fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Mau Mulai Usaha Makanan Khas Jawa? Perhatikan Hal-Hal Ini

usahan makanan khas jawa

Usaha makanan khas jawa menjadi salah satu bisnis kuliner daerah yang paling banyak diminati. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika kita lihat secara demografinya, setidaknya 40% penduduk Indonesia merupakan suku Jawa dan sebanyak 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa. Hal ini membuat makanan-makanan khas Jawa menjadi sangat familiar di lidah orang-orang Indonesia.

Makanan khas jawa pada umumnya memiliki cita rasa gurih dan manis yang ringan yang berasal dari bumbu-bumbu tradisional. Beberapa contohnya seperti sate, gudeg, selat Solo, sayur pecel, nasi goreng jawa dan masih banyak jenis makanan lainnya. Variasinya pun beraneka ragam dan cocok disajikan sebagai makanan sehari-hari, baik itu untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Meskipun saat ini banyak jenis-jenis makanan baru bermunculan, hal tersebut masih belum bisa menggeser dominasi kuliner tradisional daerah termasuk kuliner Jawa sebagai makanan sehari-hari. Masih tingginya minat beli terhadap jenis makanan ini membuat usaha makanan khas Jawa masih sangat menjanjikan.

Untuk memulai usaha makanan khas Jawa, ada beberapa hal yang mesti kamu persiapkan, mulai dari penggunaan bahan baku, tempat, pelayanan, pemilihan karyawan, dan lain-lain. Berikut poin-poinnya.

Membuat Konsep Usaha Makanan Khas Jawa

Sebetulnya, tidak ada perbedaan antara konsep bisnis kuliner pada umumnya dengan bisnis kuliner khas Jawa. Secara garis besar ada beberapa hal yang mesti kamu lakukan, yang pertama adalah riset pasar. Hal ini bertujuan untuk memahami karakter calon konsumen sebelum memulai bisnis kuliner.

Kamu bisa memulai riset sederhana, misalnya menggali informasi yang ada secara online. Beberapa riset mengenai perilaku konsumen cukup mudah kamu temui saat ini. Ada banyak lembaga riset ternama yang sering mengumumkan hasil riset rutin mereka. Bahkan, tak jarang asosiasi industri turut membuka temuan riset mereka kepada publik. 

Riset oleh Nielsen Singapura, misalnya, mencoba memahami pasar makanan pesan-antar di Indonesia. Survei menunjukkan bahwa 95% konsumen di kota besar di Indonesia menikmati masakan siap santap dalam 3 bulan terakhir. Dari jumlah tersebut 58% di antaranya memesan makanan melalui layanan pesan-antar makanan. 

Dari riset yang sama, makanan Indonesia masih menjadi favorit (82%), disusul oleh makanan siap saji (80%), dan minuman (49%) merupakan jenis kuliner yang sering dipesan melalui layanan pesan-antar makanan.

usaha makanan khas jawaSetelah melakukan riset pasar, kamu juga bisa mencari referensi makanan-makanan khas Jawa yang cukup populer untuk menggali ide dan menemukan keunikan produk. Ada beberapa contoh bisnis kuliner Jawa yang sering kita jumpai di pasaran, seperti lumpia, tahu tek, rujak cingur, gudeg, tengkleng, kopi jos, nasi kucing, rawon, bakmi, aneka ragam soto, aneka jenis,  wedang, jamu, klepon dan berbagai macam jajanan pasar. 

Selanjutnya, kamu bisa menentukan siapa yang menjadi target pasar bisnis kuliner khas Jawa milikmu. Selain target pasar, tujuan bisnis kuliner dan analisa keuangan juga mesti kamu buat. Proses tersebut bisa mempermudah proses perancangan konsep usaha makanan khas Jawa yang akan kamu geluti.

Desain Produk

Desain produk sudah harus kamu tentukan sejak awal dalam usaha makanan khas jawa. Hal ini meliputi pemilihan bahan baku, harga pokok penjualan, rasa dan kualitas, kemasan produk, dan masih banyak lagi. Komponen-komponen tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya. 

Jenis bahan baku yang kamu gunakan akan berpengaruh pada rasa, kualitas produk, serta harga pokok penjualan. Catat seluruh bahan baku yang akan kamu gunakan supaya lebih mudah menghitung harga pokok penjualan dan membuat standard operational procedure (SOP).

Beberapa bahan baku mungkin tidak bisa kamu temukan di pasar terdekat dan harus mendatangkannya langsung dari daerah asal. Bisa juga dari daerah lain yang sekiranya menghasilkan bahan baku tersebut. 

Jangan lupa untuk memperhatikan kemasan produk sesuai dengan harga pokok penjualan. Misalnya menggunakan kardus, kertas, atau plastik. Meskipun menyesuaikan harga pokok produksinya, desain kemasan tetap harus tampak menarik di mata konsumen.

Memilih Lokasi Usaha Makanan Khas Jawa

Lokasi merupakan salah satu aspek yang sangat menentukan dalam keberhasilan membangun sebuah bisnis, tidak terkecuali untuk bisnis kuliner. Ada beberapa tips yang perlu kamu pertimbangkan ketika memilih lokasi bisnis kuliner, di antaranya:

  • Menyesuaikan target pasar

Riset pasar yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya akan memudahkan menentukan target pasar dari usaha makanan khas jawa yang akan kamu mulai. Biasanya kamu akan menemukan lokasi yang ideal setelah menentukan target pasar.

  • Mudah diakses

Seringkali akses ke sebuah tempat menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk pergi ke suatu tempat makan. Hal ini berlaku umum, meski ada beberapa konsumen yang menyukai tempat-tempat kuliner hidden gem dengan akses yang sulit.  

  • Menyediakan tempat parkir yang cukup

Usahakan untuk menyediakan tempat parkir yang cukup untuk para konsumen. Kondisi tempat parkir yang penuh acap kali menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen membatalkan niatnya untuk berkunjung ke restoranmu. Bukan tidak mungkin mereka akan memilih tempat lain dengan lahan parkir yang lebih luas. 

Namun, yang juga perlu kamu pikirkan adalah budaya berkendara di daerah tersebut. Jika lokasi bisnis berada di daerah yang dominan dengan pejalan kaki atau pengguna transportasi publik, maka urgensi tempat parkir menjadi berkurang.

usaha makanan khas jawa

  • Harga sewa dan tanah terjangkau

Harga sewa merupakan komponen yang juga mempengaruhi harga pokok penjualan. Sehingga pemilihan lokasi juga harus mempertimbangkan hal ini. Pemilihan ukuran dan lokasi akan menentukan harga sewa dari tempat yang akan dipakai sebagai lokasi usaha.

Menentukan Standar Pelayanan 

Agar mampu menghasilkan pelayanan yang baik, sebuah bisnis makanan harus memiliki standard operational procedure (SOP). Tidak hanya di bisnis makanan, penggunaan SOP dalam bidang apa pun pasti sudah tidak asing lagi. Tujuan dibuatnya SOP adalah untuk menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif, rapi, dan sistematis dari awal hingga akhir. Sebaiknya, kamu membuat SOP sebelum merekrut karyawan.

Merekrut Karyawan

Seorang pengusaha yang ingin bisnisnya besar tentu harus memiliki sebuah tim untuk mendongkrak pendapatan perusahaan. Dengan memiliki tim yang bagus, sebuah bisnis bisa meningkatkan produktivitas, memaksimalkan kinerja, dan memanfaatkan waktu secara efektif.

Biasanya, pemilik usaha baru mengerjakan semuanya sendiri dan menjadi single fighter. Keputusan untuk merekrut karyawan seringkali menjadi salah satu hal yang sulit dilakukan, terutama karena akan ada biaya tambahan setiap bulannya. Ditambah lagi, merekrut karyawan juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Tetapi ada beberapa ciri-ciri bahwa perekrutan karyawan mesti dilakukan, di antaranya:

  1. Rencana bisnis sudah jelas satu tahun ke depan
  2. Pekerjaan semakin menumpuk dan membuat Kamu semakin kewalahan
  3. Sudah mampu menggaji karyawan setiap bulannya
  4. Bisnis Kamu bisa menangani banyak karyawan
  5. Kamu ingin melebarkan dan membesarkan bisnis.

Jika kondisi-kondisi tersebut terpenuhi, ada beberapa posisi yang diperlukan untuk sebuah bisnis makanan di antaranya; koki, pelayan, kasir, petugas kebersihan. Masing-masing posisi tentunya memerlukan keahlian yang berbeda-beda. Misalnya untuk koki makanan khas Jawa, tentunya harus menguasai makanan yang akan dibuat sehingga rasanya tetap otentik seperti dari daerah asalnya.