fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Tutup Selama Lebaran atau Tidak? Ini Panduan Libur untuk Pengusaha

panduan libur untuk pengusaha

Tutup selama lebaran atau tidak, ya? Pertanyaan ini selalu terlontar dari benak pengusaha tiap tahunnya. Jika kamu masih bingung untuk menjawabnya, tandanya kamu butuh panduan libur untuk pengusaha. Enaknya jadi pengusaha, kamu boleh meliburkan diri sesuka hati. Mungkin terdengar menyenangkan, tapi justru ini adalah dilema yang sulit terpecahkan. 

Di satu sisi, kamu perlu refreshing untuk menghilangkan rasa jenuh. Namun, kamu pun juga merasa khawatir akan performa bisnismu jika kamu tinggal berlibur. Apalagi di momen lebaran yang notabene merupakan waktu berkumpul dengan keluarga tercinta.

Patut diingat kalau pengusaha juga manusia yang punya batasan bekerja. Jadi, tak ada salahnya untuk mengambil rehat sejenak. Jangan sedih, jangan risau. LummoSHOP bakal kupas tuntas panduan libur untuk pengusaha khusus buat kamu. Simak selengkapnya, ya!

Tren Konsumen Saat Momen Lebaran

Tidak lengkap rasanya merayakan lebaran tanpa Tunjangan Hari Raya (THR). Selain banyak ditunggu-tunggu masyarakat, THR juga menjadi alasan naiknya tingkat konsumsi di momen tersebut. Survei Continuum Data Indonesia 2021 menyebut kalau 90% uang THR digunakan untuk belanja. Lalu, riset oleh Facebook dan YouGov 2021 mencatat bahwa 55% uangnya dibelanjakan untuk kebutuhan hiburan.

panduan libur untuk pengusahaTren konsumsi saat lebaran mengalami perubahan ketika pandemi masuk ke Indonesia. Riset oleh Nielsen tahun 2020 menyebutkan bahwa masyarakat lebih banyak berbelanja kebutuhan terkait COVID-19 ketimbang produk yang biasa dibeli saat lebaran seperti biskuit dan baju lebaran. Adanya larangan mudik juga berimbas pada turunnya pendapatan toko di kota-kota kecil. Habis gelap terbitlah terang. Tren belanja masyarakat saat lebaran 2021 naik sebanyak 9% menurut survey oleh Nielsen. Lalu, bagaimana tren konsumsi untuk lebaran tahun ini?

Kabar bahagianya, tahun ini pemerintah kembali mengizinkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Ini adalah pertanda baik bagi para pengusaha sebab pola konsumsi masyarakat kemungkinan akan sama dengan lebaran sebelum pandemi. Selama dua tahun terakhir, tren konsumsi saat lebaran mengalami naik-turun. Namun satu hal yang pasti, tren belanja masyarakat hampir tak pernah absen di setiap momen lebaran.

Jadi, Libur atau Tidak?

Jujur saja, kamu pasti makin bimbang untuk menutup tokomu setelah membaca penjelasan di atas, kan? Sangat dimengerti, karena sebagai pengusaha kamu jelas tak ingin ketinggalan momentum ini untuk meraup keuntungan. Mungkin kamu bisa pertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum memutuskan apakah tokomu akan libur atau tetap buka selama lebaran.

panduan libur untuk pengusaha
Sebagai tambahan, bisnis yang tetap buka biasanya produk mereka memang termasuk yang banyak dicari konsumen saat lebaran. Misalnya bisnis oleh-oleh, restoran, bisnis
fashion, bisnis hampers, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana kalau bisnismu bukan tergolong kategori tadi? Pilihannya ada di tanganmu sendiri. Artinya, sah-sah saja jika kamu ingin mengambil libur. Tapi, kalau kamu tetap ingin buka pun juga tidak masalah.

Mau libur atau tidaknya tokomu itu sebenarnya tergantung dari industri bisnis yang kamu jalankan. Ada sejumlah industri bisnis yang penjualannya bakal naik di momen-momen tertentu. Biar lebih jelas, coba posisikan dirimu sebagai konsumen. Kira-kira apa yang akan kamu cari saat lebaran? Apakah baju lebaran? Kue kering? Atau parcel lebaran? Nah, dari situ kamu bisa tahu sektor bisnis apa yang sekiranya naik daun saat lebaran tiba.

Panduan Libur untuk Pengusaha

Banyak sekali ya pertimbangan yang mesti kamu pikirkan. Tidak apa, itu semua demi perkembangan bisnismu juga. Namun jika kamu berniat untuk meliburkan tokomu saat lebaran, ada baiknya kamu simak panduan libur untuk pengusaha berikut ini.

  1. Selesaikan semua to-do list utama

    Rasanya ada yang mengganjal kalau kamu berlibur dengan bayang-bayang pekerjaan. Bukannya senang, liburanmu justru malah bikin enggak tenang. Itu sebabnya, penting buat kamu untuk selesaikan semua to-do list yang sekiranya urgen. Misalnya, ada sejumlah barang yang mesti kamu kirim ke pembeli. Atau mungkin ada pesanan pre-order yang belum sempat kamu kerjakan. Panduan libur untuk pengusaha yang satu ini dapat kamu terapkan dengan bantuan skala prioritas. Tujuannya supaya kamu dapat mengurutkan pekerjaan mana yang ingin kamu selesaikan terlebih dulu. Dengan begitu, kamu pun bisa fokus dengan waktu liburmu yang berharga.

  2. Tentukan waktu untuk sesekali memantau bisnismu

    Waktu adalah uang” tentu jadi kalimat andalan buat para pengusaha. Meskipun kamu tengah berlibur, kamu tetap perlu mengecek bisnismu sesekali. Tujuan dari hal ini adalah agar bisnismu terkontrol dengan baik. Kamu bisa sisakan waktu khusus setiap harinya, misalnya di pagi atau malam hari. Tidak perlu lama-lama, cukup luangkan 1-2 jam sehari untuk memantau bisnismu. Kalau kamu pantau terus-menerus, liburanmu malah jadi mubazir, kan? Bersyukurlah kamu karena sekarang memantau bisnis bisa dilakukan hanya dengan genggaman smartphone.

  3. Beri tahu konsumen kalau toko online-mu sedang slow response

    Sudah sepatutnya konsumen paham kalau operasional bisnis pada saat hari lebaran jelas berbeda dengan hari biasa. Bahkan, tak sedikit bisnis yang tutup di hari lebaran. Jadi, wajar saja kalau kamu tidak bisa membalas chat konsumen secepat seperti biasanya. Maka dari itu, komunikasikan kepada konsumen bahwa tokomu akan slow response selama lebaran. Kamu bisa tulis langsung di deskripsi toko seperti “slow response selama lebaran, chat akan tetap kami balas satu-persatu. Terima kasih atas pengertiannya”, atau bisa juga kamu umumkan di media sosial seperti Instagram dan Facebook.

  4. Tetapkan komitmen pada dirimu sendiri

    Tujuan utama dari berlibur adalah melupakan semua pekerjaan dan menenangkan pikiran sejenak. Bukan liburan namanya jika kamu masih harus mengurus bisnismu setiap saat. Itu sebabnya, menetapkan komitmen pada dirimu sendiri perlu dilakukan agar kamu bisa menikmati liburan semaksimal mungkin. Sebagai contoh, kamu sehari hanya akan membalas maksimal 5 chat dari konsumen. Atau semisal kamu punya karyawan, mereka hanya bisa menghubungimu setelah jam 5 sore. Pikirkan ini secara matang dari jauh-jauh hari, ya!

  5. Tunjuk karyawan terpercaya untuk mengurus bisnismu

    Panduan libur untuk pengusaha yang satu ini hanya berlaku jika kamu punya karyawan lebih dari satu. Supaya operasional bisnismu tetap berjalan, kamu perlu menunjuk satu karyawan yang akan menggantikanmu selama libur lebaran. Berikan edukasi kepada karyawan tentang semua informasi dan hal-hal yang terkait dengan operasional bisnis. Setidaknya, mereka punya bekal dan tahu apa yang harus dilakukan jika suatu saat ada masalah. Jangan lupa untuk beri mereka insentif lebih sebagai tanda penghargaan kepada mereka.

  6. Cari tahu potensi masalah yang mungkin terjadi pada bisnismu

    Toko bisa diliburkan semau kamu, tapi tidak dengan masalah. Masalah bisa datang di situasi apa pun, bahkan saat kamu sedang berlibur. Mengetahui potensi masalah yang mungkin terjadi dapat membantu kamu dalam menentukan tindakan untuk mengatasinya. Selanjutnya, kamu bisa tentukan jenis masalah yang sekiranya bisa diselesaikan oleh karyawanmu atau perlu kamu sendiri yang turun tangan. Seperti kata pepatah, kita harus selalu “sedia payung sebelum hujan”.

  7. Bersenang-senanglah!

    Ini adalah bagian terpenting dari panduan libur untuk pengusaha, bersenang-senang! Habiskan waktu liburmu sebaik mungkin, entah itu dengan teman dekat maupun keluarga. Terlebih di hari lebaran yang cuma terjadi setahun sekali, di mana ini merupakan waktu yang pas untuk mengobrol dengan orang-orang terdekat kita.

Nah, itu dia panduan libur untuk pengusaha yang bisa kamu terapkan selama lebaran. Jangan salah, mengambil waktu libur juga termasuk hal produktif, lho! Selain kamu dapat melepas penat, berlibur juga berguna untuk kesehatan mental kamu. Setelah berlibur, tubuh dan pikiranmu akan kembali prima dan siap menjalankan bisnismu seperti biasanya. Jadi, apa rencanamu untuk mengisi libur lebaran ini?