fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Utang Usaha, Simak Cara Mengelolanya di Sini!

utang usaha

Utang usaha tak kalah penting sebagai bagian dari modal usaha. Sumber utang usaha bisa berasal dari rekan bisnis maupun lembaga perbankan. Kebutuhan utang usaha biasanya untuk pembelian bahan baku, sarana prasarana bisnis, dan lainnya.

Melihat pentingnya kebutuhan utang untuk kelancaran usaha, maka memerlukan strategi yang baik untuk mengelolanya. Jangan sampai utang yang menumpuk malah membuat usaha macet. Agar pengusaha tidak terjerumus ke lubang utang yang berada di luar kendalinya, maka memerlukan pemahaman terkait hal tersebut. Simak pengertian, ciri-ciri, fungsi dan tips mengelola utang usaha pada ulasan berikut ini.

Pengertian Utang Usaha

Utang usaha adalah kewajiban perusahaan berkaitan dengan transaksi jual beli barang atau jasa untuk mendukung aktivitas usaha. Pelunasan utang umumnya melalui pembayaran secara angsuran. Utang usaha tidak hanya berupa uang tunai, tetapi bisa jadi berupa surat berharga obligasi, saham, tanda bukti utang, pengakuan utang, dan lainnya.

Melansir dari jurnal Entrepreneur, Kieso et al (2008) mengungkapkan bahwa utang usaha adalah pengorbanan ekonomi untuk masa depan yang berasal dari kewajiban transaksi yang berlangsung pada masa lalu. Pinjaman ini nantinya berbentuk penyerahan atau pembayaran aktiva. 

Melansir dari Katadata, aktiva adalah kepemilikan aset, harta dan kekayaan untuk menunjang operasional perusahaan, pembiayaan, maupun investasi yang bisa ditukar dengan uang tunai. Aktiva ini bisa berupa sumber daya fisik maupun non fisik.

Utang usaha bukanlah aib yang harus disembunyikan. Karena utang ini bukanlah indikasi bahwa keuangan perusahaan sedang tidak sehat. Sebaliknya, utang usaha menjadi keperluan untuk mendukung operasional perusahaan agar tetap berjalan lancar.

Sebagaimana akun utang lainnya, utang usaha juga harus masuk ke dalam neraca keuangan. Jika dalam suatu periode utang usaha meningkat, maka artinya perusahaan sedang melakukan banyak transaksi yang berlangsung secara kredit atau angsuran. Karena itu, perlu cara pengelolaan yang tepat agar arus kas usaha tetap lancar dan tidak gagal bayar.

Utang usahaCiri-Ciri Utang Usaha

Agar lebih paham, ada beberapa ciri-ciri utang usaha atau account payable yang harus kamu ketahui, seperti berikut.

  1. Tidak Adanya Surat Perjanjian Formal

Meski account payable masuk dalam akun keuangan perusahaan dan penggunaannya untuk operasional perusahaan, tetapi dia tidak memiliki surat perjanjian tertulis. Bukti utang hanya berupa faktur penjualan.

Mengapa? Karena transaksi ini hanya mengandalkan rasa saling percaya antara penjual dan pembeli saja. Jika ada surat perjanjian tertulis, bukan lagi disebut account payable, melainkan wesel bayar. Keduanya sebenarnya sama-sama utang lancar atau utang yang harus kamu bayar setiap bulan, tetapi pencatatan dan perlakuannya berbeda. Karena sifatnya beda.

  1.  Jatuh Tempo Singkat

Dalam ilmu akuntansi, account payable harus selesai dalam satu tahun buku kas. Jika lebih dari itu, maka masuk dalam utang tidak lancar atau utang jangka panjang. Sementara, hal ini tidak mungkin terjadi, karena account payable berhubungan dengan operasional, seperti bahan baku. Jadi, arus kasnya harus lancar atau perputaran uangnya singkat. Umumnya, jatuh temponya berkisar antara 10 hari hingga 3 bulan saja. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1.  Terjadi Berulang

Umumnya, account payable memang terjadi berulang, Setiap mulai produksi baru, maka utang ini akan muncul kembali. Misalnya, pada pengusaha kue yang selalu memerlukan tepung setiap kali produksi. Maka pengusaha ini pasti sudah memiliki pemasok tepung sendiri.

Karena transaksi yang terus berulang, maka akan timbul kepercayaan antar keduanya. Pengusaha percaya jika pemasok akan memberikan harga yang normal, kualitas yang baik, dan pengiriman tepat waktu. Sementara pemasok yakin bahwa pengusaha dapat menyelesaikan pembayaran dengan lancar. Berdasarkan kepercayaan inilah, maka kebutuhan surat perjanjian formal tak lagi perlu.

Terkadang, beberapa pemasok atau penyedia layanan dan jasa juga memberikan harga diskon kepada pelanggan agar mereka terus melakukan transaksi. Umumnya, perjanjian tertentu mendahului potongan harga ini, seperti harus membeli dalam jumlah sekian, membeli berapa jenis tertentu, atau menyelesaikan transaksi dalam jangka waktu yang disepakati.

 

Fungsi-Fungsi Utang Usaha

Seperti tulisan sebelumnya, bahwa account payable berlangsung dalam proses kreditur yang berkaitan dengan bahan baku produksi. Sementara untuk pembayarannya, harus selesai dalam tenggat waktu yang telah disepakati. Namun, ternyata fungsi account payable tidak hanya itu. Ada dua fungsi lainnya seperti berikut ini. 

  1.  Perjalanan Bisnis

Pada perusahaan besar, perjalanan bisnis yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan akan sering terjadi, baik perjalanan bisnis pemilik perusahaan atau stafnya. Kebutuhan akan hal ini, seperti tiket, transportasi, penginapan, dan lainnya, akan masuk dalam utang usaha. Transaksi ini akan berlangsung secara berulang sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

  1. Kebutuhan Internal

Pengeluaran kecil yang membutuhkan penggantian dari perusahaan juga bisa masuk ke dalam account payable. Namun, penggantian ini harus memiliki tanda terima pembayaran agar jelas. Kebutuhan internal ini mencakup pembayaran parkir, bahan bakar mobil perusahaan, pembelian alat kantor, konsumsi rapat, dan lainnya.

Utang usahaTips Mengelola Utang Usaha

Meski pada dasarnya account payable bukanlah aib atau tanda jika perusahaan tidak sehat, tetapi sebagai pengusaha kamu juga harus memahami cara pengelolaannya. Kehandalan pengelolaan menjadi salah satu skill yang wajib kamu miliki. 

Karena bagaimanapun, untuk menghidupkan sebuah perusahaan, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pendapatan pribadi belum tentu cukup untuk memenuhi biaya yang akan timbul. Padahal, kesempatan untuk mengembangkan usaha sangatlah besar. Maka, agar tidak terbelit hutang yang menumpuk, pahami tips mengelola utang usaha agar neraca keuangan tetap sehat.

  1. Membuat Perencanaan yang Matang

Keputusan untuk menggunakan account payable harus sudah ada perencanaannya sejak jauh-jauh hari. Pos-pos mana saja yang membutuhkannya dan berapa jumlah kebutuhannya. Jangan sampai kesalahan pengambilan kredit ini menimbulkan masalah kedepannya.

Pencatatan juga harus sedetail mungkin agar kamu benar-benar tahu risikonya. Hal ini tak hanya akan membuatmu siap dengan segala kemungkinan, tetapi juga membuat penyedia produk, jasa, dan layanan, percaya bahwa kamu bisa memenuhi pembayaran itu. Tentu saja tanpa melewati jatuh tempo,

  1. Buat Anggaran yang Terperinci

Pengeluaran kecil memang sering kali tidak terasa. Namun, saat jatuh tempo secara bersamaan, maka hal ini bisa mengancam neraca keuangan perusahaan. Karena itu, buatlah anggaran yang terperinci agar kamu tahu seberapa besar dana yang ada dan harus bayar berapa.

Karena account payable ini memiliki jatuh tempo yang singkat, maka usahakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan perputaran keuangan. Agar tidak ada kerugian karena bahan baku yang tidak terpakai atau penumpukan hutang karena tidak kunjung membayarnya.

  1. Melakukan Negosiasi

Negosiasi dalam kerjasama perusahaan adalah hal lumrah. Tujuannya untuk mengurangi beban utang atau mengambil utang dalam jumlah lebih besar. Tentu saja, negoisasi ini dapat terjadi jika hubungan kerjasama telah terjalin dengan baik dan rasa saling percaya sudah terbangun.

  1.  Jangan Lewat dari Jatuh Tempo

Menunda-nunda membayar utang, berarti menambah beban perusahaan. Selain akan berdampak pada utang yang semakin menumpuk, juga terhadap kepercayaan. Penyedia produk, jasa maupun layanan akan menganggap bahwa kamu tidak memiliki itikad baik untuk segera melunasi.

Jika hal ini terus berulang, maka bersiaplah untuk kehilangan relasi dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan ganti. Karena biasanya antar penyedia akan saling memberikan informasi terkait perusahaan mana yang sering melanggar kesepakatan. Dampaknya, perusahaanmu perlahan akan mengalami kebangkrutan.

  1. Bedakan Keuangan Perusahaan dengan Keuangan Pribadi

Bagi kamu yang tengah merintis bisnis, biasanya kebutuhan usaha masih mengambilnya dari keuangan pribadi. Jika bisnismu mulai berjalan, maka mulailah untuk membedakan keuangan bisnis dan pribadi. Apalagi jika berhubungan dengan utang. Ini agar tidak ada tumpang tindih antara keduanya. Karena bisa jadi, keuangan pribadi habis untuk menutup operasional perusahaan, ataupun sebaliknya. Bahkan bisa jadi, laba dari bisnis yang sejatinya bisa menutup kewajiban transaksi terpakai untuk kebutuhan pribadi.

Utang usaha dari perusahaan sangat berdampak pada kelangsungan bisnis yang tengah berlangsung. Tidak ada perusahaan besar yang tidak melakukan utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, utang usaha, tidak hanya membantu mengembangkan perusahaan, namun bisa berfungsi juga untuk menjalin kerjasama antar pelaku usaha.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP