fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Turunnya IHSG dan Dampaknya ke Ekonomi dan Bisnis

turunnya ihsg 01

Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir, 9 Mei 2022 sampai dengan 13 Mei 2022 terus merosot. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, dalam periode tersebut indeks harga saham Indonesia telah turun 7,3% dari 7154,92 menjadi 6629,94. 

Pelemahan IHSG menurut para analis adalah imbas dari tekanan di bursa saham Amerika. Hal itu terjadi akibat inflasi di AS yang sangat tinggi, hingga lebih dari 8% pada April 2022. 

Inflasi memicu kekhawatiran pelaku pasar bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya lebih besar dari perkiraan. Sehingga, ada aksi jual saham pada investor asing dari dalam negeri.

Penurunan IHSG bisa terjadi karena bermacam-macam faktor. Selain faktor eksternal dari luar negeri, faktor internal dari dalam negeri juga bisa menjadi penyebab. Beberapa diantaranya adalah kondisi politik dan ekonomi nasional, termasuk kinerja perusahaan tercatat (emiten) yang tidak sesuai harapan. Seperti juga hidup, IHSG bisa naik, bisa turun.

Pengertian saham dan IHSG

Sebelum membahas mengenai dampak penurunan IHSG ke bisnis, ada baiknya kamu mengerti apa itu saham dan IHSG. Saham adalah salah satu instrumen investasi, yang artinya surat bukti bahwa seseorang memiliki bagian modal perusahaan. Jadi bisa dikatakan saham adalah bukti kepemilikan perusahaan. Seseorang yang memiliki saham artinya memiliki hak atas sebagian aset perusahaan.

Sedangkan menurut Bursa Efek Indonesia, pengertian IHSG adalah indeks saham untuk mengukur kinerja semua saham di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI. Jadi IHSG adalah grafik saham yang menunjukkan pergerakan rata-rata seluruh saham di dalam bursa efek Indonesia. 

IHSG menjadi tolak ukur kinerja bursa saham di Tanah Air. Dengan adanya IHSG, kamu dapat melihat ringkasan kondisi pasar modal secara real-time tanpa harus menganalisa instrumen saham satu per satu. Dengan begitu akan mudah bagi masyarakat dan investor untuk melihat bagaimana kondisi pasar saham secara keseluruhan setiap hari.

Dampak Penurunan IHSG bagi Ekonomi dan Bisnis

turunnya ihsg 02Indeks Harga Saham gabungab (IHSG) bisa naik dan bisa turun, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Lalu apa dampak penurunan IHSG ke ekonomi dan bisnis? Agar lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu efek penurunan IHSG ke perusahaan emiten, ekonomi, investor, dan masyarakat pebisnis 

  • Dampak penurunan IHSG ke perusahaan 

Secara umum, tidak ada efek langsung penurunan harga saham dan IHSG bagi perusahaan emiten. Emiten adalah perusahaan yang sudah menawarkan saham perdananya ke publik dan mencatatkannya di bursa efek. Dalam jangka pendek kenaikan atau penurunan harga saham dan IHSG juga tidak berimbas pada laba rugi perusahaan. Hanya saja, dalam jangka panjang jika penurunan terus terjadi, bisa berimbas pada operasional dan pengembangan perusahaan. 

Mengapa? Sebab harga saham secara tidak langsung menggambarkan kinerja perusahaan. Harga saham yang terus melemah menunjukkan bahwa performa perusahaan dilihat kurang baik di mata pelaku pasar dan investor. Apakah itu karena perusahaan terus merugi atau perusahaan memiliki tata kelola yang buruk.

Harga saham yang terus melemah juga tidak baik bagi manajemen perusahaan. Walaupun tidak secara langsung berdampak bagi perusahaan, namun investor yang menanamkan modalnya akan kehilangan nilai aset saham yang dimilikinya. Contohnya, jika saat ini kamu membeli saham senilai Rp1 miliar, terus dalam 6 bulan nilainya turun menjadi Rp500 juta. Maka kamu di atas kertas akan membukukan kerugian Rp500 juta. 

Jika hal itu terus terjadi maka investor akan meninggalkan perusahaan sehingga akan kesulitan untuk mendapatkan modal pengembangan usaha. Investor yang menanamkan modalnya di perusahaan juga akan murka jika kemudian nilai saham yang dimilikinya terus turun, karena itu merupakan kerugian bagi dirinya. 

  • Dampak penurunan IHSG ke investor

Dampak penurunan IHSG sebenarnya paling terasa bagi investor, baik itu investor individual maupun investor institusi. Mengapa? Karena lesunya IHSG menandai kinerja seluruh saham yang kurang menguntungkan. Bagi investor, penurunan harga saham adalah kerugian. Mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari jual beli atau trading saham yang mereka lakukan. 

Tidak hanya investor individu. Banyak investor institusi, seperti bank, perusahaan non emiten, manajer investasi, hingga BUMN yang memasukkan saham dalam portofolio investasi mereka. Saham juga dipakai sebagai aset dalam pengelolaan reksadana. Itulah sebabnya, jika harga saham turun, turun juga nilai aset investasi yang mereka miliki. 

Setiap investor pasti menginginkan keuntungan sebesar-besarnya. Selain kenaikan nilai saham atau disebut dengan capital gain, investor juga menginginkan pembagian keuntungan operasional perusahaan yang disebut dengan dividen. Dividen dibagikan setahun sekali, sedangkan capital gain bisa diperoleh investor dari selisih harga saham, antara yang dibeli dengan yang dijual. 

turunnya ihsg 03

  • Dampak penurunan IHSG ke ekonomi

Bagi perekonomian nasional, penurunan IHSG memberi gambaran tentang kondisi ekonomi secara makro. Ekonomi yang lesu berimbas pada penurunan kinerja perusahaan secara umum. Ekonomi lesu, bisnis juga lesu, yang akhirnya membuat laba perusahaan turun bahkan merugi. Jika seperti ini maka kepercayaan investor juga akan melemah sehingga minat mereka untuk memiliki saham perusahaan akan berkurang. 

Dua hal yang biasanya menyebabkan fluktuasi IHSG adalah tekanan inflasi yang tinggi dan perubahan suku bunga. Inflasi yang tinggi akan membebani masyarakat sehingga daya beli melemah. Akibatnya, masyarakat akan membatasi konsumsi sehingga akan akan penurunan omzet penjualan perusahaan. 

Hal yang sama juga terjadi pada perubahan suku bunga. Perubahan suku bunga acuan yang Bank Indonesia (BI) lakukan akan membuat perbankan juga menyesuaikan suku bunga kredit. Jika suku bunga kredit naik, beban pinjaman akan naik, sehingga menyebabkan penurunan ekspansi bisnis masyarakat. 

Yang dulunya berencana melakukan pengembangan bisnis akan mengurungkan niatnya karena kenaikan suku bunga pinjaman usaha. Konsumsi masyarakat juga menurun karena beban bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kepemilikan kendaraan (KKB), dan kredit yang lain bertambah. Hal itulah yang akan membuat investor menahan diri membeli saham. 

  • Dampak penurunan IHSG ke bisnis

Bagi bisnis, dampak penurunan IHSG juga tidak akan banyak terasa. Apalagi biasanya bagi investor institusi, aset saham mereka genggam dalam jangka menengah panjang, lebih dari satu tahun. Penurunan saham dan IHSG hanya akan terasa ketika perusahaan atau investor membutuhkan dana secara tunai untuk pengembangan usaha atau kebutuhan lain.

Nilai saham menggambarkan nilai pasar sebuah perusahaan. Dengan harga saham yang menurun, maka nilai perusahaan juga turun. Akibatnya jika perusahaan ingin menambah modal, maka perusahaan bisa menjual sebagian sahamnya kembali atau menarik pinjaman perbankan. Dengan harga yang lebih rendah tentunya dana yang kamu dapatkan dari penjualan saham akan lebih kecil. 

Penurunan harga saham juga bisa menurunkan kepercayaan perbankan akan keuangan perusahaan. Kondisi itu tentunya akan merugikan bagi bisnis perusahaan.

itu tadi penjelasan dampak penurunan IHSG bagi ekonomi dan bisnis. Semoga bermanfaat!

Baca artikel terkait lainnya:

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP