fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Yuk, Kenali 5 Perbedaan Niche Market dengan Segmented Market

perbedaan niche market

Ketika memutuskan untuk masuk ke micro market, mungkin kamu akan bertanya-tanya apa perbedaan niche market dengan segmented market. Kedua tipe pemilahan pasar itu sekilas terkesan mirip, tapi ada beberapa hal pokok yang membedakan praktik keduanya. Agar lebih jelas, yuk kita kuliti perbedaan niche market dengan segmented market dalam artikel ini.

Dalam Kluster Micro Market

Sebelum membahas niche market dan segmented market, ada baiknya mari bersama-sama ulang kembali pelajaran marketing dasar tentang tingkatan segmentasi pasar dari bapak pemasaran dunia, Philip Kotler.  Kotler dan Gary Amstrong pada tahun 2004 mengategorikan tingkat segmentasi pasar menjadi dua kelompok besar, yaitu mass market (pasar massal) dan micro market (pasar mikro).

(Baca juga: Bisnis Tumbuh Pesat dengan Target Pasar yang Tepat)

Mass market adalah pasar yang luas atau target market untuk masyarakat luas, namun tetap sesuai dengan segmen sebagaimana target sebelumnya. Menilik dari ukurannya yang merupakan komunitas besar, potensi pasar mass market sudah tentu juga sangat besar. Pebisnis yang menerapkan mass marketing, biasanya hanya memproduksi satu jenis produk untuk semua orang dalam pasar besar tersebut. Jadi, semua konsumen mendapatkan perlakuan sama untuk mendapatkan produk itu.

Sebaliknya, dalam strategi pemasaran mikro (micro marketing), pebisnis hanya melakukan penawaran kepada kelompok tertentu yang berkembang seiring dengan makin kompleksnya kebutuhan dan permintaan konsumen dari masa ke masa. Strategi ini dipandang lebih efektif karena seperti kata pemasar kenamaan Mark McGuiness, tidak mungkin suatu bisnis mampu membuat sebuah produk yang bisa melayani semua orang.

Selanjutnya, Kotler membagi micro marketing menjadi 4 tingkatan, yaitu segmented market, niche market, local market, dan individual market. Untuk dua tipe pasar yang terakhir, kamu pasti sudah bisa menebak pengertiannya.

Betul, local marketing adalah strategi pemasaran yang merujuk pada satu wilayah (area lokal). Jadi,  pengusaha yang menerapkan local marketing cenderung tidak melakukan ekspansi di luar daerah tersebut. Produk yang menerapkan tipe pemasaran ini, biasanya semacam makanan khas daerah atau produk kesenian dan pariwisata.

Sementara individual marketing lingkupnya lebih sempit lagi karena menyasar individu per individu. Dalam tipe pemasaran ini, pembuatan produk persis seperti keinginan seseorang (customized). Contoh bisnis yang menerapkan strategi individual marketing antara lain, salon, jasa arsitek, foto studio, dan lain-lain.

Perbedaan Niche Market  dengan Segmented Market

perbedaan niche market

Nah, yang agak sulit adalah memahami perbedaan dari niche market dengan segmented market. Namun sebelum mulai membahas secara detail perbedaan di antara dua tipe pemilahan pasar itu, ada baiknya kita perjelas lagi definisi kedua level segmentasi itu ya.

Niche Market : Pasar dengan Preferensi Unik

Simplicable mendefinisikan, bahwa niche market sebagai kelompok konsumen yang teridentifikasi memiliki kebutuhan dan preferensi unik. Oleh karena itu, pemasar yang menyasar kelompok ini harus sangat fokus terhadap suatu jenis produk atau layanan tertentu. Ia hanya boleh memilih satu ceruk konsumen saja berlandaskan pandang bisa memberikan peluang pendapatan tertinggi dan jumlah kompetitornya hanya sedikit.

(Baca juga: Tajamkan Segmentasi Pasar agar Jualan Online-mu Efektif)

Biasanya, kelompok niche market bersedia membayar lebih kepada perusahaan yang paling memuaskan mereka dengan sebuah eksklusivitas. Sebaliknya, marketer mendapatkan ‘keekonomisan’ tertentu melalui spesialisasi yang mereka tawarkan.

Pada praktiknya, proses dalam mengidentifikasi ceruk pasar, biasanya dengan cara membagi satu segmen menjadi sejumlah subsegmen. Untuk subsegmen terpilih, kebanyakan bukan pasar yang terbesar tapi pasar yang memiliki daya beli paling besar. Oleh karena itu, tidak heran kalau pebisnis yang menerapkan strategi pemasaran tipe ini biasanya menjual produk-produk berkategori premium.

Contoh klasik praktik niche marketing, yakni Harley Davidson yang menargetkan pasar pada golongan pecinta motor besar. Jumlah konsumen produk ini hanya segelintir, tapi tidak tenggelam di tengah wabah motor pilihan masyarakat umum yang murah, irit,  gesit, ringan, dan ramping. Faktanya, selama puluhan tahun, komunitas-komunitas motor besar terus berkembang dan tidak pernah mati.

Segmented Market: Bagian dari Pasar yang Besar

Mengutip Investopedia, istilah market segment mengacu pada pengelompokan bersama orang-orang untuk tujuan pemasaran. Jadi, segmented market adalah bagian dari pasar yang lebih besar, sementara praktik segmented marketing bekerja dengan cara menyatukan individu-individu berdasarkan satu atau lebih karakteristik serupa.

Strategi ini muncul karena ada konsumen tertentu yang merasa, bahwa suatu produk (terutama mass product) belum menjawab masalah atau kebutuhan mereka dalam hal tertentu.

(Baca juga: Strategi Pemasaran Online dan 7 Contohnya yang Efektif)

Profesional pemasaran akan mendekati setiap segmen itu secara berbeda. Akan tetapi, hal itu hanya setelah mereka paham sepenuhnya akan kebutuhan, gaya hidup, demografi, dan kepribadian konsumen sasaran. Mereka akan menciptakan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta harga yang tepat bagi setiap target segmen.

Contoh dari praktik segmented marketing yang mudah teramati adalah brand management Unilever atas merek-merek sampo mereka. Unilever menciptakan 4 merek sampo untuk menyasar 4 segmen yang berbeda. Merek-merek itu yakni Sunsilk untuk segmen wanita, Lifebuoy menyasar segmen keluarga, Clear untuk pasar anak muda, dan Dove dalam hal perawatan rambut masa kini.

5 Perbedaan Niche Market dengan Segmented Market

perbedaan niche market

Masih dari Simplicable, perbedaan di antara dua tipe pemilahan pasar itu yang pokok terletak pada faktor-faktor seperti harga, kualitas, lokasi, demografi, dan psikografis. Namun, bagaimana persisnya perbedaan kedua tipe segmentasi pemasaran itu? Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang sudah kita diskusikan di atas, ditambah pendapat dari berbagai ahli pemasaran, berikut 5 perbedaan di antara keduanya yang bisa kamu catat.

Pizza Terbaik vs Mobil Sejuta Umat

1) Niche market menawarkan kebutuhan khusus dari konsumen secara lebih profesional dan mendetail.  Barang-barang di niche market biasanya lebih eksklusif, sehingga harganya bisa lebih tinggi. Dengan ini, pemasar bisa mendapatkan peluang besar untuk mendapatkan pendapatan tinggi.

Dari sisi volume, niche market berukuran kecil, bahkan bisa sangat kecil. Contohnya, adalah sebuah merek pizza terbaik di kota kecil. Sementara itu, segmented market berukuran cenderung lebih besar. Contohnya adalah ‘mobil sejuta umat’ atau kamera yang memiliki spesifikasi fitur kelas atas.

2) Niche marketing adalah strategi untuk menghindar dari persaingan pasar dengan market leader.  Seumpama kamu hanya punya sebuah toko kecil, tentu tak ingin berhadapan langsung dengan ritel grosir karena mereka punya daya beli dan kekuatan rantai pasok yang sulit dilawan. Maka sebagai ‘nicher’, kamu bisa memilih ceruk pasar seperti berjualan gula sehat atau sampo herbal.

(Baca juga: 10 Tips Bisnis Grosiran Online, yang Buat Pelanggan Berdatangan)

Sebaliknya, pemain segmented market biasanya cenderung mempertahankan posisi kepemimpinannya dalam kompetisi. Banyak perusahaan besar menerapkan segmented marketing untuk mencari sumber pertumbuhan baru. Bahkan, market leader pun sangat mungkin menerapkan segmented marketing untuk menemukan konsumen baru.

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan besar bisa saja memanfaatkan segmented market sebagai senjata untuk terlibat dalam kompetisi baru. Misalnya, dua perusahaan makanan besar yang berebut kepemimpinan pasar, ketika salah satunya mengembangkan segmen baru (yang mungkin saja unik dan niche seperti makanan organik), kompetitornya langsung mengikuti.

Aspek Passion

3) Seperti dikutip dari situs BINUS, penjual maupun pembeli dalam niche market biasanya merupakan orang-orang yang ahli dan begitu meminati produk tersebut (passionate). Motivasi itu membuat orang-orang yang berkecimpung niche market biasanya lebih menikmati pekerjaannya. Kondisi tersebut berbeda dengan karakter para marketer pemain segmented market.

4) Praktik niche marketing berbicara tentang menjadi otoritas bagi komunitas kecil yang kamu pahami karakteristik utamanya. Biasanya, target pasar ceruk kecil dan sangat teridentifikasi. Dari sisi kompetisi, biasanya jumlah pemain di ceruk juga sedikit. Lantaran demikian, biaya marketing, terutama promosi yang diperlukan untuk mengolah niche market umumnya juga lebih murah dan mudah.

(Baca juga: Selain Network, Ini Pentingnya Gabung dengan Komunitas Bisnis)

Sementara itu, segmented market adalah pasar yang dibagi berdasarkan beberapa karakteristik (seperti demografi yang mencakup jenis kelamin, geografis, perilaku, dan psikografis). Mengingat karakteristiknya yang cukup beragam dan ukurannya juga tidak selalu kecil, biaya dan model kampanye pemasaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

5) Pemasar niche akan membangun hubungan yang kuat dengan banyak pelanggan utama mereka dari waktu ke waktu, yang selanjutnya melindungi mereka dari ancaman persaingan. Perlakuan khusus seperti ini jarang ditemukan dalam praktik segmented marketing.

Nah, itulah perbedaan dua tipe pemilahan pasar, niche market dengan segmented market. Semoga informasi ini bisa membantu menentukan target market bisnismu, ya.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP