fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Memulai Usaha BBQ Korea, Perhatikan 9 Tips Ini

Bbq korea

BBQ Korea menjanjikan untuk menjadi peluang usaha. Popularitas Korea dengan segala bentuk budayanya sedang digandrungi masyarakat Indonesia, terutama anak muda. Selain K-pop dan drama Korea (drakor), kuliner ala Korea seperti kimchi, kimbab, bulgogi, bibimbap, termasuk BBQ Korea, juga banyak penggemarnya. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai makanan Korea yang dipanggang / barbeque (BBQ), baik yang mengusung konsep all you can eat atau paketan. 

Seiring dengan popularitas budaya Korea di Indonesia, peluang usaha BBQ Korea memang semakin terbuka lebar dan menjanjikan. Apalagi, dari waktu ke waktu, penggemar budaya Korea terus bertambah, tidak pernah surut. Banyaknya pengusaha yang mengincar peluang itulah yang membuat bisnis kuliner Korea memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi. Melihat persaingan yang ketat itulah, kamu perlu tahu tips memulai dan memaksimalkan peluang usaha BBQ Korea.

Tips Memulai dan Memaksimalkan Usaha BBQ Korea

Bbq korea

Memulai dan menjalankan usaha BBQ Korea sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah. Apalagi saat ini sudah banyak yang menawarkan kemitraan dan waralaba BBQ Korea. Namun untuk kamu yang ingin mandiri, tanpa terikat kemitraan dengan pebisnis lain, harus lebih bekerja keras untuk memulai bisnis ini. Ini 9 tips yang bisa kamu simak sebagai inspirasi untuk memulai usaha BBQ Korea.

  1. Lakukan Riset

Apapun jenis usaha yang akan kamu jalankan, yang sangat penting adalah riset. Riset berguna untuk memperkirakan besaran modal yang kamu butuhkan. Persaingan bisnis di lokasi yang berdekatan, termasuk pangsa pasarnya. Riset juga perlu untuk mendapatkan bahan baku dan peralatan yang lebih murah.

Contoh dalam usaha BBQ Korea, kamu membutuhkan set alat panggang daging yang biasanya harga jualnya sekitar Rp300.000. Untuk bahan baku, kamu butuh daging sapi dengan harga per 500 gram Rp50.000-Rp70.000-an. Kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika menemukan supplier yang tepat dan membeli dalam jumlah banyak.

  1. Pilih Konsep Usaha BBQ Korea

Usaha BBQ Korea biasanya berjalan dengan tiga konsep. Pertama, adalah sistem penjualan paket makanan. Kedua, dengan sistem penjualan all you can eat (AYCE). Ketiga, menggabungkan keduanya. Walaupun sama-sama dipanggang, namun penyajiannya sangat berbeda. Ini membuat beda pula bahan dan peralatan yang perlu dipersiapkan. 

Untuk kamu yang memilih menjual paketan, maka kamu perlu bahan baku makanan, seperti daging sapi dengan segala jenisnya, sambal, nasi, dan lalapan sayuran. Cara penyajiannya adalah ready to eat, sehingga karyawan perlu memanggang sendiri daging untuk penyajian ke konsumen. 

Untuk jenis ini, modal yang kamu perlukan biasanya lebih sedikit daripada konsep AYCE. Sebab, untuk setiap restoran, hanya membutuhkan 2 atau 3 alat panggang dan tempat yang tidak begitu luas. Harga jualnya pun bisa kamu tekan, sehingga bisa lebih murah. Penyajian Korean BBQ dengan sistem paket, juga akan membuat kamu lebih mudah mengatur pemasukan dan pengeluaran.

Sedangkan untuk all you can eat, butuh modal peralatan yang lebih banyak, karena setiap meja membutuhkan alat panggang, kompor portabel, dan peralatan makan dengan segala perlengkapannya. Konsep ini juga perlu peraturan tambahan untuk konsumen. Misalnya, pembatasan waktu makan hanya 90 menit untuk mencegah kerugian. Sebab, jika tanpa waktu terbatas, konsumen akan bebas mengambil makanan.

  1. Buka Restoran atau Warung Tenda?

Setelah memutuskan konsep penyajiannya, kamu juga perlu memilih apakah membuka restoran atau warung tenda. Biasanya, untuk konsep all you can eat, adalah restoran, karena membutuhkan tempat yang lebih luas. Sedangkan untuk paketan, bisa kamu mulai dengan membuka warung tenda.

  1. Tentukan Lokasi yang Strategis

Dengan market anak muda kekinian, maka pemilihan lokasi yang tepat menjadi kunci laris tidaknya usaha BBQ Korea. Untuk itu kamu harus memilih lokasi yang tepat, strategis dan ramai. Bukalah stand, restoran, atau kios di pusat perbelanjaan, dekat sekolah, dekat pasar, dekat rumah sakit, pinggiran jalan, taman kota, dan kampus.

  1. Harga Jual Sangat Memengaruhi

Selain lokasi, harga jual juga sangat memengaruhi dan menjadi kunci bisnismu bisa berkembang. Untuk jenis all you can eat, harga pasaran per orang dimulai dengan Rp100.000 hingga Rp300.000. Sedangkan untuk paketan, ada yang menjual mulai dengan harga Rp18.000 per porsi. 

Intinya, sih, semakin bersaing harganya, maka kemungkinan orang untuk membelinya akan semakin besar. Apalagi market yang kamu hadapi adalah anak muda. Biasanya juga dengan resep yang mirip-mirip, rasanya tidak berbeda jauh antara satu dengan yang lain. Yang membedakan rasa lebih ke sausnya, sambelnya, dan juga bahan baku daging sebagai bahan baku utama. 

  1. Jalankan Strategi Promosi yang Dekat dengan Dunia Anak Muda

Pasar konsumen BBQ Korea umumnya adalah anak muda. Oleh karena itu, kamu perlu memilih strategi pemasaran yang tepat. Selain membuat makanan yang enak dan berbeda, manfaatkan media sosial baik seperti Facebook, TikTok, WhatsApp, Instagram dan lainnya untuk berpromosi. Kamu juga bisa bekerjasama dengan influencer untuk membuat bisnismu viral.

  1. Cari Partner yang Pas

Untuk keberlangsungan bisnis Korean BBQ, kamu juga harus mencari partner yang pas untuk memasok bahan makanan (daging, sayur, dan lain-lain) dan peralatan masak. Selain kecepatan dan kualitas bahan baku yang baik dan segar, partner yang pas juga membuka peluang untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

  1. Pilih Bahan Baku yang Segar dan Berkualitas

Untuk mendapatkan cita rasa terbaik, carilah bahan-bahan yang berkualitas. Jangan meremehkan bahan baku dan pastikan kamu hanya memakai bahan yang segar dan berkualitas. Selain tampilan yang menarik, rasa yang unik juga sangat penting. 

  1. Pilih Peralatan Penunjang yang Sesuai 

Siapkan peralatan penunjang yang sesuai dengan budaya Korea. Dengan menciptakan nuansa Korea, mulai dari alat makan, hiasan dinding, kursi, maka pengunjung akan betah dan mendapatkan vibes yang sesuai. Biar kesan Korea-nya semakin dapat, karyawan juga bisa berpakaian ala koki Korea.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Beberapa Contoh Usaha BBQ Korea

Bbq korea

Sebagai langkah awal merealisasikan usaha BBQ Korea, kamu bisa mendatangi sejumlah tempat makan BBQ yang murah meriah berikut ini. Selain survei kompetitor, kamu bisa mendatanginya, sehingga bisa mengamalkan ilmu ATM (amati, tiru, modifikasi). Bahkan jika cocok, tidak menutup kemungkinan kamu memboyong bisnis yang sama dengan konsep kemitraan waralaba.

  1. Pochajjang

Pochajjang menjadi salah satu usaha BBQ Korea yang hits di Jakarta. Tersebar di Jabodetabek, rasanya yang enak dan harga yang murah menjadi alasan mengapa tempat makan ini tidak pernah sepi pengunjung. 

Restoran KULO Group ini menawarkan konsep makan daging all you can eat (AYCE) gaya Korea yang halal. Tersedia dua paket daging yang bisa kamu pilih, yaitu paket Premium Beef seharga Rp99.000 dan paket Wagyu Rp129.900. 

Untuk paket premium, kamu akan mendapatkan ragam Banchan (makanan pelengkap khas Korea) seperti japchae, pajeon, karaage, kimchi, nasi putih, nasi goreng, hingga saus samjang. Tersedia tiga pilihan daging sapi grill yang bisa kamu ambil sepuasnya, yaitu bulgogi, spicy bulgogi, honey soy, dan juga chicken BBQ. 

Mengutip Kontan, jika tertarik menjadi mitra, kamu perlu menyiapkan tempat usaha minimal 200 m2 dan biaya franchise selama 3 tahun sebesar Rp250 juta serta biaya peralatan, renovasi, dan perlengkapan usaha sesuai luas tempat usahanya.

  1. Manse

Lalu ada Manse Korean Grill. Bisa dibilang, Manse adalah pelopor tempat makan BBQ murah di Jakarta. Saat ini, restoran BBQ Korea ini sudah punya beberapa cabang di Jakarta, Depok, Bandung, hingga Surabaya.

Harga yang ditawarkan adalah Rp99.000 dengan ragam daging impor yang disertai lemak, tanpa lemak, yang sudah dimarinasi bumbu. Juga ada fillet ayam lengkap dengan rendaman bumbu gurih, plus nasi, bulgogi, hingga kimchi dan selada.

  1. SimHae

SimHae yang berlokasi di BSD, Tangerang Selatan menawarkan hidangan daging sepuasnya dengan harga Rp99.000, netto. Selain paket standar, ada juga pilihat paket Premium seharga Rp119.000. 

Untuk paket standar Rp99.000, kamu bisa memilih olahan sapi lemak, sapi tanpa lemak, ayam, ikan, dan samcan. Sebagai pelengkap disediakan nasi putih, kimchi, seladan, bawang putih, dan bawang bomba. 

  1. Yo Ri Chi

Berada di Bogor dan Depok, Yo Ri Chi menawarkan konsep all you can eat (AYCE) dengan harga Rp100.000. Setiap pelanggan diberikan batasan waktu bersantap selama 90 menit. Dengan pilihan menu beragam, daging sapi semua rasa dan daging ayam. Kamu juga bisa mendapatkan hidangan shabu-shabu dengan banyak isian termasuk sayur dan jamur. Yo Ri Chi juga menyediakan karena nasi, tteokbokki, daging teriyaki, dan japchae yang bisa di dinikmati sepuasnya.

  1. Posarang

Berbeda dengan empat usaha BBQ Korea di atas, Posarang menawarkan BBQ ala Korea dengan penyajian paketan. Dengan harga mulai Rp18.000, kamu akan mendapatkan paket nasi, daging panggang (pilih manis atau asin), sayur ala Korea, sambal khas Posarang, dan kerupuk. 

Selain menawarkan nasi Korea daging sapi, Posarang juga menawarkan menu Indomie Posarang daging sapi. Dua menu tersebut sama-sama menawarkan dua pilihan rasa yaitu asing dan manis. Konsep yang diusung juga unik berupa warung tenda, bukan restoran. Saat ini Posarang sudah memiliki 75 cabang di 22 kota Indonesia.

Itu tadi tips memulai dan memaksimalkan peluang usaha BBQ Korea, semoga bermanfaat dan sukses terus bisnisnya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP