fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Membangun Hubungan Yang Baik Dengan Customer

LummoSHOP_produk-furniture

Berkacalah pada hubunganmu dengan sahabatmu. Walaupun kalian tidak sama persis, pasti ada hal menyatukan kalian, bukan? Entah itu pemikiran, selera humor, atau hobi. Sebagai pebisnis, penting bagi kamu untuk berusaha menjadi “teman” yang dapat diandalkan, bukan sekadar pebisnis yang mencari untung. Namun seperti hubungan pada umumnya, untuk membangun hubungan yang kokoh dengan pembeli, diperlukan investasi waktu untuk mempelajari perilaku dan kepribadian mereka. 

Ciptakan Rasa Nyaman

Agar bisa menjadi pilihan pertama pembeli, kamu perlu menjadi “teman” yang membuat mereka nyaman. Sesuaikan gaya dan cara komunikasimu dengan pembeli melalui interaksi dan kebiasaan mereka.

Apakah gaya bicara mereka formal atau lebih santai? Mereka lebih suka dipanggil “Kak”, nama, atau panggilan khusus? Lewat mana biasanya mereka mengontak kamu: kolom komentar Instagram, Whatsapp chat, atau e-mail?

Hindari menggunakan template chat. Selain karena menjawab menggunakan template chat terkesan kaku, terkadang jawabannya tidak relevan dengan pertanyaan pembeli. Percakapan jadi terasa tidak natural dan unsur kemanusiaan yang menghubungkan pembeli dengan penjual bisa hilang.

Buat Pembeli Merasa Spesial

Beri ucapan terima kasih pada pembeli untuk setiap pembelian. Bisa berupa kartu yang dimasukkan dalam kemasan, e-mail, atau chat. Namun, ucapan terima kasih tidak harus selalu berbentuk kata-kata, bisa juga berupa produk bonus dalam ukuran kecil atau voucher diskon untuk pembeli setia.

Jadilah Pendengar yang Baik

Mendengar pujian dan review bagus memang menyenangkan, tapi jangan menutup telinga terhadap komentar buruk. Ketika ada seorang pembeli yang menghubungi untuk menyampaikan keluhan, harapan mereka adalah untuk didengar. Berdialog lah mengenai permasalahan dan perbaikan yang mereka harapkan, tunjukkan bahwa kamu peduli dan segera beri solusi.

Selain itu, minta lah feedback setiap akhir proses belanja: apa yang mereka sukai dari berbelanja di tokomu? Apa yang perlu diubah dan dipertahankan? Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada? Selain mendapatkan masukan untuk memajukan bisnismu, image bahwa bisnismu benar-benar peduli dan mendengarkan akan terbentuk. Hasilnya, kepercayaan pembeli akan meningkat dan menjadi pembeli yang lebih loyal, bahkan secara sukarela merekomendasikan bisnismu pada kerabat mereka.

Jika kamu ingin meningkatkan brand engagement, berfokuslah pada hubunganmu dengan pembeli. Hubungan yang “personal” dengan pembeli juga akan membantumu memahami kebutuhan mereka, yang bisa kamu jadikan fondasi dalam mengembangkan bisnis ke tingkat yang lebih tinggi.

Dapatkan Konten Terbaru

Kami akan infokan kamu saat ada konten baru melalui WhatsApp.