fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Trik Foto Produk Agar Website Bisnis Online Naik Kelas

Memilih seringkali menjadi persoalan sulit. Ambil contoh saat kita menyambangi sebuah restoran lalu dihadapkan pada buku menu, sering bingung kan mau pilih menu yang mana? Karena, ada yang gambarnya menarik, tapi harga nggak pas di kantong, ada yang harganya cocok, tapi gambarnya seperti kurang menggoda. 

Hanya saja, kenyataan tak selalu semanis yang digambarkan. Makanan yang dipesan kadang berbeda jauh dengan gambar yang ditampilkan. Mau komplain ya rasanya enggan, akhirnya hanya bisa menikmati yang sudah disajikan. 

Ini juga yang menjadi kekhawatiran konsumen di bisnis online. Barang yang dipesan tidak sesuai gambar yang ditampilkan. Entah warna aslinya ternyata lebih terang atau gelap, dimensi ukuran yang berbeda, dan lainnya. 

Namun di bisnis online, gambar punya kekuatan yang luar biasa. Logikanya begini, konsumen tidak bisa memegang langsung barang atau produk yang ingin dibeli. Mereka hanya bisa membayangkan berdasarkan gambar atau foto yang dilihat dan deskripsi yang diberikan, itu pun kalau konsumennya termasuk pembeli yang jeli dan rajin membaca deskripsi. 

Apalagi zaman sekarang, zaman generasi milenial dan Z menguasai populasi, visual menjadi kekuatan, karena ciri khas generasi ini lebih senang melihat gambar, foto, atau video ketimbang harus membaca. Sebagai pebisnis online, kamu pasti paham situasi ini.

Milward Brown, sebuah lembaga survei di Amerika Serikat melalui studinya mendapati, bahwa gen Z (lahir di tahun 1997 sampai 2012) lebih menyukai konten dalam bentuk visual dibandingkan tulisan. Konten visual lebih mudah diterima oleh gen Z karena membuat mereka tak perlu fokus pada satu aktivitas. 

Bagi bisnis online, foto produk ibarat etalase toko, semakin bagus tentu semakin tinggi minat konsumen untuk melirik. 

Coba kamu perhatikan foto berikut:

Dari gambar tersebut, kira-kira frappucino mana yang akan kamu pilih? Tentu jawaban foto yang pertama. Karena dari komposisi gambar terlihat lebih menarik, foto tidak terpotong. Pencahayaannya juga pas, lelehan sirup karamel di atas whipped cream tampak mengilat dan menggoda. Sementara yang di kanan, tampak tidak kurang membangun selera. 

Nah, itulah kekuatan gambar atau visual dalam bisnis online. Seperti tagline sebuah iklan parfum yang populer di era 90-an, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Begitu pula foto produk bagi bisnis online, foto yang baik akan meningkatkan minat konsumen membeli produk jualan kamu. 

Wah, berarti mesti sewa fotografer produk profesional atau setidaknya investasi kamera donk?

Nggak juga sih. Coba simak beberapa foto berikut:

Sumber: Cnet.com

 

Sumber: Cnet.com

 

Kedua foto tersebut tampak seperti diambil oleh kamera profesional, tapi kenyataannya tidak. Kedua foto ini diambil dengan kamera Iphone 7 Plus. Hasilnya kurang lebih sama dengan menggunakan kamera profesional, bahkan bisa diberi efek bokeh atau makro seperti gambar yang di bawah. 

Jadi, kalau memang belum ada anggaran untuk menyewa fotografer atau membeli kamera profesional, ya gunakan saja ponsel atau perangkat gawai untuk foto produk sederhana. Itulah kenapa dalam dunia fotografi ada istilah, ‘The man behind the gun.’ Artinya, untuk menghasilkan foto yang bagus dan baik tidak tergantung pada kecanggihan alat, tapi siapa yang menggunakannya. 

Bagi pebisnis direct to consumer atau D2C, tentu penting memiliki modal teknik fotografi produk sederhana. Referensi yang mengajarkan teknik foto produk pun sudah banyak, peralatan sederhana pendukungnya juga mudah didapat dan harganya ramah di kantong. 

LummoSHOP share deh, tahap dan teknik foto produk dengan menggunakan ponsel pintar untuk bisnis online kamu. 

Siapkan dulu produknya

Kumpulkan produk apa saja yang akan difoto, lalu pastikan produk dalam kondisi baik. Misalnya, kalau bisnis online kamu di bidang fashion, ya pastikan produk bebas kerutan, bebas debu atau benda-benda yang bisa menempel di kain. Sementara kalau produk yang kamu jual perabotan rumah tangga atau minuman dalam kemasan, pastikan dalam keadaan bersih dan tidak ada sidik jari yang terlihat menempel. Oya, pastikan juga kamu menampilkan produk-produk andalanmu.

Kamera ponsel pintar yang mumpuni

Ponsel pintar dengan kamera resolusi tinggi dan hasil gambar bagus nggak melulu mahal kok. Banyak juga yang harganya terjangkau, tapi kualitas kameranya baik. Jangan lupa, kenali juga fitur-fitur di kamera ponselmu. Tapi ingat, editingnya jangan berlebihan, supaya tidak menipu pelanggan. 

Perhatikan angle

Angle atau sudut pengambilan gambar yang kurang bagus, bisa membuat produkmu tampak murahan. Ada beberapa komposisi angle foto produk yang bisa kamu coba:

  • Bidik objek foto searah pandangan mata atau eye level.
  • Ambil objek foto dari atas atau dari sudut tiga perempat. 
  • Baringkan produk di atas meja, lalu ambil foto dari atas. Angle ini cocok untuk produk seperti buku, makanan, atau perhiasan. 
  • Angle close up untuk menampilkan detail produk. Cocok untuk produk fashion seperti tas, pakaian dengan bordiran, perhiasan, dan produk lain yang membutuhkan detail.
Pencahayaan cukup dan tambah background

Pencahayaan itu faktor penting dalam fotografi. Begini triknya agar pencahayaan foto produk kamu bagus:

  • Gunakan pencahayaan alami dari sinar matahari. Bisa dari jendela atau pintu  yang terbuka. Letakkan objek foto tepat di tepi jendela. Sebaiknya sesi foto dilakukan di sekitar jam 8-9 pagi atau 4-5 sore agar cahaya tidak terlalu tajam. 
  • Gunakan reflektor perak atau putih. Letakkan di seberang cahaya supaya cahaya bisa terpantul ke objek foto. 
  • Agar hasil foto produk semakin baik, gunakan juga mini studio photo box. Mini studio photo ini biasanya sudah dijual termasuk lampu dan background foto. 
  • Untuk background, kamu juga bisa membeli kain green screen supaya memudahkan kamu dalam proses editing jika ingin mengganti-ganti background foto. 
  • Jika foto produkmu ingin menampilkan merek atau label produk, tempatkan label di bagian tengah bingkai foto, supaya terlihat jelas dan menarik secara visual.
Jangan di-zoom

Kamera ponsel cenderung memperkecil obyek, karenanya memotretlah dari jarak yang cukup untuk menampilkan keseluruhan obyek, hindari zoom saat mengambil gambar karena akan menurunkan resolusi foto. Sisakan juga ruang di sisi kiri, kanan, atas, dan bawah foto jika terpaksa foto harus dipotong.

Gunakan tripod dan editing minimalis

Tripod berguna agar hasil foto tidak blur. Jika hanya dengan tangan, besar kemungkinan tangan bergoyang karena gemetar misalnya, sehingga hasil foto blur. Edit sewajarnya alias jangan berlebihan. Kamu tentu tak mau mengundang komplain konsumenmu yang mendapati produk tak sesuai dengan gambar.

Konsistensi

Foto produk bisnis online kamu harus memiliki ciri khas yang secara konsisten ditampilkan di setiap foto produk.

 

Tapi boleh donk bisnis direct to consumer alias D2C menggunakan kamera profesional atau menyewa fotografer?

Ya boleh-boleh saja kalau anggaran tersedia dan memang sudah jadi kebutuhan. Tapi ingat, kamera profesional tak akan maksimal kalau kamu tidak menguasai alat, fitur, dan teknik fotografi produk. Jadi foto produk sederhana dengan ponsel bisa jadi sarana untuk melatih skill dan insting fotografimu. 

Soal menyewa fotografer profesional juga sah-sah saja, selama kebutuhannya memang ke arah sana, ketika kamu ingin membawa bisnis online milikmu ke level yang lebih tinggi. Misalnya saja, kamu ingin mengeluarkan produk premium untuk segmen market tertentu, sehingga kamu butuh bantuan fotografer profesional untuk membawa foto produkmu ikut naik kelas. 

Namun, pastikan kamu menyewa fotografer yang memang sudah terbiasa mengerjakan foto produk dan menguasai teknik serta styling produk. 

Gimana, jadi pebisnis online bikin kamu multitasking dan menguasai banyak hal, bukan? Intinya, cuan tidak didapat hanya dengan strategi penjualan yang jempolan, tapi juga kreativitas tanpa batas dengan menghasilkan foto produk yang berkelas.