fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Wajib Tahu! 5 Jurus Jitu Copywriting untuk Media Sosial

Copywriting

Bagi kamu yang berjualan online, promosi di media sosial pasti jadi kegiatan wajib yang harus dilakukan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Hootsuite pada awal 2021 menjelaskan bahwa pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 170 juta jiwa atau sekitar 61.8% dari jumlah total populasi Indonesia. Tak heran kalau media sosial menjadi media pilihan bagi pebisnis yang ingin mempromosikan usahanya. Apalagi bagi mereka yang anggaran promosinya terbatas. Berbeda dengan beriklan di media tradisional, seperti TV, yang memerlukan biaya besar, promosi di media sosial cenderung lebih terjangkau dan bisa menyasar konsumen lebih spesifik.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Namun, agar efektif, promosi di media sosial juga memerlukan strategi agar selain menarik banyak membeli tapi juga mampu membangun brand dari produk yang kamu jual. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan ketika berpromosi di media sosial?

Langkah Awal Promosi Tepat di Media Sosial

Langkah awal untuk mempromosikan brand kamu di media sosial tentu saja dengan memilih platform yang tepat. Beberapa survei menunjukkan ada lima media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia pada 2021, yaitu WhatsApp, YouTube, Instagram, TikTok dan Facebook. Pemilihan platform media sosial yang tepat untuk bisnis kamu tentu saja tergantung dari kebiasaan bermedia sosial dari target audience-nya, ya. Misalnya, untuk konsumen Baby Boomers, mereka lebih nyaman berkomunikasi melalui WhatsApp. Namun, yang pasti, tiap platform memiliki keunikan, kelebihan dan penggunanya masing-masing. 

Setelah memilih platform yang tepat, selanjutnya memiliki akun di media sosial tersebut. Tapi enggak sekadar punya, kamu juga harus bisa kelola dengan baik dan merencanakan konten yang tepat. Omong-omong soal konten di media sosial, selain menentukan topik yang tepat, kamu juga harus memilih visual dan copywriting yang menarik, jadi tidak hanya mengandalkan foto. 

Copywriting

Copywriting: Menulis yang Menjual

Copywriting pada dasarnya bertujuan untuk mempromosikan atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Secara definisi, “copy” merupakan kata-kata yang digunakan dalam iklan. Jadi, tidak sekadar tulisan melainkan harus dikemas sehingga ketika konsumen membacanya, mereka tertarik dengan pesan yang disampaikan. 

Sayangnya, masih banyak pebisnis yang berpromosi dengan menggunakan teknik copywriting seadanya. Yang penting ada caption. Bahkan, seringkali kita menemukan konten yang hanya memiliki visual tanpa copy atau caption. Padahal, ketika kamu memutuskan untuk memiliki akun di media sosial dan menjadikannya sebagai media untuk berpromosi, maka kontennya, baik visual dan copy, harus menarik.  Perhatikan caption berikut:

| “Dijual. Perlengkapan bayi. Murah.”

Copy di atas jelas belum cukup untuk menggugah konsumen untuk membeli. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan supaya menulis yang mempersuasi untuk membeli?

Ada beberapa prinsip dasar yang perlu kamu ketahui sebagai pebisnis sebelum menentukan copywriting yang tepat. 

  • Tentukan brand persona

Brand persona bisa diartikan sebagai karakter yang ingin ditunjukkan di media sosial. Tentunya menyesuaikan dengan brand yang kamu miliki. Kalau kamu memiliki produk pakaian bayi, brand persona yang bisa dibangun, misalnya, hangat, peduli, dan ceria. Nah, brand persona ini akan berpengaruh ketika kamu harus membuat copywriting yang menggugah. Termasuk apakah kamu akan menggunakan gaya bahasa formal atau informal.

  • Menyesuaikan dengan target audience dari brand yang kamu promosikan

Target audience dibedakan menjadi demografi, geografi dan psikografi. Dari sisi demografi, kamu akan membedakan mereka berdasarkan sesuatu yang dapat diukur seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan dan pengeluaran. Geografi, membedakan konsumen dari lokasi tempat tinggal mereka. Sementara dari sisi psikografi, melihat konsumen dari gaya hidup, kepercayaan terhadap sesuatu, kebiasaan, kesukaan dan hal-hal sejenis lainnya. 

Fungsi dari menyelami target audience, kamu tahu dengan siapa kamu berbicara. Kamu juga bisa mengetahui apa kebutuhan dan masalah yang mereka hadapi. Nantinya, informasi ini akan berguna untuk mencari topik konten dan tentunya, copywriting yang tepat.  

  • Menyesuaikan dengan platform media sosial yang digunakan

Kalau kamu sudah menentukan hal-hal di atas, kamu sudah memiliki arahan bagaimana copywriting yang tepat untuk berpromosi.

Copywriting

5 Jurus Jitu Copywriting di Media Sosial

Jika kamu merasa bingung harus mulai menulis dari mana, simak jurus jitu di bawah ini, sebelum kamu mulai menulis. 

  • Mulailah dengan masalah atau kondisi yang dialami target audience (yang nantinya) dapat diselesaikan oleh brand yang kamu tawarkan. Manfaatkan teknik bercerita.
  • Gunakan sapaan yang personal.
  • Pesan harus fokus. Pesan adalah apa yang ingin kamu sampaikan ke target audience. Bisa mengkomunikasikan kelebihan brand, promo, dan sebagainya. 
  • Gunakan bahasa yang dekat dengan target audience
  • Jangan lupa call-to-action atau kata-kata ajakan

Contoh. Kalau kamu memiliki bisnis pakaian bayi dengan bahan yang mudah menyerap keringat, kamu bisa membuat copywriting-nya seperti ini:

“Mengurus bayi baru lahir, memang harus hati-hati ya, Bun. Kulit mereka yang begitu sensitif memerlukan pakaian yang lembut dan mampu menyerap keringat dengan baik. Baju dengan bahan panas bisa membuat kulit halus mereka iritasi. Bunda pasti enggak mau kan kalau kulit bayi kesayangan gatal-gatal. Nah, Brand X menyediakan pakaian bayi yang lembut dan nyaman untuk bayi yang sensitif. Harganya juga enggak bikin kantong jebol kok, Bun. Banyak motif lucu-lucu yang bikin makin gemas sama Si Kecil. Silakan DM untuk pembelian ya. Free ongkir daerah Jabodetabek.”

Bagaimana? Lebih menjual dibandingkan yang sebelumnya, bukan?

Para ibu muda yang baru memiliki bayi umumnya akan memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka. Apalagi kalau diiming-imingi harga yang terjangkau, ibu-ibu yang cermat dalam hal keuangan, pasti akan mempertimbangkan untuk membelinya. Minimal, mereka akan bertanya ke admin dan mencari tahu informasi lebih detail. Kalaupun belum beli saat itu, mereka akan menyimpan informasinya.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan ejaan. Cek kembali sebelum diunggah supaya tidak ada salah ketik atau singkatan yang membuat orang tidak nyaman saat membaca. Selain itu, sesuaikan dengan visualnya. Dalam iklan, visual dan copy ibarat puzzle yang saling melengkapi, dan sulit untuk dipisahkan. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Selain berpromosi di media sosial, cara lain yang bisa membuatmu sukses berjualan online adalah dengan memiliki toko online sendiri. Tenang, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa punya toko online itu ribet ya. Ada kok aplikasi yang membuatmu mudah jualan online, bisa dapat website jualan dengan domain gratis. Itu semua bisa kamu dapatkan di LummoSHOP. Jualan di LummoSHOP, selain membantu operasional bisnis, kamu juga bisa mengikuti pelatihan-pelatihan bisnis yang dapat membuat kamu makin sukses jualan online. Cara buat website jualannya juga mudah, dengan tampilan website yang menarik akan membuat pembeli datang ke toko online kamu.

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP