fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Variasi Produk Bisnis Toner Wajah dan Manfaatnya untuk Konsumen

toner

Toner adalah salah satu rangkaian produk dalam skincare yang memiliki tekstur cair dan menyegarkan bila dipakai. Memiliki nama lain astringent dan tonic, produk ini bisa kamu jumpai pada brand skincare lokal yang sudah lama berdiri seperti Sariayu, Viva, dan Mustika Ratu.

Nah, makin masifnya industri kecantikan di Indonesia memungkinkan kita untuk menjumpai berbagai jenis tonic dengan banyak pilihan bahan aktif di dalamnya. Namun apakah kulit kita benar-benar membutuhkannya? 

Pada artikel LummoSHOP kali ini, kamu akan menemukan jawabannya serta ulasan mengenai jenis-jenis tonic wajah dan apa yang harus diperhatikan saat mengaplikasikannya pada wajah. Simak terus, ya.

Berkenalan dengan Toner

Untuk para pecinta skincare, produk berbentuk cair ini adalah rangkaian yang tidak mungkin terlewat setiap harinya. Memiliki tekstur yang cair hingga kental menyerupai gel, tonic bisa memberikan efek melembabkan serta memperbaiki kondisi kulit sesuai dengan kandungan yang ada di dalamnya.

Penggunaan astringent atau tonic sebagai perawatan kulit wajah makin masif dewasa ini. Terbukti dengan makin banyaknya produk skincare lokal yang menawarkan skincare berbahan dasar air ini ke pasaran. Beberapa di antaranya adalah Wardah dengan varian Seaweed, Hydra Rose, serta produk lain seperti Pixy, Emina dan N’Pure. 

Nah, sebenarnya apa itu face toner dan apakah kulit kita benar-benar membutuhkannya?

Pada dasarnya, tonic adalah produk skincare yang dirancang untuk mengembalikan pH kulit setelah mencuci muka. pH atau tingkat keasaman pada permukaan kulit penting karena jika pH terlalu tinggi bisa menyebabkan kulit menjadi kering.

Oleh karena itulah kita membutuhkan tonic setelah mencuci muka agar jika sabun wajah memiliki pH tinggi, tonic dapat menstabilkan kelembaban kulit kembali. 

Meskipun berbentuk cair dan memiliki kemiripan dengan micellar water, tetapi kamu tidak harus mengaplikasikannya seperti saat kamu membersihkan wajah. Kamu dapat menggunakan tonic dengan atau tanpa kapas, selama seluruh nutrisinya terserap dengan baik ke dalam kulit wajah.

Jenis Tonic Wajah

Untuk memenuhi kebutuhan kulitmu, kamu dapat memilih beberapa jenis tonic di bawah ini sesuai permasalahan kulit yang terjadi. 

Exfoliating toner

Salah satu permasalahan wajah adalah penumpukan sel kulit mati yang menyebabkan muka menjadi kusam. Nah, hal ini dapat teratasi jika kamu menggunakan exfoliating toner. 

Exfoliating toner berfungsi untuk mempercepat regenerasi kulit dengan tiga jenis kandungannya yaitu AHA, BHA dan PHA. 

AHA (Alpha Hydroxy Acid) berfungsi untuk mengeksfoliasi sel kulit mati di permukaan. Selain itu, AHA juga berperan dalam mengurangi kerutan dan garis halus di kulit. Namun penggunaan AHA bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga kamu harus memperhatikan pemakaian sunscreen dengan lebih cermat lagi.

Sedangkan BHA (Beta Hydroxy Acid) berperan dalam proses eksfoliasi dengan masuk ke dalam permukaan kulit yang tidak dapat dijangkau oleh AHA. Sifatnya yang larut dalam minyak memungkinkannya untuk mengatasi masalah kulit berupa penyumbatan pori, komedo serta kulit berjerawat. 

tonerSementara itu, jika kamu memiliki kulit sensitif atau baru akan mencoba face tonic, kamu dapat memulainya dengan kandungan yang paling lembut yaitu PHA (Poly Hydroxy Acid). Berbeda dengan AHA yang menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, PHA tidak mengalami kondisi demikian.

Dengan sifatnya yang lebih mild, PHA sesuai untuk digunakan penderita rosacea dan eksema. Di sisi lain, dengan sifat tersebut kamu tidak bisa mengharapkan PHA untuk memberikan efek eksfoliasi yang signifikan jika dibandingkan dengan AHA dan BHA.

Hydrating Toner

Berbeda dengan versi exfoliating, hydrating toner berfungsi untuk menghidrasi kulit sehingga bersifat lebih mild karena tidak memiliki kandungan eksfolian. Astringent jenis ini biasa digunakan setelah mencuci muka agar mengembalikan pH kulit yang sempat berubah saat terkena sabun wajah.

Kamu dapat mengenali hydrating tonic dengan keterangan semacam calming, moisturizing serta hydrating pada kemasannya. Selain itu kandungan seperti aloe vera, air mawar, calendula, Centella Asiatica atau bahkan lendir siput biasanya menjadi bintang utama dari tonic jenis ini.

Jika kamu bisa memilih kandungan eksfolian pada exfoliating toner, maka kamu juga bisa memilih kandungan tertentu dalam jenis skincare ini sesuai dengan permasalahan kulit. Misalnya, untuk memperbaiki tekstur kulit wajah karena bekas luka jerawat, kamu bisa memilih kandungan lendir siput atau jika memiliki kulit berjerawat kamu akan menyukai efek dari Witch Hazel.

Treatment Toner

Treatment toner adalah skincare dengan fokus lebih spesifik karena diformulasikan khusus untuk mengurangi masalah kulit tertentu. Misalnya, soothing, brightening, anti-aging, balancing toner dan lainnya. 

Biasanya skincare jenis ini memiliki bahan aktif sesuai dengan masalah kulit yang terjadi. Misal, untuk brightening toner biasanya mengandung niacinamide atau vitamin C sedangkan untuk masalah kulit seperti bekas jerawat dan tekstur mengandung lendir siput atau Snail Mucin. 

Cara Penggunaan 

Meskipun tidak ada cara paten dalam menggunakan produk astringent, tetapi menerapkan beberapa langkah berikut ini dapat membuat proses toning lebih efektif.

  1. Gunakan toner pada wajah setelah mencuci muka yang bertujuan untuk mengembalikan pH kulit sehabis menggunakan sabun wajah 
  2. Toning bisa menggunakan kapas atau tanpa kapas. Jika kamu menginginkan proses eksfoliasi dari kapas, maka tidak ada salahnya menggunakannya sekaligus sebagai pembersih 
  3. Pastikan untuk melakukan proses toning sebelum mengaplikasikan serum atau pelembab agar kandungan dalam skincare tersebut bisa didapatkan secara maksimal
  4. Lakukan proses toning dengan produk hydrating pada pagi dan malam hari 

tonerHal yang Harus Diketahui dari Penggunaan Face Tonic

Nah, selain cara pemakaian tonic secara umum, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengaplikasikannya karena kita akan memakai produk skincare tersebut dalam jangka panjang. 

Kamu tentu tidak mau menggunakannya dengan cara yang salah bertahun-tahun ‘kan?

Jangan mengeksfoliasi berlebihan 

Untuk exfoliating toner, kamu harus memastikan tidak memakainya tiap hari. Bahkan dengan kandungan AHA-BHA-PHA yang ringan, kamu harus yakin bahwa eksfolian tersebut tidak akan mengiritasi kulit berlebihan. 

Normalnya, kamu dapat mengaplikasikan produk eksfolian 2-3 kali seminggu. Jadi, batasi penggunaannya agar kondisi kulitmu tidak malah bertambah parah, ya. 

Hanya ikut-ikutan tren 

Jika kamu tertarik membeli produk skincare apapun, pastikan kamu juga mengetahui kandungan di dalamnya dan tidak asal memakainya tanpa melakukan riset terlebih dulu. Hal tersebut karena kondisi kulit dan tingkat toleransi produk satu orang dengan lainnya sangatlah berbeda. 

Segala macam tren di media sosial hendaknya tidak membuatmu mengikutinya membabi-buta. Setidaknya kamu dapat mengecek legalitas produk dan keamanan bahan yang terkandung di dalamnya melalui website https://cekbpom.pom.go.id.

Manfaatkan travel size

Apabila memungkinkan, kamu dapat memanfaatkan versi travel size agar jika produk tonic tidak cocok, kamu belum terlanjur mengeluarkan banyak uang. Selain itu, travel size biasanya diberikan secara cuma-cuma ketika kamu membeli produk skincare lain, jadi kamu dapat mencobanya tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. 

Tidak mengetahui kandungan toner dengan benar

Seberapa penting mengetahui kandungan di dalam skincare? Mungkin beberapa dari kamu menganggap membaca klaim pada iklan produk sudah cukup mewakili kandungan tonic. Namun jangan salah, dua produk dengan kandungan bahan yang sama persis bisa memberikan manfaat berbeda karena konsentrasi bahan aktifnya tidak sama.

Misal, produk A memiliki kandungan Centella Asiatica dan produk B juga menawarkan kandungan yang sama. Bagaimana kamu dapat memilih dari kedua produk tersebut?

Cara memilihnya adalah dengan melihat konsentrasi produk. Niacinamide terbukti memberikan manfaat optimalnya pada level 4% sedangkan Retinol pada 0.5% dan kandungan Centella Asiatica pada kisaran 5% (menurut National Library of Medicine).

Bayangkan bila kamu tidak mengetahui hal tersebut, mungkin kamu tidak mendapatkan manfaat optimal dari produk tonic yang kamu pakai. 

Pastikan bahan aktif tonic tidak memperparah masalah kulit

Nah, tips yang satu ini sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang tidak memahami pentingnya mengenal kondisi kulit sendiri. Pasalnya, bisa saja saat kamu berusaha mencerahkan kulit dengan kandungan tertentu, tetapi malah menyebabkan banyak jerawat muncul.

Kira-kira apa sebabnya? Salah satu kemungkinannya adalah penggunaan produk berbahan aktif Galactomyces yang memicu fungal acne pada kulit wajahmu. Meskipun Galactomyces memberikan efek mencerahkan, tetapi karena bahannya yang merupakan hasil fermentasi dapat memperburuk kondisi kulit penderita fungal acne.

Oleh sebab itu, sangat bijak jika kamu juga mengetahui kandungan skincare apa yang patut dihindari agar produk tidak malah menimbulkan efek kontraproduktif pada kulit. 

Apakah kamu sudah memakai toner dengan cara yang benar? Jika belum, kamu dapat menerapkan cara pemakaian serta memperhatikan hal-hal di atas saat menggunakan skincare bertekstur cair yang satu ini. Selamat bereksperimen!