fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tren Bisnis vs Menciptakan Tren ala Puyo Desserts & Haka Dimsum

TREND BISNISS 01

Tak bisa kita pungkiri bahwa tren bisnis selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Perubahan tren yang begitu cepat terkadang menjadi kendala tersendiri bagi para pemilik usaha. 

Sebab suatu tren memang dapat menjadi suatu solusi untuk meningkatkan atau mengembangkan bisnis. Namun, di sisi lain hal tersebut juga dapat menjadi bumerang. Alih-alih ingin mengikuti tren, justru bisnis malah kehilangan identitas dan customer akibat tidak mampu beradaptasi dengan tren tersebut. 

Jika kamu masih bingung cara mengembangkan usaha dari sebuah tren bisnis, LummoSHOP bakal kasih kamu beberapa tipsnya, nih. Kali ini sumbernya adalah Gary Evano, Managing Director Puyo Desserts & Haka Dimsum.

Baca juga: 4 Tren Konsumen dan Tips Bisnis Bertahan di Kala Pandemi dari CEO Kursus Bisnis Online

Memandangnya Sebagai Peluang 

Mendirikan usaha Puyo Desserts sejak tahun 2013 tentu membuat Gary Evano paham betul mengenai tren bisnis yang tidak pernah ada matinya. Sebagai seorang pebisnis yang sudah memiliki cabang lebih dari 100 toko di Pulau Jawa, Gary menilai bahwa seorang pelaku usaha harus cerdas dalam memandang sebuah tren. 

Tidak boleh gegabah, tren bisnis justru harus kita lihat dari berbagai aspek. Jangan sampai hal tersebut justru menjerumuskan kita ke lubang hitam alias kerugian. Bagaimana pun, mengikuti tren bisnis juga ada triknya supaya memberikan dampak positif pada perkembangan bisnis, terutama penjualannya.

Menurut Gary, terdapat dua hal penting yang perlu pebisnis pahami:

  1.     Punya Kualitas Produk 

Sebuah produk tentu harus berkualitas jika ingin menarik perhatian calon konsumen. Apabila produk sudah memenuhi standar kualitas pasar, maka bukan hal yang sulit untuk mengikuti tren bisnis apa pun. 

Selama produknya berkualitas dan bisa memanfaatkan tren dengan maksimal, besar peluangnya untuk mendatangkan omset yang lebih tinggi. Gary berpesan agar para pelaku usaha untuk memperhatikan kualitas produknya terlebih dahulu sebelum mengikuti tren. 

  1.     Pelayanan yang Prima

Pembeli adalah raja. Baik jualan secara offline maupun online, pemilik bisnis harus mengutamakan tingkat pelayanan sebagai bentuk menghargai konsumen saat mereka belanja di toko kamu. Terlebih pelanggan pasti punya harapan atau ekspektasi terhadap produk kamu. 

Oleh karenanya, kamu sebagai pemilik bisnis harus memberikan kepuasan pada konsumen. Dengan begitu, konsumen pun tidak akan segan untuk kembali melakukan pembelian di toko kamu. 

Bukan tidak mungkin juga kalau mereka akan merekomendasikan toko kamu karena pelayanan yang toko kamu iberikan sangat memuaskan. Apabila pelayanan sudah prima, kamu bakal lebih siap dalam menyambut berbagai tren bisnis yang berganti setiap tahunnya.

Baca juga: Membaca Tren Kopi di Indonesia

Tips Mengembangkan Bisnis dari Sebuah Tren 

TREND BISNISS 03Mengikuti tren adalah salah satu cara paling mudah yang bisa pemilik usaha lakukan untuk mengembangkan bisnisnya dalam waktu cepat. Karena usaha yang kamu jalani dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu haus akan hal baru. 

Namun ada beberapa dasar penting yang harus pebisnis kuasai agar tujuannya dalam mengikuti tren untuk meningkatkan penjualan dapat berjalan sukses. Menurut Gary, berikut dasar-dasar penting yang wajib pebisnis atau pelaku usah penuhi:

  1.     Produk dan Merek yang Cocok 

Pastikan produk yang kamu punya cocok dengan target pasar yang kamu bidik saat mengikuti sebuah tren bisnis. Jika merasa produk yang kamu tawarkan  sesuai dengan tren yang berjalan saat ini dan targetnya jelas, maka lanjutkan strategi penjualan kamu dan tim. 

Namun, jika tren tersebut tidak cocok dengan imej perusahaan kamu, sebaiknya urungkan niat untuk mengikuti tren. Lebih baik menunggu waktu yang tepat untuk mengikuti tren, daripada kehilangan identitas bisnis maupun pelanggan. 

  1.     Disiplin Keuangan 

Suatu bisnis dikatakan sukses bila mampu melakukan manajemen keuangan perusahaan dengan baik dan tepat. Jika kamu sudah bisa memenuhi poin ini, kamu bisa mengikuti tren bisnis dengan budget yang sudah ditetapkan.

  1.     Operasional yang Bisa Diduplikasi 

Setiap pebisnis pasti ingin melebarkan sayapnya dengan membuka banyak cabang. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, kamu harus mempunyai system yang bsia diduplikasikan sehingga mampu mengembangkan bisnis dengan cara mengikuti tren yang ada. 

  1.     Bikin Bisnis Semenarik Mungkin

Agar konsumen melirik produk kamu saat kamu sedang mengikuti tren, buatlah bisnis semenarik mungkin. Setelah itu, tentukan value atau harga yang sesuai dengan target pasar kamu. Jangan terlalu mahal, pun jangan merusak harga pasaran. 

  1.     Lakukan Inovasi 

Inovasi tidak melulu harus berbentuk hal yang besar. Kamu bisa memulainya dari hal kecil terlebih dahulu tapi mampu membuat tren dari inovasi tersebut. Menurut Gary, ada 10 inovasi kecil yang bisa para pelaku usaha lakukan sebagai langkah awal untuk mengembangkan bisnis, antara lain:

      Buat model bisnis yang masyarakat sukai 

      Lakukan kerjasama dengan pihak yang tepat 

      Susun struktur bisnis yang baik

      Tingkatkan kualitas produk

      Perhatikan sistem produk yang bisnis gunakan

      Tingkatkan layanan bisnis

      Tentukan saluran penjualan

      Ciptakan merek yang bermakna

      Jalin hubungan yang baik dengan para pelanggan

Baca juga: Nge-tren! Ini Keuntungan Bisnis Jualan Kopi

Haruskah Selalu Mengikuti Tren Bisnis?

TREND BISNISS 02Kita memang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Akan tetapi, pilihlah tren yang memang cocok dengan konsep bisnis kita. Kalau merasa cocok, tren tersebut dapat kita adopsi dan kembangkan.

Gary mengingatkan agar pebisnis tidak lantas latah dengan tren yang ada. Mengambil contoh dari bisnis Puyo Desserts miliknya yang bertahan dengan booth kecil di mal-mal dan tidak termakan tren bisnis kafe-kafe cantik yang terbangun di atas lahan kosong. Sudah seharusnya bagi pemilik bisnis untuk lebih aware dengan tren-tren tersebut. 

Selain itu, Gary juga menekankan dua hal penting yang harus pebisnis jadikan patokan saat hendak mengikuti suatu tren bisnis, yakni:

  • Apakah tren tersebut dapat menyelesaikan masalah?

Jika merasa tren yang ada dapat menjadi solusi bagi penjualan yang sedang mandek, maka tidak ada salahnya untuk mengikuti tren yang berkembang saat itu. Misalnya, usaha F&B kamu sedang lesu, kemudian ada tren makanan yang muncul. Tren ini bisa kamu manfaatkan dan kembangkan sebagai menu baru sehingga kamu dapat menarik konsumen dengan menu baru yang kamu hadirkan. 

  • Apakah tren tersebut dapat memenuhi keinginan konsumen?  

Sebagaimana yang kita tahu, konsumen selalu haus akan sesuatu yang baru. Coba pelajari mengenai hal apa yang diinginkan atau dicari konsumen dari sebuah produk. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah tren yang ingin diikuti dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau tidak. 

Sebagai pemilik bisnis, kamu dapat mengikuti tren tersebut atau justru menciptakan tren baru. Namun, pastikan kamu ‘membungkus’ produk kamu sebaik mungkin agar dapat mengikutinya dan memanfaatkannya dengan baik.

Penting juga untuk melakukan analisa terlebih dahulu mengenai keefektifan tren tersebut dalam bisnis kamu. Bila kamu merasa hal tersebut akan bertahan lama dalam industri bisnis yang kamu jalani, maka kamu dibolehkan untuk investasi lebih banyak. 

Akan tetapi, bila tren tersebut dirasa hanya bertahan dalam jangka waktu pendek, sebaiknya harus hati-hati. Jangan investasi terlalu besar dulu di awal. Lakukan secara bertahap sampai melihat peluang dari tren tersebut.

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP