fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Yuk Kenali Seluk Beluk Instagram Ads yang Efektif untuk Bisnis

Instagram Ads

Faktanya, data dari We Are Social 2021 pengguna Instagram aktif di Indonesia per bulannya ada 147,2 juta pengguna aktif Instagram. Buat kamu para pemilik brand atau bisnis atau toko online, ini adalah sebuah potensi yang sangat besar. Dengan demografi audiens terbesar pada usia 18 – 34 tahun, kamu bisa memanfaatkan demografi tersebut untuk menarik mereka menjadi pelangganmu dengan Instagram Ads

Sebagai pebisnis yang jeli pasti akan bertanya, seberapa besar potensi yang bisa didapatkan dengan Instagram Ads? Dari data We Are Social 2021 lalu, terdapat potensi Advertising Audience Instagram yang mencapai 85 juta pengguna aktif tiap bulannya. Bagaimana? Peluang yang sangat menarik, bukan? Yuk, kita bahas seputar Instagram Ads bagi toko online dengan baca artikel sampai habis.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Apa Itu Instagram Ads?

Instagram Ads adalah sebuah platform iklan yang berada di Instagram yang memungkinkan kamu untuk membuat iklan di Instagram Feed dan Stories. Membicarakan tentang Instagram Ads tidak bisa dilepaskan dari latar belakangnya. Instagram mulai menawarkan Instagram Ads untuk bisnis tertentu setelah diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2013. Lalu, Instagram membuka akses Instagram Ads untuk semua bisnis pada tahun 2015 yang tumbuh secara eksponensial hingga tahun 2017, pertumbuhan pengiklan melesat hingga 1 juta pengiklan.

Instagram Ads dikelola dalam Facebook Ads Manager yang memberi akses pada pengiklan ke berbagai opsi penargetan, serta memungkinkan untuk membuat iklan kedua platform baik Instagram maupun Facebook secara bersamaan.

Kenapa Harus Menggunakan Instagram Ads?

Rasanya siapa pun mengakui bagaimana dahsyatnya media sosial khususnya Instagram. Dan mungkin sebagai pebisnis, banyak yang mempercayai kekuatan Instagram untuk bisnisnya. Di sisi lain, ada juga yang merasa bahwa sudah menggunakan Instagram untuk bisnisnya tapi kok tidak ada perubahan apa-apa, baik followers, engagement, hingga ke penjualan. Lalu harus bagaimana?

Coba ditelaah lebih lanjut, apakah selama ini kamu hanya menjalankan strategi Instagram secara organik? Bila iya, memang strategi Instagram organik selalu menjadi pilihan bisnis karena murah alias gratis. Tapi tahukah kamu bahwa strategi Instagram organik ini akan memakan waktu, bergantung pada banyak trial and error, dan kamu harus terus update saat menghadapi algoritma Instagram yang terus berubah.

Nah inilah mengapa sangat penting untuk menggabungkan strategi media sosial secara organik dan berbayar. Dengan cara ini, kamu akan mendapatkan yang terbaik di mana kamu bisa tetap secara aktif terlibat dengan audiens dan memposting konten ke feed Instagram kamu, tetapi kamu juga menjangkau audiens yang lebih besar yang mungkin belum tahu tentang brand atau bisnis kamu dengan iklan berbayar atau Instagram Ads.

Sebagai platform visual, Instagram Ads menjadi cara yang bagus untuk memamerkan produk kamu. Bahkan dengan adanya Instagram Shopping bisa mempermudah audiens untuk terkonversi menjadi pelanggan atau pembeli.

Berapa Biaya Instagram Ads?

Sebagai pebisnis atau pengusaha pasti peka untuk urusan biaya. Bukannya tak mau mengeluarkan uang, tapi harapannya pasti dari uang yang sudah dikeluarkan bisa segera balik modal atau ROI-nya tinggi. Betul, kan? 

Untuk biaya Instagram Ads akan bervariasi sesuai dengan tipe iklan yang dipilih. Selain itu, jenis iklan yang bisa dipilih di Instagram juga bisa menyesuaikan dengan anggaran iklan yang kamu tetapkan. Kalau kamu menggunakan opsi kedua, maka besaran anggaran yang dikeluarkan ini akan mempengaruhi jangkauan iklan dan masa penayangannya.

Menurut situs Web FX, harga Instagram Ads akan bergantung pada model iklan yang secara umum terbagi menjadi dua, yakni Biaya per Klik (Cost-per-Click atau CPC) dan atau Biaya-per-Tayang (Cost-per-Impressions atau CPM). Dengan dua skema CPC dan CPM ini digunakan untuk menentukan berapa biaya yang harus dibayar apabila beriklan di Instagram dan Facebook

Sebagai gambaran saja, rata-rata, pengiklan membayar USD0,20 atau Rp2.840 (kurs Rp 14.200) hingga USD2 atau Rp 28.000 per klik untuk iklan CPC. Sedangkan untuk iklan CPM, harga Instagram Ads biasanya berkisar USD6,70 atau Rp95.190 per 1.000 tayangan.

Cara Beriklan menggunakan Instagram

Menggunakan Instagram Ads bisa dibilang adalah sebuah investasi. Dan dalam bisnis, pasti ingin satu rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan hasil yang maksimal. Demikian juga di Instagram Ads, agar Instagram Ads bisa menarik dan menghasilkan klik yang lebih banyak, simak cara pasang iklan di Instagram yang efektif ini.

  1. Menentukan tujuan iklan

Sebelum memasang iklan, tentukan dulu tujuan dari iklan. Tujuan iklan ini bisa berupa mengkonversi audiens menjadi followers, meningkatkan brand awareness, membuat audiens membeli dan menggunakan produk kita, atau meningkatkan traffic menuju website atau online shop kita.

Sebagai seorang pebisnis toko online, kamu harus tahu apa tujuan memasang iklan sehingga kamu bisa memutuskan isi pesan, target audience dan Call-to-Action (CTA). Selain itu, tujuan iklan juga harus mencerminkan pengalaman terbaik dari audience setelah melihat konten iklan tersebut.

  1. Kenali target audiens

Pebisnis atau pemilik toko online yang baik pasti akan memberikan promosi spesial yang relevan dengan target audiens. Mengenali audiens lebih baik, akan memudahkan kamu dalam membuat konten iklan dan pesan yang menarik perhatian audiens.

Setidaknya ada dua pertanyaan yang digunakan untuk mengenali audiens:

    • Apa yang audiens butuhkan dan inginkan?
    • Apa solusi yang ditawarkan dari produk kamu?

Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut harus digunakan sebagai panduan saat membuat materi iklan sehingga bisa menghasilkan konten yang relevan. Bagaimanapun, kamu harus ingat bahwa iklan yang dipasang harus berorientasi pada audiens, bukan hanya sekadar bicara tentang brand kamu.

  1. Gunakan caption yang menarik audiens

Instagram adalah sebuah platform berbagi gambar dan video di mana penggunaan caption dalam materi iklan sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai tujuan iklan yang sudah ditentukan. Instagram Ads hanya terdiri 2.200 karakter untuk caption. Oleh sebab itu, gunakan dua baris teks awal untuk memancing audiens meng-klik tombol CTA yang terpasang.

  1. Aktif membalas komentar 

Tahukah kamu bahwa dengan alasan efektivitas, audiens biasanya lebih memilih berkomentar langsung pada Instagram Ads daripada harus ke profil Instagram brand kamu. Oleh sebab itu, admin akun Instagram juga harus aktif memantau serta merespons orang yang menyukai dan memberikan komentar di iklan mereka. 

Karena bagaimanapun keaktifan atau tingkat responsif dan cara membalas pertanyaan audiens akan sangat memengaruhi keputusan untuk membeli dan menggunakan produk kamu. Selain itu, audiens yang lainnya pun berpotensi terpengaruh untuk membeli apabila kamu sebagai brand atau bisnis aktif merespons di kolom komentar.

  1. Monitor dan optimasi

Setelah memasang Instagram Ads jangan lantas dibiarkan begitu saja. Selalu pantau performa iklan melalui Facebook Ads Manager. Dengan memantau secara rutin hasil yang didapatkan dari iklan yang dipasang akan membantu dalam mengoptimasinya. Selain itu, kamu juga bisa mengevaluasi strategi yang telah digunakan, apakah perlu diteruskan atau dihentikan.

Instagram Ads

Metrik untuk Mengukur Efektivitas Iklan di Instagram

Agar bisa mengetahui efektivitas Instagram Ads yang kamu jalankan, yuk selami dan jelajahi metrik yang membantu menunjukkan keberhasilan atau kekurangan dari Instagram Ads.

  • Conversion Rate (CR)

Conversion Tate atau tingkat konversi ini akan menunjukan seberapa efektif iklan mendapatkan feedback dan konversi. Formula yang digunakan untuk mengukur Conversion Rate ini dengan membandingkan jumlah konversi (biasanya berupa jumlah pembelian yang diperoleh) dengan total jumlah iklan yang di-klik oleh calon konsumen. Ilustrasinya adalah sebuah iklan total di klik 10.000 kali dan menghasilkan 200 konversi, maka Conversion Rate untuk iklan tersebut adalah 200/10000 = 2%.

  • Laba atas belanja iklan atau Return of Ad Spend (ROAS)

Laba atas belanja iklan merupakan salah satu metrik yang biasa digunakan untuk menentukan kinerja pemasaran sebuah produk secara keseluruhan. Mengapa menggunakan ROAS? Karena dengan mengetahui nilai ideal ROAS pada bisnis yang dijalankan, kamu jadi bisa dengan lebih mudah mengetahui apakah bisnis kamu sedang untung atau mengalami kerugian.

Begini caranya menghitung ROAS, kamu hanya perlu mengetahui informasi dasar seperti harga modal keseluruhan dari sebuah produk, harga jual produk, dan harga layanan (per-Auction) pada platform Facebook Ads. Gunakan rumus ROAS = (Total Pendapatan) ÷ (Total pengeluaran biaya iklan) maka kamu akan mendapatkan angka indikator ROAS. Jika angka ROAS yang kamu dapatkan lebih dari 2 maka semakin menguntungkan.

  • Cost-per-Click (CPC) dan Click-Through-Rate (CTR)

Cost-per-Click atau Biaya-per-Klik merupakan salah satu metrik yang mengindikasikan harga iklan per klik. CPC ini memberitahu kamu berapa biaya rata-rata untuk menghasilkan klik dari iklan ke website kamu. Tetapi Rasio Klik Tayang (Click Through Rate atau CTR) adalah persentase jumlah orang yang klik ke website kamu dari sebuah iklan. Kalau CPC kamu tinggi saatnya kamu cek CTR. Kalau angkanya tidak selaras, maka ada masalah dengan Instagram Ads kamu. 

Nah untuk memudahkanmu dalam menggunakan Instagram Ads tanpa harus tahu secara teknis detail cara pasang iklan di Instagram, kamu bisa menggunakan aplikasi LummoSHOP Plus. LummoSHOP adalah adalah aplikasi untuk membuat website jualan atau toko online gratis yang mudah, cepat dan aman. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dengan LummoSHOP Plus kamu akan menikmati fitur Digital Ads yang memungkinkanmu untuk beriklan di Facebook Ads dan Google Ads. Fitur ini akan memudahkan cara pasang iklan Facebook dan cara pasang iklan di Instagram di satu aplikasi karena tersedia all-in-one dashboard dan asisten virtual yang akan membantumu melakukan optimasi iklanmu. Kapan lagi punya toko online gratis atau website jualan dengan fitur yang semudah ini? Nah tunggu apa lagi? Wujudkan cara sukses jualan online dengan LummoSHOP. Segera download aplikasi LummoSHOP sekarang juga dan raih peluang cuan dari toko online kamu!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP