fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ubah Follower Jadi Pelanggan: Menguak Jasa Endorse dan Merinci Hasil Kerjanya

Jasa Endorse

Renaldi pasti tak pernah menyangka, hobinya jalan-jalan ke berbagai kota, memotret lalu mengunggah foto-foto perjalanan di akun Instagram pribadinya, akan menjadi ladang rezeki dan memenuhi hasratnya untuk terus ngebolang! Dia bisa mengajak follower jadi pelanggan setia kontennya yang terus menikmati foto-foto perjalanannya.

Ada tiga hal dalam perjalanan yang selalu menarik bagi bagi Renaldi untuk diabadikan: penduduk setempat, tempat-tempat wisata, dan tentu saja, sesuatu yang khas atau unik yang ditemukan di daerah tersebut. Foto-foto dengan tema tersebutlah yang Renaldi unggah dalam akun @skinnymonkey miliknya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dia juga selalu berusaha berinteraksi dengan orang-orang di akunnya. Tak heran bila makin banyak banyak yang menjadi follower Renaldi. Mereka menyukai gayanya bertutur Renaldi, yang seolah mengajak mereka ikut berpetualang bersamanya. Banyaknya follower Renaldi yang loyal, membuat beberapa brand tertarik menjadi sponsor, karena mereka percaya, Renaldi bisa mengajak follower jadi pelanggan setianya untuk terus menikmati foto-foto perjalanannya, dan pada akhirnya bisa menjadi pelanggan para brand yang memberikan sponsor.

Selebgram dan Influencer, Apa Bedanya?

Selebgram dan influencer adalah dua istilah yang sangat popular di era media sosial sekarang ini. Sekilas keduanya terkesan mirip, tapi sebenarnya ada perbedaannya. 

Selebgram yang merupakan kepanjangan dari selebriti Instagram, kini memang jadi profesi hits. Bahkan, dalam beberapa hal, para selebgram lebih populer dan disukai ketimbang aktor/aktris yang ngetop di layar kaca atau layar lebar. 

Seorang selebgram bisa saja awalnya hanya seorang anak muda biasa. Contohnya  pasangan Ibnu Wardani dan Lita Hutami. Keduanya rutin menuangkan kisah cinta mereka yang lucu di akun Instagramnya. Kisah-kisah tersebut sukses menarik hati netizen bahkan ada yang viral. Efeknya, follower pun berdatangan dan kini mereka memiliki follower sejumlah 600 ribu!

Ada juga anak muda yang awalnya senang jalan-jalan seperti Renaldi, atau sering mengunggah foto dan cerita mereka menginap di sebuah hotel, atau yang awalnya hanya iseng memotret busana OOTD (outfit of the day). Sebagian dari mereka awalnya bukanlah seleb. Ribuan hingga jutaan follower jadi pelanggan setia mereka, setelah mereka mengunggah konten-konten yang menarik, baik tentang sebuah produk, cerita dan foto perjalanan, atau lainnya. Netizen menyukai konten-konten yang mereka yang mereka buat karena mereka terasa dekat dan akrab. Inilah salah satu hal yang membuat follower jadi pelanggan.

Menjadi selebgram memang mempunyai ekspektasi untuk mengunggah konten yang menarik, unik, dan bahkan kontroversial. Hal tersebut membuat follower jadi pelanggan, yang bahkan seperti fans terhadap artis, merasa berhak mengikuti keseharian para selebgram, sekaligus memberikan komentar dan likes pada setiap reels, story, atau feed posting di akun Instagram para selebgram tersebut.

Follower jadi pelanggan

 

Berawal dari Jadi Content Creator

Sementara itu, influencer adalah sebutan untuk orang yang memiliki follower dengan jumlah besar di beberapa akun media sosial. Influencer terbagi menjadi mega, mikro, makro, dan nano influencer

Perbedaan influencer dengan selebgram di antaranya adalah, influencer biasanya jarang mengiklankan diri mereka sendiri. Influencer juga bisa berasal dari kalangan mana saja, mulai dari ibu rumah tangga, pegiat kampanye, dan bahkan seorang pelajar.  Influencer dikenal sering bersuara dalam akun media sosial mereka, serta memberi pengaruh dan dampak yang kuat terhadap follower-nya. Seorang influencer yang yang memiliki keahlian spesifik tertentu dan pendapatnya sering didengar oleh masyarakat luas, disebut dengan Key Opinion Leader alias KOL. 

Para brand dan sponsor lebih suka menggunakan jasa para KOL, karena mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan profesi tertentu, yang mudah didengarkan oleh netizen. Inilah yang membuat basis follower jadi pelanggan berlaku bagi para KOL.

 

Pentingnya Melakukan Endorse

Baik selebgram dan influencer, saat ini dibutuhkan oleh brand untuk menjalin hubungan secara lebih individu saat menjalankan kampanye suatu event, atau menjual jasa dan produk. Para pemilik bisnis dan brand merasa terbantu dalam mengembangkan bisnis, karena konsumen jenuh menerima informasi berupa iklan yang cenderung hard sale, sehingga daya guna iklan pun turun drastis dalam menjangkau konsumen. 

Dari sinilah fenomena endorse muncul ke permukaan, sehingga menjadi “jalan ninjaku” untuk para pebisnis. Lalu, apa pengertian endorse itu sendiri?

Endorse adalah bentuk promosi yang menggunakan tokoh atau selebriti terkenal yang memiliki pengakuan, kepercayaan, rasa hormat, dan sebagainya dari banyak orang. Orang banyak inilah yang diharap mengubah follower jadi pelanggan kelak Praktik endorse sendiri disebut endorsement, sedangkan pelakunya  disebut endorser

Endorser biasanya menerima imbalan beragam, sesuai kesepakatan yang dibuat dengan klien. Bisa berupa barang yang dikirim klien kepada endorser, fee berupa uang, atau keduanya. Bahkan, ada brand yang memberikan imbalan berupa jalan-jalan ke luar negeri secara gratis.

 

Cara Kerja Endorse

Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja endorse?

  1. Bersifat Publik dan Positif

Maksud dari publik adalah pemilik akun media sosial yang membuka jasa endorse tidak boleh mengatur private akunnya. Sudah tentu, jika akunnya private, postingan tidak akan terlihat orang lain. Sedangkan sifat positif maksudnya adalah cara penyampaian pesan dalam konten harus positif. Alasannya sangat jelas, karena untuk membujuk orang lain menggunakan produk atau brand yang diendorse. Biasanya antara endorser dengan pemilik brand yang mengendorse memiliki semacam gentleman agreement terkait apa saja yang mesti disampaikan oleh endorser.

  1. Tanpa Kontrak Eksklusif

Perjanjian endorse biasanya dilakukan secara online, tidak harus tatap muka. Dalam perjanjian juga tidak ada tanda tangan kontrak, kecuali pihak peng-endorse dari brand besar. Produk yang akan diendorse biasanya juga dikirim melalui jasa ekspedisi atau kurir, tidak harus bertatap muka.

  1. Tidak Mengikat

Endorser tidak memiliki kewajiban untuk menggunakan produk secara terus menerus setelah memposting produk pihak peng-endorse. Endorser hanya berkewajiban memposting konten sesuai kesepakatan. Endorser juga berhak untuk memposting produk lain di akun media sosialnya. 

 

Tarif Endorse 

Tarif seorang endorser berbeda-beda, tergantung kemampuan brand atau pelaku bisnis. Namun, seiring waktu, rumus pasti dalam penentuan fee seorang KOL berdasarkan:

  • Jumlah follower 
  • Popularitas dan engagement endorser
  • Produk yang sesuai dengan image dan target marketnya. 

Sebagai perbandingan, berikut “bocoran” rate card atau fee endorser selebgram atau influencer. Untuk satu kali posting foto, Aurel Hermansyah dan Chelsea Olivia yang mematok tarif Rp20 juta. Lain lagi dengan Zaskia Adya Mecca yang memiliki follower hampir 20 juta, mematok tarif sebesar Rp10 juta untuk produk kecantikan dan produk nonkecantikan sebesar Rp5,6 juta. Sedangkan Prilly Latuconsina mematok tarif Rp100 juta, jumlah yang sama dipatok oleh Syahrini. Sementara tarif Nagita Slavina mulai dari Rp22 juta dan Ayu Ting Ting mulai dari Rp17 juta.

Wah, mahal juga, ya? Tenang, banyak juga, kok, selebgram atau influencer yang mematok harga ratusan ribu. Contohnya Amanda Manoppo, aktris yang melejit melalui serial televisi Ikatan Cinta ini, mematok tarif Rp750.000 sampai Rp1,8 juta saja bila ada yang ingin endorse di akun Instagramnya yang memiliki 14,4 juta follower. Sementara Syakir Daulay mematok Rp800 ribu.


Bagaimana Cara Membedakan Tarif Endorse

Lantas, bagaimana sebenarnya penentuan tarif endorse? Yang pertama, ada pengkategorian influencer berdasar jumlah follower yang dibedakan dalam 8 level, yaitu:

  • Micro: 1000–99.999
  • Macro: 100.000–599.999
  • Premium: 500.000–999.999
  • Celebrity: 1.000.000–lebih.

Selain itu, tarif endorse juga ditentukan berdasar views dan engagement rate. Berdasarkan data dari Getcraft, yang mengambil 714 data sampling dan menghitung harga rata-rata dari tiap format unggahan foto, video, dan Instagram stories, berikut rata-rata views dan tarifnya.

Bagaimana, menarik, ya? Apakah kamu sebagai pelaku bisnis, tertarik mencoba endorse? Atau mungkin malah sudah pernah?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP