fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tren Packaging Produk Kecantikan 2022

Packaging Produk Kecantikan

Umumnya, produk kecantikan memang dipilih konsumen karena kualitas produknya. Baik itu produk kosmetik atau skincare. Konsumen memilihnya berdasar kebutuhan dan kondisi kulit mereka. 

Sama halnya dengan industri fashion, industri kecantikan yang meliputi bisnis kosmetik di dalamnya ini juga bersifat dinamis terhadap tren. Pandemi juga secara mengejutkan membuat tren usaha kosmetik berubah. Saat ini, industri kecantikan yang menguasai pasar adalah produk skincare.

Aturan pemerintah yang mengharuskan di rumah saja justru membuat produk skincare naik daun. Karena kaum hawa memang tidak bisa lepas dari yang namanya ingin tampil cantik. Salah satu cara untuk tampil cantik yaitu dengan merawat diri. Jadi sudah bisa ditebak dong kenapa produk skincare bisa naik daun?

Industri Kecantikan Selama Pandemi Justru Meningkat

Dilansir dari Kompas.com, berdasar data dari Euromonitor, pada tahun 2020 pendapatan produk kosmetik di Indonesia mengalami penurunan hingga 4%. Sedangkan pada tahun 2021 angka tersebut naik.

Bahkan berdasar dari data Sociolla selama setahun terakhir ditemukan kalau brand kecantikan dari Asia terutama yang berbahan alami mengalami pertumbuhan positif di kuartal ketika tahun 2021 sebesar 18,46% dibanding tahun 2020.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Tidak berhenti di situ, brand lokal kini juga mulai bermunculan. Sociolla mencatat brand lokal mengalami peningkatan hingga 66% pada 2021. Seolah tidak ingin kehilangan peluang. Karena kemudahan yang ditawarkan era bisnis D2C atau Direct-to-Consumer, membuat produk kecantikan yang baru merintis sekali pun dapat memasarkan produknya dengan lebih mudah tanpa perantara. Bahkan ada juga yang mencoba jual alat kecantikan seperti cleansing brush.

Membeli produk kecantikan online sudah bukan hal yang meragukan bagi konsumen. Saat ini konsumen sudah memiliki pintar dalam menilai kelayakan produk dengan membaca deskripsi produk dan testimoni konsumen lain. Itulah manfaat dari adanya model bisnis D2C atau Direct-to-Consumer.

Packaging Jualan Online Bisnis Kecantikan

Senjata utama yang dibutuhkan saat berjualan online adalah foto produk yang menarik. Packaging produk kecantikan adalah hal pertama yang dilihat konsumen. Tidak mungkin kan foto produk bisnis kamu hanya menampilkan tekstur berupa krim atau butiran bedak tabur? Tentu packaging produklah yang akan menghiasi foto produk katalog bisnis kecantikan kamu.

Packaging juga dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Apalagi kaum wanita sebagai konsumen terbesar produk kecantikan. Segala sesuatu yang indah akan mudah menarik hati wanita, termasuk urusan packaging produk kecantikan yang tidak bisa diabaikan. Karena jika tidak terkonsep dengan baik, tentu bisa membuat kamu kehilangan peluang tadi.

Packaging Produk Kecantikan

Pentingnya Packaging Produk Kecantikan

Selain untuk menarik hati konsumen, packaging produk kecantikan juga penting karena:

  • Merepresentasi Produk 

Produk kecantikan itu sangat spesifik untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang bervariasi. Contohnya saja The Body Shop. Brand tersebut paham jika kondisi kulit konsumennya berbeda-beda. Mereka coba menghadirkan tea tree series yang packaging-nya full berwarna hijau.

Selain itu, mereka juga paham jika aroma dari produk kecantikan juga dapat menarik minat konsumen. Namun begitu banyaknya aroma yang mereka tawarkan melalui produknya tentu harus dibuat pembeda. Lihat saja packaging produk kecantikan beraroma mawar The Body Shop hadirkan melalui warna merah muda. Sedangkan shea butter, berwarna krem kecokelatan. 

Packaging yang berbeda ternyata dapat merepresentasi produk kecantikan agar membuat konsumen lebih mudah mengenal perbedaan tiap produknya.

  • Mewakili Nilai Merek

Jika suatu merek tengah mengedepankan nilai produk ramah lingkungan, maka tidak hanya bahannya yang dibuat secara alami. Namun packaging sebagai kemasan produk pun harus dikonsep ramah lingkungan.

Contohnya produk dari salah satu brand lokal Rei Skin dengan program #PakaiSampaiHabis. Melalui program ini, Rei Skin ingin mengajak konsumennya untuk mengirimkan kemasan habis pakainya. Lalu nantinya konsumen akan mendapat reward berupa diskon e-voucher 10% untuk pembelian selanjutnya.

Lainnya, ada juga brand yang sudah mendunia yaitu Kjaer Weis. Mereka menciptakan refillable compacts untuk konsumennya. Sehingga akan membantu mengurangi limbah dari produk kecantikan. 

  • Branding

Packaging dengan ciri khas warna tertentu sebenarnya bukan hanya untuk menambah daya tarik konsumen. Tapi juga dapat menjadi branding dari produk kecantikan.

Coba kamu lihat serangkaian pemilihan warna packaging Emina. Terkesan ceria, kan? Karena memang konsumen Emina adalah remaja. Jadi tentu pemilihan warnanya haruslah menampilkan suasana ceria seperti merah muda dan jingga.

Berbeda dengan Make Over yang memiliki pasar konsumen dewasa, tentu tampilan elegan dan menawan adalah nilai jualnya. Sehingga warna hitam dengan logo Make Over di tengahnya sudah cukup untuk mewakili branding produk kecantikan tersebut.

  • Pengalaman Berbeda di Setiap Packaging

Perkembangan industri kecantikan melahirkan berbagai packaging yang unik dan menarik untuk dicoba. Apalagi lipstik. Saat ini banyak sekali packaging lipstik yang bentuknya tidak umum.

Salah satu contohnya adalah produk lip tint dari Implora yang berbentuk es krim. Tidak hanya unik, packaging ini juga mudah dibawa ke mana-mana karena bentuknya yang mungil.

Konsumen akan tertarik untuk membeli produk dengan packaging semacam ini demi mendapat pengalaman yang berbeda dari lipstik pada umumnya.

Tren Packaging Produk Kecantikan 2022

Mengikuti tren pasar memang menguntungkan. Namun bukan berarti dengan ikut-ikutan tren, kamu sebagai pebisnis tidak mengusung value tersendiri untuk brand kamu. 

Karena jika terus mengikuti tren maka perubahan yang terjadi di packaging kamu akan tidak berhenti. Sementara kamu harus menyampaikan value dari brand kamu agar menjadi pembeda di ingatan konsumen dan memunculkan ketertarikan di hati konsumen.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pastikan untuk menetapkan standar desain packaging brand kecantikan kamu. Itulah hal utama yang harus kamu kedepankan. Lantas hal apa saja yang harus kamu perhatikan sebelum mencoba mengikuti tren yang ada?

  1. Gaya

Pastikan kamu tahu gaya apa yang ingin kamu tampilkan sehingga kamu akan mengetahui elemen desain yang dibutuhkan. Sebelum menentukan gaya, kamu harus libatkan segmentasi pasar produk kamu di sini.

Misalnya brand kamu ditujukan untuk anak muda atau remaja yang baru mencoba memakai produk kecantikan. Nah, gaya yang kamu ingin tunjukkan adalah sisi ceria dunia mereka. Otomatis elemen desain yang kamu pakai bisa berupa gambar bunga.

Jangan sampai kamu ingin menunjukkan gaya sesuai anak remaja dengan pilihan elemen desain minimalis berupa dasar packaging putih dan di tengahnya hanya ada nama brand kamu saja. Tentu itu akan tidak cocok.

  1. Warna

Warna juga harus menampilkan kepribadian konsumen dan brand kamu. Selain itu, pemilihan warna menjadi pelengkap elemen desain seperti yang dibahas sebelumnya. 

Coba pikirkan warna apa yang belum dimiliki produk kecantikan lainnya. Jangan fokus hanya ke satu warna. Tapi ciptakan kombinasi warna menarik agar produk kamu juga memiliki ciri khas.

  1. Font

Jangan pernah memakai font yang susah dibaca hanya karena ingin tampil berbeda dengan brand produk kecantikan lainnya. Pastikan memilih font yang mudah dibaca tapi tetap mewakili gaya brand kamu. 

  1. Bahan

Jenis kemasan produk kecantikan beragam seperti botol penyemprot, tabung, compact, dan lainnya. Bahannya yang digunakan pun beragam mulai dari plastik sampai kaca. Sementara itu, dunia industri kecantikan sedang berlomba  menciptakan packaging ramah lingkungan. Ini merupakan tantangan sekaligus tren yang patut diikuti. Bahkan EST LAB menggunakan packaging berupa kertas yang terbuat dari limbah tebu sehingga dapat didaur ulang bahkan dijadikan kompos.

Ada pula YSL Beauty juga memakai packaging plastik yang dapat didaur ulang dan diisi ulang. Berawal dari tren, semoga pemilihan bahan ramah lingkungan ini menjadi identitas setiap brand dengan gayanya masing-masing yang terus konsisten untuk mengurangi limbah produk.

Tren memang terus berkembang secara dinamis dan tidak dapat dihindari. Apalagi dunia industri kecantikan yang kompetitif, memaksa kamu sebagai pebisnis untuk selalu mengembangkan bisnis kamu agar tidak ketinggalan zaman. 

Namun bukan berarti dengan mengikuti tren, kamu bisa mengubah apa pun secara drastis setiap saat. Pastikan kamu dapat menjadi inovator di tahun 2022 nanti tanpa melupakan value brand kamu, ya!