fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Untung atau Buntung? Ini 7 Pengaruh Jualan Live di Media Sosial

jualan live di media sosial 01

Jualan live di media sosial seperti pada Instagram dan Tiktok sudah menjadi hal yang biasa pebisnis lakukan oleh pemilik bisnis dewasa ini. Mirip dengan proses menjajakan produk secara offline, konsumen dapat memberikan tanggapannya secara langsung dan mendapat umpan balik dari pebisnis pada saat itu juga.

Nah, ternyata tren jualan live di media sosial ini cukup beralasan. Pasalnya, dilansir dari laman Livestream, bersama New York Magazine, Livestream menyajikan hasil survei yang menyatakan bahwa 80% konsumen lebih memilih fitur live stream daripada menyimak blog dari website tersebut. 

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa konsumen ternyata lebih tertarik terhadap kegiatan jualan live di media sosial. Sudahkah kamu mencobanya? Lalu apakah kamu tahu bagaimana cara kerja live di media sosial yang bisa diminati banyak orang? 

Pengaruh jualan live di media sosial untuk penjualan

Masih ragu dalam mempertimbangkan jualan live di media sosial? Jika kamu masih ragu atau tidak sering mengadakan live karena merasa kurang efektif dibandingkan dengan postingan media sosial, kamu harus tahu beberapa pengaruh jualan live di media sosial berikut ini.

1. Visibilitas 

Masih berpikir bahwa postingan media sosial bisa menghasilkan engagement tertinggi dari semua jenis fitur di Instagram atau Tiktok? Jika ya, kamu harus mengubah pola pikir itu sekarang juga. 

Pasalnya, postingan media sosial tidak menghasilkan tingkat engagement optimal sebab postingan tersebut bersaing dengan postingan lain dan tidak berada pada tempat yang mudah dilihat. Tentu konsumen harus pergi ke laman Instagrammu atau menelusuri beranda hingga menemukan postingan itu, bukan?

Nah, jika masalahnya ada pada hal tersebut, sebenarnya kamu dapat menyiasatinya dengan memposting konten di story Instagram. Namun tahukah kamu bahwa live di Instagram akan mendapatkan sorotan lebih luas karena selain tampil pada deretan kolom story, ia juga akan otomatis memberikan notifikasi kepada konsumen yang tengah online.

Dengan begitu, kamu akan mendapatkan perhatian lebih luas dari para konsumen dan berpeluang meraih cuan lebih optimal.

2. Menarik konsumen dengan keasliannya

Berbeda dengan konten di Instagram dan Tiktok pada umumnya, ketika seseorang memutuskan jualan live di media sosial, pebisnis online tidak memiliki kendali untuk mengontrol apa yang akan terjadi beberapa waktu ke depan.

Meskipun sekilas tampak seperti sebuah kekurangan, tetapi konsumen justru menyukai hal-hal yang bersifat asli seperti ini. Kamu juga tidak harus mengupayakan segala sesuatunya terlalu detail agar interaksi terlihat alami. 

Jika kamu belum bisa membayangkan sisi menarik dari live pada media sosial, bayangkan saja tayangan di televisi yang mengumumkan bahwa satu acaranya akan menyelenggarakan acaranya secara live. Penonton termasuk kamu tentu lebih penasaran karena segala sesuatu yang terjadi lebih alami dan rentan terhadap kecelakaan kecil yang membuatnya terlihat nyata.

3. Membuat brand lebih dekat dengan konsumen 

Dengan memberikan kesempatan interaksi yang intens dengan konsumen saat jualan live di media sosial, kamu sekaligus juga mendekatkan brand melalui interaksi tersebut. Mereka akan melihat siapa di balik brand tersebut dan merasa lebih dekat karena dapat berada pada ruangan yang sama serta saling memberikan tanggapan. 

Nah, makin lekat sebuah brand dengan konsumen, maka konsumen akan makin nyaman berbelanja pada brand tersebut. Loyalitas semacam ini kadang tidak hanya kamu bentuk dengan kualitas produk yang baik, tetapi juga melalui pendekatan dengan konsumen yang tepat. 

4. Menghemat biaya

 jualan live di media sosial 02
asian woman hand is putting a coin in a glass bottle and a pile of coins on a brown wooden table,Investment business, retirement, finance and saving money for future concept.

Menggunakan platform seperti Instagram dan Tiktok guna berjualan dan memasarkan produk adalah salah satu terobosan yang patut kamu apresiasi sebab pebisnis online tidak perlu mengeluarkan banyak dana guna mengiklankan barangnya pada media lain.

Namun metode untuk jualan live di media sosial ini tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku bisnis skala kecil dan menengah, tetapi juga dapat dilakukan pada berbagai skala bisnis. Tertarik untuk mencoba? 

5. Memberikan efek FOMO

FOMO atau fear of missing out adalah salah satu efek yang bisa timbul ketika ada acara live baik itu di media sosial maupun di televisi. Pengguna media sosial akan merasa ketinggalan sesuatu jika tidak segera menyimak live. Hal tersebut karena apa yang terjadi saat live sangat asli dan tidak dapat direkayasa.

Akibatnya, banyak orang menyimak jualan live di media sosial sebagai kebutuhan karena tidak ingin ketinggalan, apalagi bila kamu menyediakan diskon dan penawaran menarik lainnya di tengah-tengah live. 

Nah, kamu dapat memanfaatkan FOMO pada konsumen dengan cara menekankan banyak hal yang akan ia lewatkan apabila tidak mengikuti live tersebut. Jika banyak orang mengikuti live, tentu peluang untung akan lebih besar, bukan? 

6. Meningkatkan kepopuleran brand melalui platform terpopuler

Tahukah kamu seberapa populer Instagram di dunia? Hootsuite melansir, Instagram adalah aplikasi yang paling banyak diunduh hingga tahun 2021. Dengan kepopuleran tersebut, kamu dapat menjangkau pengguna aktifnya yang berjumlah 1,22 juta per bulan. 

Tidak berbeda jauh dengan Instagram, menurut Databoks, pada 2020 Indonesia menjadi pasar kedua terbesar yang Tiktok sasar dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif per bulannya. 

Kedua hal tersebut merupakan sinyal baik terhadap aktivitas jualan live di media sosial yang dapat mendongkrak penjualanmu. Kamu hanya perlu mengenali konsumenmu dan menerapkan beberapa tips. 

7. Membuat brand terlihat lebih hidup

Banyak brand yang mengandalkan sistem otomatis untuk melakukan penjualan, sehingga melupakan peran manusia yang bekerja di baliknya. Hal tersebut akan membuat konsumen tidak merasa dekat walaupun dengan otomatisasi, proses penjualan bisa lebih efektif.

Sebaliknya, mengadakan jualan live di media sosial akan membuat konsumen merasakan kehadiran pemilik bisnis sebagai manusia yang berinteraksi langsung dengannya. Membangun kepercayaan dengan cara ini bisa loh kamu lakukan. Penasaran ingin mencobanya?

Tips jualan live di media sosial

Jualan live di media sosial harus diikuti dengan beberapa persiapan sebelumnya. Jadi, bukan hanya bagaimana kamu mengadakan kegiatan tersebut, tetapi juga bagaimana cara membuat konsumen tertarik untuk meluangkan waktu guna mengikuti live tersebut.

Apakah kamu sudah tahu langkah-langkah agar sukses jualan live di media sosial? Sudah atau belum, kamu harus tetap menyimak penjelasan berikut ini karena mungkin metodemu selama ini kurang efektif karena kamu melewatkan beberapa di antaranya.  

1. Gunakan teaser 

Sebelum melakukan jualan live di media sosial, kamu sebaiknya memastikan semua pengikut media sosialmu mengetahui live tersebut sebelumnya. Kamu dapat memberikan teaser berupa postingan foto atau video terkait topik pada live stream tersebut.

Di samping itu, kamu dapat memasang fitur hitung mundur atau countdown yang dapat terlihat jelas. Namun teaser juga bisa berupa informasi mengenai potongan harga atau giveaway yang akan kamu sisipkan di tengah jualan live di media sosial. 

2. Perilisan produk baru

Manfaatkan momen perilisan produk baru guna mendapatkan perhatian konsumen. Selain menggunakan teaser, perilisan produk merupakan tips yang harus kamu terapkan karena jadi momen yang dinanti-nanti oleh konsumen setia. 

Di samping itu, perilisan produk juga bisa menarik perhatian calon konsumen yang belum pernah berbelanja di tokomu. Berikan deskripsi produk yang jelas dan informatif agar konsumen bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai produk tersebut. 

3. Berikan penawaran menarik bagi konsumen yang mengikuti live

 jualan live di media sosial 03
Asian businesswoman working from home live video interaction with customers using computer laptop vlogging selling make up products, viral internet social media influencer interacting to live audience

Nah, karena jualan live bisa menimbulkan FOMO seperti dijelaskan di atas, kamu harus memberikan keuntungan bagi mereka yang mengikuti live-mu. Caranya, berikan potongan harga, giveaway atau kupon promosi bagi pengunjungmu. Dengan demikian, konsumen akan lebih termotivasi guna mengikuti acara live yang kamu adakan. 

4. Responsif terhadap konsumen

Fitur live chat yang tersedia memungkinkan konsumen bertanya kepadamu secara langsung. Nah, kamu harus memberikan tanggapan sekaligus memastikan interaksi berlangsung secara intens.

Namun kamu tidak harus menanggapi setiap pertanyaan, ya. Sesuaikan juga dengan durasi waktu serta hal-hal yang masih berkaitan dengan deskripsi produk yang kamu sampaikan. Cukup kembangkan pertanyaan jika masih berkaitan satu sama lain sembari tetap berpatokan pada penjelasanmu saat live berlangsung. 

Apakah caramu saat berjualan live sudah sesuai dengan penjelasan di atas atau kamu baru akan memulainya setelah membaca artikel ini? Jangan lupa terapkan juga tips-tips tersebut, ya. Namun bukan berarti hasil yang didapat bisa dirasakan secara instan. Kamu tetap harus try and error sebelum benar-benar terbiasa mengadakan jualan live di media sosial.