fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tujuh Hal Penyebab Bisnis Kamu Stagnan

LummoSHOP_Bisnis Stagnan

Punya usaha yang menguntungkan adalah impian setiap pebisnis. Termasuk kamu, bukan? Saat ini banyak orang ingin memulai bisnis online. Tidak perlu modal yang banyak seperti bisnis yang mengharuskan ada kantor hingga gudang, cukup di rumah dan bermodalkan internet, bisnis online sudah bisa dimulai.

Saat memulai usaha, mungkin kamu masih bersemangat menjalankannya secara maksimal sehingga omzet penjualan meningkat. Namun, seiring berjalannya waktu omzet mulai tidak stabil. Usaha yang dijalankan berjalan di tempat, tidak ada peningkatan. Kamu mungkin berpikir untuk melakukan ekspansi di tahun ini, tapi malah tidak berkembang. 

Kondisi seperti ini di dalam bisnis disebut stagnan. Artinya usaha kamu tidak mengalami perkembangan, tapi juga tidak mengalami kerugian. Kondisi ini banyak dialami oleh usaha yang masih baru, baik itu skala kecil maupun menengah. 

Apa penyebabnya, yuk kami akan bahas ini di sini:

  1. Kurang Modal

Modal sangat dibutuhkan saat pertama kali memulai usaha. Tanpa modal, kamu tidak bisa produksi, melakukan promosi, merekrut karyawan, hingga menggaji mereka. Untuk itu pastikan memulai usaha dengan modal yang cukup untuk setidaknya beberapa bulan di awal berbisnis dan buat rencana anggaran usaha agar persiapan kamu matang saat berbisnis. 

  1. Tidak Fokus

Dalam menjalankan usaha harus fokus. Jika saat ini kamu masih menjadi karyawan di perusahaan lain atau sambil berbagi waktu dengan mengurus keluarga, maka perlu dievaluasi lagi manajemen waktumu agar bisa fokus di kedua hal tersebut. Karena menjalankan usaha itu tidak hanya menjual produk, tapi juga perlu tahu apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan bisnis online kamu agar bisa berkembang. Misalnya, mencari investor, membuat inovasi produk atau membuat event agar bisnis kamu dikenal oleh banyak orang. Jika hal ini diabaikan, tak heran bisnis kamu akan stagnan atau bahkan perlahan terperosok.

Faktor tidak fokus juga bisa disebabkan karena pelaku usaha yang membuat bisnis baru lagi, padahal bisnis pertama baru mulai jalan. Sebenarnya tidak salah melakukan diferensiasi bisnis, asal usahanya sudah bisa ditinggal atau adalah istilah bisnis autopilot.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menentukan tujuan bisnis online kamu dengan jelas, sampai sejauh mana berkembang. Apakah hanya menjadi pemimpin pasar di daerah kamu atau sampai go internasional? Ini harus diperjelas agar bisnis kamu tidak terkatung-takung seperti orang yang di-ghosting

  1. Serba Sendiri

Saat awal memulai bisnis online, pastinya kamu bekerja sendiri. Mulai dari produksi, upload produk di website atau marketplace, melakukan pengecekan penjualan, pengepakan produk untuk dikirim, sampai mengantarkannya ke jasa pengiriman barang.

Namun, ketika bisnis kamu mulai berkembang, tentu kamu tidak bisa terus-menerus kerja sendiri. Pastinya akan menyita waktu, tenaga, bahkan pikiran. Porsi waktu dan energi yang seharusnya bisa disalurkan untuk melakukan inovasi dan mengiklan produk kamu, justru habis untuk hal yang teknis dan sebenarnya bisa didelegasikan. Melakukan hal serba sendiri memang baik, tapi ada waktunya kamu membutuhkan bantuan orang lain. Karena bila ini berlanjut bisa menyebabkan usaha kamu stagnan.

Majunya bisnis online kamu tentu diperlukan bantuan dari pihak lain. Seperti membuat tim untuk membantu kamu mengembangkan usaha. Jika kamu memahami bagaimana mempromosikan produk, maka pilihlah orang lain untuk membantu kamu dalam produksi dan menjual produk kamu.

  1. Salah Merekrut Orang

Agar jualan online kamu berkembang, kamu perlu merekrut orang sebagai tim atau karyawan kamu. Dalam mempekerjakan orang tidak cukup yang punya kemampuan saja, tapi juga sesuai dengan kebutuhan bisnis online kamu. 

Misalnya, jika kamu butuh orang yang mampu menjual produk, pastikan ia mempunyai latar belakang sebagai sales. Di samping itu juga pilih orang yang berperilaku mampu bekerja sama dengan tim untuk menunjang usaha kamu. Dan satu lagi yang penting, jujur.

  1. Produk Kalah Saing

Produk kalah saing dari kompetitor itu lazim terjadi. Lihatlah bagaimana persaingan merek seluler yang memperebutkan hati pelanggan. Seperti Samsung yang tidak mau kalah dengan Apple.

Produk yang kalah saing bisa membuat perkembangan bisnis kamu stagnan, sehingga perlu adanya inovasi. Seperti memberikan nilai tambah produk tersebut agar bisa bersaing dengan kompetitor. Pertanyaannya, nilai tambah apa yang bisa kamu berikan kepada pelanggan?

  1. Kurang Promosi

Promosi sangat penting di era digital ini. Sekarang banyak pebisnis yang mengiklankan produknya melalui iklan di Facebook hingga Google. Tanpa promosi, maka tidak ada yang akan membeli produk kamu. Karena dengan melakukan itu, kamu mengedukasi dan menarik para pengunjung yang melihat produk kamu dari iklan untuk membeli.

Berbeda apabila promosi kurang dilakukan. Bukannya usaha yang menguntungkan, malah stagnan atau bisa jadi rugi, karena tidak ada yang beli.

LummoSHOP_Bisnis Stagnan

Lalu apa yang harus dilakukan apabila memang bisnis kamu stagnan? 

Setiap usaha yang berkembang pesat itu, pastinya ada tantangan dan rintangan. Oleh sebab itu, itu diperlukan kemampuan untuk melakukan adaptasi dan inovasi agar dapat terus melayani kebutuhan pelanggan dengan baik. Perusahaan yang tertutup terhadap perubahan berada dalam risiko, karena perubahan sama dengan pertumbuhan, dan pertumbuhan sama dengan kesuksesan.

Berikut ini beberapa hal yang harus kamu lakukan agar bisnis kamu tidak stagnan.

  • Evaluasi

Dalam metode D2C (direct to customer) yang mengharuskan perusahaan memproduksi dan mendistribusikan dagangannya sendiri, diperlukan selalu evaluasi untuk memeriksa apakah strategi yang dilakukan seperti promosi, target dan tujuan sudah sesuai. Sering-seringlah melakukan evaluasi dengan tim atau karyawan kamu yang terlibat.

Dari hasil evaluasi, kamu akan mengetahui apakah akan melanjutkan strategi promosi yang dilakukan atau menggantinya sebelum terlambat. Jangan sampai ditunda dan menyebabkan bisnis kamu stagnan.

Bisa juga, cek strategi marketing yang kamu gunakan. Mungkin karena strateginya kurang menarik pelanggan, atau kalah start karena sudah terlebih dulu digunakan pesaing kamu. Jadi penting untuk keep up to date.

Guna mengatasinya, kamu bisa melakukan terobosan pada strategi marketing. Misalnya dengan mempelajari apa yang dilakukan kompetitor. Tak ada salahnya mempelajari model strategi marketing yang mereka gunakan untuk kamu tiru dan modifikasi.

Selain itu, sering tanyakan pada diri kamu, “Jika Saya Memulai Bisnis Ini Hari Ini…” Misal apakah saya akan memasarkan produk ini, apakah perlu melakukan inovasi? Jika, jawabannya Ya, maka bersiaplah untuk melakukan perubahan terhadap bisnis online kamu. 

  • Inovasi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, inovasi adalah penting. Baik itu inovasi dalam produk atau untuk menyegarkan bisnis online kamu dengan menambah produk baru atau menambah nilai tambah produk yang ada. Atau juga bisa berkaitan dengan segala perubahan yang terjadi. Bisa melalui model bisnis, atau sesuatu yang sederhana seperti tampilan produk atau kemasan baru

Jangan sampai terlena dengan pencapaian kesuksesan penjualan online kamu yang mampu menjual secara direct to customer. Membuat penyegaran pada bisnis kamu ketika jualan online dirasa stagnan adalah langkah yang harus segera dilakukan dan jangan ditunda. 

  • Tanyakan kepada Pelanggan 

Saat melihat laporan keuangan atau interaksi pelanggan di situs web online kamu dan hasilnya seperti jalan di tempat, maka pihak yang paling ditanyakan tak lain dan tak bukan adalah pelanggan kamu. Coba tanyakan kepada para pelanggan kamu, apa yang mereka inginkan, adakah yang perlu ditambahkan di produk kamu. Opini pelanggan itu penting, karena merekalah yang menggunakan produk dan layanan kamu. Dengarkan apa yang benar-benar perlu dilakukan perubahan atau tidak. 

 

Semoga dengan cara ini bisnis online kamu tidak stagnan lagi ya?