaman Berbelanja yang Baru dan Unik

Milenial terutama, tampaknya kurang tertarik pada toko kelontong tradisional. Jadi untuk toko swalayan yang ingin tetap terhubung dengan generasi konsumen ini, kamu harus menawarkan lebih dari sekadar pilihan produk yang berkualitas. Tambahkan kedai kopi, makanan siap masak, hingga menyediakan area makan. “Artinya, jualan yang ada kopi, roti, donat, (makanan) siap saji. Ke depan akan seperti itu,” kata Regional Franchise Manager Indomaret, Muhammad Agus Noviyanto, sebagaimana dilansir dari Kompas.com. 

Soalnya, saat ini, konsumen cenderung mulai mencari makanan serta minuman siap saji, juga tempat untuk nongkrong di toko swalayan, ketimbang hanya membeli barang saja seperti kebiasaan konsumen terdahulu. Bila memerhatikan minimarket di sekitarmu, kamu akan melihat bahwa strategi ini sudah mulai diterapkan oleh mereka. Karena itu, berikan elemen unik lainnya pada tokomu untuk membuat perjalanan mereka lebih berkesan dan akhirnya akan mampu mempertahankan bisnis toko swalayan.

  1. Pilih Lokasi yang Tepat

Lokasi adalah hal penting untuk bisnis retail, seperti toko swalayan. Mengapa penting? Jawabannya, karena di satu sisi dapat menentukan keberhasilan bisnis toko swalayan kamu, namun di sisi lain juga bisa membuat kamu rugi. Ketika kamu memilih membuka toko di wilayah yang masih sepi dan belum berkembang, tentu ini akan dapat menyebabkan kegagalan. 

Hal utama ketika kamu memilih lokasi di antaranya dekat dengan pusat bisnis lain, semisal perkantoran, mal, atau bank. Mendekati area perumahan juga bisa menjadi pertimbangan, soalnya akses yang mudah akan menarik konsumen untuk datang ke tokomu. Saran lain dari Yongki adalah menyesuaikan lokasi dengan target market kamu agar toko swalayan kamu bisa bertahan. 

Yongky berpendapat, format toko swalayan dengan skala Hypermarket tetap memiliki peluang kota-kota sekunder dan tertier dengan masyarakat kelas menengah yang masih tertarik dengan konsep toko besar. Sementara itu, untuk di kota-kota besar, pebisnis harus bisa memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda agar dapat mempertahankan bisnis toko swalayannya. 

  1. Menggabungkan Online-Offline

Akuisisi toko offline oleh e-commerce raksasa beberapa tahun lalu membuat tren baru, yaitu penggabungan online store dengan offline store. Tahun 2014, Amazon membeli Whole Foods yang memiliki 456 toko di Amerika Serikat, Kanada dan UK senilai $13,7 miliar. Tahun 2017, Alibaba juga mengakuisisi 36% saham operator hypermarket di Cina bernama Sun Art Retail Group senilai $2,9 miliar. Di sisi lain, bisnis-bisnis retail yang mengandalkan toko offline juga mencoba bertahan dan mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko online. 

Selain itu, otomatisasi sistem juga dilakukan oleh pebisnis toko swalayan raksasa. Contohnya Wal-Mart, yang kini mulai menerapkan kios otomatis di Oklahoma. Cara kerja sistem ini dimulai dari konsumen membeli bahan makanan secara online, kemudian karyawan Wal-Mart akan memilih, mengemas pesanan, dan menyimpannya di kios otomatis tersebut. Saat konsumen tiba di kios, cukup memasukkan kode, dan beberapa menit kemudian barang belanjaan pun siap dibawa pulang. Otomatisasi sistem ini mungkin bisa kamu mulai dengan menggunakan WhatsApp Business.

  1. Tambahkan Produk yang Sedang Konsumen Buru

Apakah kamu menjual apa yang diinginkan konsumen atau apa yang selalu kamu ingin jual? Kamu bisa belajar dari toko kelontong kecil yang giat mencari sumber pendapatan baru dengan mengikuti kebutuhan konsumen pada waktu tertentu. Contohnya, di masa pandemi ini, di mana masyarakat mengutamakan kebutuhan untuk menyehatkan tubuh di atas kebutuhan lainnya, kamu bisa memenuhinya. Merujuk hasil Survei Sosial Demografi Dampak COVID-19 yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik, pembelian bahan makanan meningkat menjadi 51%. Pengeluaran terbesar kedua adalah untuk kesehatan sebesar 20%, disusul pengeluaran untuk pulsa dan paket data sebesar 14%. 

Contoh peluang lainnya, pada musim liburan atau hari raya, kamu bisa mempertahankan toko swalayan kamu dengan berjualan produk mainan anak untuk membantu para orang tua atau orang dewasa dalam memberikan hadiah kepada anak, keponakan, atau cucunya di hari raya atau hari libur sekolah. 

  1. Terus Berinovasi 

Cara lain agar kamu dapat meningkatkan pengalaman berbelanja konsumen adalah dengan menambahkan fitur kenyamanan. Karena begitu banyak konsumen yang menggunakan smartphone untuk berbelanja dan berbagai keperluan lainnya, mengapa tidak membuat website untuk toko swalayan kamu? Ini dapat menjadi salah satu cara agar kamu tetap terkoneksi dengan konsumen dan menciptakan pengalaman berbelanja yang luar biasa untuk mereka. 

Pertimbangkan aplikasi yang memungkinkan konsumen mudah dan nyaman berbelanja di tokomu atau upgrade bisnis kamu menjadi bisnis online dengan website gratis. Kelola toko online-mu sendiri dalam waktu singkat di LummoSHOP. Kamu bisa menambahkan produk baru, lacak inventory kamu, penuhi atau batalkan pesanan, cetak slip pengepakan, kirim faktur, dan lainnya.

Kemudahan bertransaksi juga menjadi keunggulan dari sebuah bisnis. Pasti pernah, kan, kamu enggak jadi belanja karena pas lagi enggak punya uang tunai, eh tokonya enggak memiliki metode pembayaran online. Inovasi untuk memberikan berbagai metode pembayaran terkini juga perlu kamu lakukan agar berhasil mempertahankan bisnis toko swalayan kamu. 

Modal yang Dibutuhkan

Toko swalayan

Untuk perhitungan modal bisnis swalayan, ada beberapa hal yang perlu kamu cermati. Ini contoh dari modal yang perlu disiapkan untuk swalayan mandiri.

Biaya Modal Awal:

      1. Sewa bangunan Rp150.000.000 
      2. Rak Rp3.000.000 
      3. Lemari dan etalase Rp4.000.000
      4. Stag display cabinet Rp3.000.000 
      5. Perangkat komputer Rp4.000.000 
      6. Mesin kasir dan barcode scanner Rp4.000.000 
      7. Meja konter kasir Rp1.500.000 
      8. Pendingin ruangan Rp3.000.000
      9. Pengadaan barang Rp60.000.000
      10. Seragam karyawan Rp500.000 
      11. Tempat rokok Rp500.000 

Total Modal = Rp230.500.000 

Biaya Operasional Bulanan: 

Gaji karyawan (4 orang) Rp 8.000.000 

Air, listrik dan lain-lain Rp1.000.000 

Pengadaan barang bulanan Rp30.000.000 

Kegiatan promosi Rp1.000.000 

Total Biaya = Rp40.000.0000

Perkiraan Keuntungan: 

Estimasi omzet bulanan @Rp2.500.000 x 30= Rp75.000.000

Estimasi keuntungan bulanan Rp75.000.000 – Rp40.000.000 = Rp35.000.0000

Demikianlah seluk beluk dalam mendirikan toko swalayan dan peluang yang bisa kamu dapatkan lewat bisnis ini. Bisnis swalayan memang membutuhkan modal besar tetapi keuntungan yang dihasilkan pun sangat menggiurkan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP